NEWS

Coba Gerakan Viral Freestyle ala Free Fire, Bocah SD di Lombok Patah Leher dan Meninggal Dunia

Adithya Mahesa   |   Jumat, 08 May 2026


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Seorang siswa sekolah dasar di Desa Lenek Baru dilaporkan meninggal dunia setelah melakukan aksi freestyle yang terinspirasi dari Free Fire. Insiden tragis tersebut terjadi pada Minggu, 3 Mei 2026.

Korban diketahui bernama Hamad Izan Wadi, siswa kelas 1 di SDN 3 Lenek Baru. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban mengalami cedera serius pada bagian leher setelah mencoba menirukan gerakan ekstrem yang tengah viral di media sosial.

Baca ini juga :

» Ini Dia 18 Tim yang Siap “Perang Jumpshoot” di FFWS SEA 2026 Spring
» Shadow Esports Jadi Kampiun FFNS 2026 Spring, Lanjut ke FFWS SEA
» Timnas Free Fire Indonesia Sabet Medali Perak dan Perunggu di SEA Games 2025
» KAYOU x Free Fire Hadirkan Semangat “Battle in Style” ke Dunia Nyata Lewat Kartu Koleksi Eksklusif di Asia
» FFWS Global Finals 2025 Resmi Dibuka di Indonesia Arena dengan Pertunjukan Spektakuler


Kapolsubsek Lenek, Ipda Alam Prima Yogi, menjelaskan bahwa korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan akibat patah leher yang dialami setelah benturan saat melakukan aksi tersebut.

"Korban masih kelas 1 SD, meninggal dunia pada 3 Mei yang lalu. Korban bernama Hamad Izan Wadi. Korban meninggal dunia setelah melakukan aksi freestyle yang sedang viral," kata Yogi.

"Ada gim online menampilkan gaya yang ekstrem, itu yang diikuti oleh anak-anak zaman sekarang," lanjutnya.


Menurut pihak kepolisian, tren freestyle ekstrem itu banyak diikuti anak-anak karena terpengaruh tayangan media sosial dan visualisasi gerakan dari game online yang sedang populer di kalangan remaja.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas digital anak, termasuk konten media sosial dan game yang mereka konsumsi sehari-hari.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru