NEWS

Team Developer The First Berseker: Khazan Dirumorkan Bubar Karena Penjualan Yang Rendah

Archie Gummy   |   Kamis, 09 Apr 2026


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Neople, cabang perusahaan dari Nexon lagi jadi sorotan gara-gara langkah beraninya ngerombak tim pengembang game First Berserker: Kazan setelah performa game ini dinilai kurang nendang di pasar global.

First Berserker: Kazan awalnya dikenalin sebagai game action-adventure AAA yang digarap serius dan dirilis global sekitar Maret tahun lalu. Di awal rilis, responnya nggak jelek, jumlah pemain PC sempat tembus hampir 30 ribu user secara bersamaan, angka yang lumayan buat judul baru. Tapi setelah hype awal itu turun, laporan dari industri game nyebut kalau penjualan Kazan menurun dan nggak sesuai ekspektasi perusahaan.

Masalahnya bukan cuma di market global umum, tapi juga di pasar Cina yang super krusial buat game online dan F2P. Perilisan di sana ikut tersendat karena urusan perizinan game yang molor, bikin potensi pendapatan dari region itu ke-delay entah sampai kapan. Buat proyek AAA yang pasti sudah bakar biaya besar, kombinasi penjualan lesu dan keterlambatan masuk Cina ini jelas jadi pukulan berat.

Menurut info internal yang bocor ke media, Neople ngadain briefing dan ngasih tahu kalau sebagian besar tim Kazan (yang kabarnya sekitar 100 orang) dialihin ke “R Team”, semacam wadah reassignment di dalam perusahaan. Secara resmi, Neople menegaskan ini bukan pembubaran total tim pengembang Kazan, tapi lebih ke pengalihan personel ke proyek lain yang butuh tenaga ahli. Walaupun begitu, rencana-rencana yang tadinya sempat dibicarakan, kayak DLC reguler atau porting ke platform lain, sekarang jadi serba nggak pasti.

Perusahaan bilang kalau roadmap besar Project Kazan sebenarnya sudah masuk tahap akhir, jadi mereka pisahin tim yang tinggal ngerjain “misi sisa” dengan orang-orang yang bisa langsung bantu proyek lain. Intinya, pengembangan inti Kazan dianggap hampir rampung, tapi ekspansi lanjutan dan dukungan jangka panjangnya kemungkinan bakal jauh berkurang dari yang awalnya dibayangkan.

Langkah ini juga nggak bisa dilepas dari situasi proyek Neople dan Nexon yang lain. Di awal bulan ini, Neople nunjuk CEO Yoon Myung-jin buat rangkap jabatan sebagai kepala divisi pengembangan Dungeon & Fighter Mobile, salah satu judul penting di portofolio mereka. Bersamaan dengan itu, hak layanan Dungeon & Fighter Mobile di Cina dipindah ke Tencent sebagai publisher eksklusif, nunjukkin kalau mereka lagi bener-bener nyusun ulang strategi di market terbesar dunia itu.

Baca ini juga :


» Dynamis One Digrebek Aparat Kepolisian Korea Selatan atas Tuduhan Pembocoran Data Nexon
» The Finals Season 2 Hacker Playstyle Diperkenalkan! Tawarkan Banyak Keseruan Baru
» NEXON Dilaporkan Sedang Kerjakan Game MMORPG Baru Dari TV Series Game of Thrones!
» Blue Archive The Animation Akan Tayang Kurang Dari Seminggu Lagi
» Nexon Didenda Lebih dari 137,2 Miliar Rupiah karena Manipulasi Drop Rate Item

Keputusan ini muncul setelah Chairman Nexon, Patrick Söderlund, dalam sebuah paparan ke pelaku pasar modal di Jepang, menyebut Dungeon & Fighter Mobile mengalami “kinerja struktural yang kurang memuaskan”. Kalau manajemen sudah ngomongnya “structural underperformance”, itu artinya masalahnya bukan sekadar promosi kurang atau timing rilis jelek, tapi ada hal yang lebih fundamental dari sisi model bisnis, desain, atau monetisasi. Dalam konteks begitu, wajar kalau Nexon dan Neople mulai ngeredistribusi sumber daya ke area yang dianggap lebih prioritas dan punya potensi balik modal lebih cepat.

Di sisi lain, Neople menegaskan kalau para dev Kazan nggak dibiarkan menganggur begitu saja. Mereka bilang bakal “secara aktif mendukung” staf yang punya pengalaman nggarap judul AAA global ini, supaya bisa pindah ke proyek lain yang lebih butuh skill mereka. Buat para developer, ini berarti karier mereka kemungkinan lanjut di game lain, meskipun mungkin agak pahit karena proyek ambisius yang mereka kerjakan setahun terakhir belum bisa bersinar seperti harapan awal.

Kasus Kazan ini jadi contoh lagi betapa kerasnya industri game modern, terutama untuk proyek AAA yang butuh investasi besar dan kompetisi brutal di pasar global. Satu game bisa punya awal yang cukup menjanjikan, tapi kalau retention, monetisasi, dan ekspansi ke pasar penting seperti Cina nggak jalan, perusahaan bisa dengan cepat cabut sebagian besar dukungan. Buat gamer, ini mungkin berarti update Kazan ke depan bakal lebih minimal, sementara fokus Neople pelan-pelan geser ke judul-judul lain yang dianggap lebih menjanjikan secara bisnis.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru