NEWS

Agni: Village of Calamity Mendapat Disebut "Silent Hill"nya Indonesia, kenapa bisa?

Archie Gummy   |   Selasa, 14 Apr 2026


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Agni: Village of Calamity kelihatan jadi salah satu game horor Indonesia yang paling siap mengguncang skena internasional, apalagi setelah trailer gameplay terbarunya dipamerin di ajang showcase besar. Dari awal, game ini udah nunjukin kalau mereka nggak cuma mengandalkan jumpscare, tapi juga horor psikologis yang dibangun pelan-pelan lewat suasana, cerita, dan karakter yang keliatan punya kedalaman. Nuansanya berasa banget kayak campuran film horor lokal yang serius digarap, tapi dibungkus dengan presentasi dan kualitas visual yang setara game kelas dunia.

Ceritanya sendiri ngikutin Agni, seorang investigator dari unit polisi rahasia Indonesia yang ngeyel dan nekat berangkat ke sebuah desa terpencil meski misinya jelas-jelas dilarang. Desa itu dari awal udah digambarkan sebagai tempat yang “nggak pantas buat manusia”, jadi bahkan sebelum kejadian aneh mulai muncul, auranya udah bikin nggak nyaman. Begitu Agni menginjakkan kaki di sana, investigasi yang tadinya kelihatan seperti tugas ilegal biasa langsung berubah jadi mimpi buruk, dengan kesan seolah semua pintu keluar telah tertutup buat dia. Di titik ini, game mulai nunjukin kalau ancaman di desa itu bukan cuma fisik, tapi juga mental – kesan terjebak, tersesat, dan nggak punya jalan pulang jadi bagian utama dari terornya.

Atmosfer yang dihadirkan di trailer kuat banget, sampai banyak yang ngerasa vibe-nya mirip Silent Hill tapi dengan rasa Nusantara. Jalanan desa yang sepi tapi mencekam, bangunan-bangunan yang kelihatan biasa aja tapi entah kenapa berasa salah, dan musik yang pelan tapi bikin merinding, semuanya nge-blend buat bikin pemain ngerasa waspada terus. Bukan tipe horor yang tiap menit lempar hantu ke layar, tapi lebih ke bikin lo nggak tenang, bahkan waktu nggak ada apa-apa yang terjadi. Dialog tentang bagaimana langkah Agni ke desa itu bakal menutup semua pintu baginya juga jadi kalimat yang nempel di kepala, sederhana tapi efektif banget buat ngasih rasa putus asa.

Secara visual, Agni: Village of Calamity termasuk gila untuk ukuran game indie. Model karakternya detail, pencahayaan gelapnya berasa natural, dan yang paling bikin banyak orang kaget adalah animasi wajahnya. Ekspresi karakter, terutama di close-up, kelihatan hidup: ada takut, ragu, marah, dan cemas yang benar-benar kebaca dari gerak mata dan bibir. Sinkronisasi dialog dengan gerakan mulut juga rapi, sesuatu yang bahkan masih sering miss di beberapa game dengan budget jauh lebih besar. Buat genre horor yang sangat bergantung pada reaksi karakter, kualitas ekspresi kayak gini jadi nilai plus besar.

Baca ini juga :


» [VIDEO] Bikin Kaget Dan Mencekam! 7 Game Horror Yang Ga Boleh Kamu Mainin Sendiri Edisi Halloween!
» Khusus Buat Hardcore Gamer! Ini 7 Game dengan Jalan Cerita Paling Rumit

Lalu, ada kejutan manis di bagian akhir trailer: kemunculan Joko Anwar sebagai karakter bernama The Headman. Buat penggemar film horor Indonesia, nama ini udah jadi jaminan kualitas, jadi ngelihat dia nongol sebagai tokoh penting di game jelas bikin hype naik beberapa level. Cara dia diperkenalkan juga kerasa bergengsi, seolah-olah kita lagi dikenalin ke figur penting dalam mitologi desa tersebut, bukan sekadar NPC lewat doang. Dialog singkatnya waktu “membangunkan” Agni ngasih kesan kalau ada sesuatu yang lebih besar lagi yang menunggu di balik apa yang kita lihat di trailer.

Hal yang bikin Agni: Village of Calamity makin menarik adalah keberaniannya tetap membawa identitas Indonesia dengan percaya diri. Dari setting desa terpencil, gaya bicara karakter, sampai nuansa cerita yang kerasa dekat dengan kultur lokal, semuanya bikin game ini punya ciri khas yang susah ditemuin di game horor barat. Di saat yang sama, kualitas presentasinya dibikin setara standar global, apalagi dengan kehadiran di platform seperti PC dan Xbox lewat program indie resmi, jadi game ini jelas ditujukan bukan cuma buat pasar lokal. Kalau apa yang kita lihat di trailer benar-benar terwujud di versi final, Agni: Village of Calamity berpotensi jadi salah satu tonggak penting yang nunjukin kalau game horor Indonesia nggak cuma bisa bikin takut, tapi juga bisa dibanggakan di panggung dunia.

Buat lo yang doyan horor psikologis, suka dunia yang penuh misteri, dan pengen lihat bagaimana rasa horor lokal dibawa ke level internasional, game ini wajib banget masuk wishlist dari sekarang. Ini tipe game yang bukan cuma bikin pemain asing ngeri sama hantunya, tapi juga penasaran sama Indonesia sebagai sumber cerita horor yang kaya dan unik.

TAGS

KRU KOTGA BISA BACA PIKIRANMU! Kamu pasti akan suka dengan artikel ini :
Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru