




Clair Obscur: Expedition 33 ternyata memang tidak pernah “ditakdirkan” punya akhir yang benar-benar bahagia, setidaknya menurut sang penulis naskah utama.
Clair Obscur: Expedition 33's lead writer "never even considered" a true, happy ending for the hit RPG https://t.co/sWDQXu2Wei
— GamesRadar+ (@GamesRadar) March 20, 2026
Dalam sebuah wawancara yang dikutip GamesRadar, penjelasan Jennifer Svedberg-Yen, lead writer Clair Obscur: Expedition 33, ia menegaskan bahwa tim Sandfall Interactive sama sekali tidak berniat menunjuk satu ending resmi sebagai canon. Game JRPG-inspirasi ini punya dua ending berbeda, dan keduanya sengaja dibiarkan menggantung sebagai “Schrödinger's ending” di mana selama tidak diputuskan secara resmi, dua-duanya dianggap sama-sama sah.
Svedberg-Yen menjelaskan bahwa studio “tidak akan memilih satu” ending tertentu, dan sejauh ini memang tidak ada rencana untuk mengukuhkan salah satunya sebagai garis waktu utama. Ia menambahkan, tentu saja dalam industri game tidak ada yang benar-benar absolut, jadi selalu ada kemungkinan keputusan itu berubah di masa depan, tapi untuk saat ini posisi mereka jelas: tidak ada ending canon.
Menariknya, sikap ini berangkat dari cara mereka merancang klimaks cerita sejak awal. Svedberg-Yen mengaku bahwa tim “bahkan tidak pernah mempertimbangkan” adanya sebuah akhir yang benar-benar happy ending. Dari sudut pandang naratif, dunia Clair Obscur: Expedition 33 memang dibangun dengan nuansa muram dan penuh konsekuensi, jadi memaksa akhir yang terlalu manis justru akan terasa bertolak belakang dengan tema besar yang mereka usung.
Namun, bukan berarti kedua ending ini sama-sama gelap total. Svedberg-Yen menyebut ada satu akhir yang bisa dianggap sedikit lebih “ceria”, sementara yang lain bernuansa lebih suram. Perbedaan itu terutama terlihat dari cara tiap ending diedit: satu diberi tone yang lebih mengangkat harapan, satunya lagi lebih menonjolkan sisi kelam dari perjalanan para karakter. Pilihan nuansa ini disebut sebagai keputusan kreatif dari Guillaume, sosok lain di balik pengarahan game tersebut, untuk memberi “shading” emosional yang terasa halus tapi signifikan.
Baca ini juga :
» Aktor Ben Star: Game Tidak Butuh Adaptasi Live Action
» Gunakan Gen-AI, Gelar GOTY Clair Obscur: Expedition 33 Dicabut Dari The Indie Games Award
» Game Horor Ini Mengharuskan Kamu untuk Sembunyi di Dunia Nyata
» Panen, Astro Bot Raih Awards GOTY Paling Banyak Di Tahun 2024
» Kalah GOTY, Produser Black Myth: Wukong Ngambek dan Kecewa?
Walau begitu, dari kacamata penulisan, Svedberg-Yen menegaskan bahwa kedua ending itu tetap dipandang sama validnya. Tidak ada yang dianggap versi “benar” dan tidak ada yang diposisikan sebagai sekadar alternatif, sehingga pemain diberi kebebasan penuh untuk menentukan mana yang paling cocok dengan interpretasi dan nilai pribadi mereka. Pendekatan ini membuat tiap pemain bisa mengklaim ending pilihannya sebagai “realitas” utama tanpa harus bertentangan dengan pandangan resmi sang kreator.
Menarik banget, dalam iklim industri game yang sering menuntut jawaban pasti soal timeline dan canon, keputusan Sandfall Interactive justru mendorong diskusi dan mengajak pemain betah “berdiam” dalam subjektivitas pandangan masing-masing. Alih-alih mematikan perdebatan dengan satu jawaban resmi, mereka justru membuka ruang bagi komunitas untuk terus berdebat, berspekulasi, dan membaca ulang makna cerita berdasarkan ending yang mereka raih
Tentu saja, kebebasan ini punya konsekuensi ke depan, terutama kalau Sandfall Interactive benar-benar menggarap sekuel atau cerita lain di semesta Clair Obscur. Dua ending yang sama-sama sah akan menjadi tantangan tersendiri ketika studio harus menentukan titik awal kisah berikutnya. Apakah mereka akan memilih salah satunya secara diam-diam, merangkum keduanya, atau justru melompati masalah tersebut lewat pendekatan cerita yang lebih abstrak?
Meski begitu, kita sebagai pemain harus tetap optimistis dengan apa pun yang akan diputuskan Sandfall untuk masa depan seri ini. Mengingat bagaimana mereka menangani akhir Expedition 33 yang berani dan tidak kompromistis, ada harapan tinggi bahwa lanjutan semestanya nanti juga akan memancing pemikiran dan perbincangan yang sama intens. Untuk sekarang, yang jelas, mana pun ending yang paling Lo suka di Clair Obscur: Expedition 33, studio sudah mengkonfirmasi: Lo nggak salah.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Aktor Ben Star: Game Tidak Butuh Adaptasi Liv...