NEWS

Preview Yakuza 3 Kiwami & Dark Ties - RGG Berhasil Meningkatkan Standar “Remake”

Rahmat Handiko    |   Jumat, 16 Jan 2026


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Jika membicarakan franchise Yakuza atau Like a Dragon memang sejarah dari game ini cukup panjang. Sampai saat ini, jika kita hanya menghitung mainline games saja kita sudah sampai di game ke-9 (0 dihitung sebagai mainline). Tapi untuk remake atau serial Kiwami, dirasa RGG berhasil membawa game klasik mereka ke era yang lebih modern dengan sangat baik, terbukti di Kiwami pertama dan kedua. Kali ini hadir dengan Yakuza Kiwami 3, game ini lebih dari sekedar remake karena datang satu paket bersama Dark Ties, sebuah spin-off atau Gaiden story.

KotakGame memiliki kesempatan untuk memainkan Yakuza Kiwami 3 dan Dark Ties kurang lebih selama 3 jam di kantor SEGA yang bertempat di Tokyo, Jepang dan jujur, keduanya langsung menawarkan hook yang sangat kuat baik dari sisi gameplay, improvement remake, konten, dan pengalaman bermain yang asik.

Yakuza 3 rilis pertama kali pada tahun 2009 dan secara pribadi saya baru mencoba game ini mungkin sekitar tahun 2010, satu tahun setelah perilisannya. Yakuza 3 yang original memberikan pengalaman yang bercampur. Saya sangat suka setting yang diambil, story yang melanjutkan perjalanan Kiryu dan Haruka, juga bagaimana game ini menjadi jembatan yang solid untuk lanjut ke Yakuza 4.

Tapi memainkan Yakuza 3 lagi beberapa bulan lalu membuat saya berpikir, “mungkin saya dibutakan nostalgia karena gameplaynya sangat mengganggu.”

Bagi yang belum main Yakuza 3 yang original, di game ini juga di Yakuza 4 musuh selalu spam block dan hal ini sangat mengganggu saat combat dimana banyak fans memberikan julukan untuk keduanya sebagai “Blockuza” yang memang kurang positif. Tapi di Yakuza 3 Kiwami hal ini sepertinya sudah diketahui oleh RGG dan dari sisi combat flownya lebih baik dan musuh tidak melakukan spam block lagi dan gerakan Kiryu terasa lebih halus.

Selain dari nostalgia gameplay, bagaimana di Yakuza 3 Kiwami mampu membuat Okinawa terasa lebih fresh juga patut diacungi jempol. Struktur level dan dunia juga tidak ada perubahan masif yang membuat Yakuza Kiwami 3 punya rasa hormat tinggi untuk originalnya.

Tapi memang yang saya paling suka dari Yakuza 3 Kiwami adalah bagaimana game ini di-expand lebih luas lagi, terutama dari side content yang terasa tidak ada habisnya.

Salah satu hal yang paling menonjol adalah bagaimana RGG membuat Panti Asuhan jadi tumpah konten, cukup banyak dan bervariasi dan berhasil membuat saya puas.

Baca ini juga :

» Dream Team Mode di SFCC 2026 Bikin Pemain Bebas Bangun Tim Versinya Sendiri
» Rayakan Tahun Shio Kuda! Promo Besar SEGA di PlayStation Store Februari 2026: Diskon hingga 50%!
» Sega Football Club Champions 2026 Tembus 1 Juta Download di Hari Pertama! Banjir Hadiah Haaland Gratis
» Legenda Kembali! Virtua Fighter 5 R.E.V.O. World Stage Siap Gebrak Nintendo Switch 2
» Kolaborasi Epik! Sonic Rumble Hadirkan Event Terbatas Sonic Racing: CrossWorlds

Bagian panti asuhan kini terasa jauh lebih bermakna dibanding versi rilis aslinya. RGG menambahkan berbagai minigame baru yang perlahan membentuk Kiryu sebagai sosok ayah pengganti mulai dari menemani anak-anak mengerjakan PR hingga belajar menjahit demi mereka. Semuanya terasa hangat dan mengharukan, namun di balik itu ada upaya halus RGG untuk menafsir ulang arah ceritanya.

Alur utama dengan segala keanehan dan plot twist khas Yakuza memang masih menanti, tetapi Kiwami 3 tampaknya ingin menghadirkan sesuatu yang lebih dalam: sebuah tragedi melodramatis tentang seorang pria yang akhirnya meraih kehidupan yang ia dambakan meski hanya sesaat.

Ironisnya, kesan berat itu justru muncul dari sesi preview yang sebagian besar dihabiskan untuk hal-hal domestik: memasak untuk anak-anak panti, memainkan minigame mesin jahit, menaikkan Daddy Rank Kiryu, hingga menempelkan stiker di ponsel. Perbedaan nada seperti ini bukan hal baru dalam seri Yakuza, namun kali ini terasa lebih terarah. Rutinitas yang tampak sepele tersebut justru menjadi inti dari tambahan baru di Yakuza 3. Okinawa bukan sekadar pembuka lambat sebelum cerita “sebenarnya” dimulai, melainkan gambaran hidup yang benar-benar diinginkan Kiryu. Dengan mengetahui bagaimana kisah seri ini berkembang setelahnya, momen-momen sederhana ini mendapat bobot emosional yang jauh lebih kuat dan RGG tampaknya sengaja memanfaatkan pengetahuan itu untuk memberi makna yang dulu belum pernah terasa, sebelum Infinite Wealth hadir.

Selanjutnya ada Dark Ties, konten sampingan di Kiwami 3 yang dimana kita akan bermain sebagai Mine dan jujur, dari sisi gameplay bermain sebagai Mine jadi hal yang paling menarik, ditambah adanya gameplay loop dari Dark Ties yang cukup asik.

Dark Ties menempatkan pemain dalam peran Yoshitaka Mine, salah satu petinggi Klan Tojo, jauh sebelum peristiwa Yakuza 3 berlangsung, lewat mode bernama Kanda Damage Control. Struktur permainannya terasa seperti perpaduan antara pendekatan naratif The Man Who Erased His Name dengan pertarungan koloseum ala Pirate Yakuza in Hawaii. Mode ini berbasis misi, di mana Mine berkeliling Kamurocho untuk mengendus berbagai masalah, lalu menyelesaikannya dengan keahlian khasnya kekerasan tanpa ragu dan rasa ingin tahu yang berlebihan demi membangun reputasinya.

Tampaknya, tujuan utama Dark Ties adalah menjawab kritik lama terhadap Yakuza 3, yakni penggambaran Mine yang dianggap terlalu dingin dan sulit disukai. Dari potongan gameplay yang sempat dimainkan, mode ini jelas memberi gambaran yang lebih dalam tentang siapa Mine sebenarnya, sekaligus alasan mengapa ia tumbuh menjadi sosok seperti yang kita kenal. Meski begitu, masih menjadi tanda tanya apakah setiap tinju Mine mampu membawa bobot emosi yang sama kuatnya dengan pukulan Joryu di The Man Who Erased His Name. Waktu yang akan membuktikannya.

Overall, Kiwami 3 benar-benar membuat saya puas dan tertarik untuk memainkan full game ini. Cukup seru, Kiwami 3 menurut saya adalah jawaban tepat bagi Yakuza 3 untuk di remake oleh RGG.



Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru