




Setelah sempat viral karena menangis saat bermain ranked dan mati hingga 11 kali dalam satu pertandingan, nama Aeronnshikii kembali menjadi perbincangan komunitas Mobile Legends. Kali ini, cerita berbeda justru datang dari scrim kompetitif yang melibatkan tim Filipina.
Baca ini juga :
» Trilogi Alter Ego–EVOS–Geek Fam di Week 6 MPL ID S17: Kesempatan Menjauh dari Zona Merah
» Deretan Pelatih Timnas Esports Indonesia untuk ENC 2026 Resmi Diumumkan
» Dominator Resmi Jadi Team Nemesis untuk KWC x EWC 2026, Sekadar Rebranding atau Ada Agenda Lebih Besar?
» Bukan Rookie! MPL Indonesia Klarifikasi Status Lyoni di Season 17
» BHAP! Kolom Komentar Instagram TLID Drichel Diserbu Hujatan Usai Tumbangkan RRQ Hoshi
Dalam sebuah livestream, pro player Indonesia Luke mengungkap bahwa dirinya sempat kewalahan ketika menghadapi Team Liquid PH (TLPH) saat scrim. Menurutnya, salah satu pemain yang paling menyulitkan adalah Aeronnshikii, yang saat ini memang bermain untuk TLPH.
Luke secara terang-terangan mengaku bahwa dirinya beberapa kali “dibantai” oleh permainan Aeronnshikii selama scrim berlangsung. Pengakuan tersebut cukup mengejutkan sebagian penonton, terutama karena sebelumnya Aeronnshikii sedang ramai diperbincangkan akibat momen emosionalnya di ranked.
Ia menjelaskan bahwa performa Aeronnshikii di scrim sangat berbeda dibandingkan apa yang terlihat di ranked match. Dalam lingkungan tim yang lebih terstruktur seperti scrim, Aeronnshikii terlihat jauh lebih disiplin dan berbahaya.
Hal ini juga memperkuat pandangan banyak pemain profesional bahwa performa ranked tidak selalu mencerminkan kemampuan asli seorang pemain. Ranked sering kali dimainkan secara solo dengan komunikasi yang minim, sementara scrim berjalan dengan strategi tim yang jauh lebih matang.
Karena itu, meskipun Aeronnshikii sempat menjadi bahan pembicaraan akibat performanya di ranked, cerita dari Luke justru menunjukkan sisi lain dari pemain TLPH tersebut. Di level scrim kompetitif, Aeronnshikii tetap dianggap sebagai pemain yang sangat kuat dan mampu merepotkan lawan-lawannya.
Perbedaan performa antara ranked dan scrim ini kembali menjadi pengingat bagi komunitas bahwa level permainan profesional tidak bisa dinilai hanya dari satu pertandingan ranked saja.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Trilogi Alter Ego–EVOS–Geek Fam di Week 6...