NEWS

Ormas Yakuza Cabang Kediri Resmi Dibentuk Di Indonesia! Bukan Bagian Tojo Clan, Kan?

Archie Gummy   |   Selasa, 12 May 2026


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Di Indonesia, lebih tepatnya daerah Kediri lagi rame soal munculnya sebuah organisasi baru yang namanya cukup nyeleneh dan gampang bikin orang nengok dua kali: Yakuza Maneges. Dari namanya, yang langsung kebayang pasti geng kriminal di Jepang, tapi yang ini beda jauh banget dari bayangan itu. Yakuza Maneges justru dikenalkan sebagai organisasi sosial dan dakwah yang fokus merangkul orang-orang yang pernah tersesat dan pengin balik ke jalan yang benar. Organisasi ini dideklarasikan di Kediri pada Sabtu 9 Mei dan digawangi sejumlah tokoh, termasuk para gus atau putra kiai yang memang sudah lama berkecimpung di dunia dakwah dan pendampingan spiritual. Jadi, kesan seram dari kata Yakuza di sini dibalik total jadi simbol perubahan dan taubat.

Inisiator sekaligus pendiri Yakuza Maneges adalah Thuba Topo Broto Maneges atau yang akrab disapa Den Gus Thuba. Ia menjelaskan, Yakuza Maneges bukan cuma wadah nongkrong atau komunitas kumpul-kumpul biasa, tapi diarahkan jadi sarana dakwah dan pengabdian bagi mereka yang ingin memperbaiki hidup. Filosofi nama Yakuza dalam versi mereka diartikan sebagai sesuatu yang awalnya kotor namun ujungnya menjadi zuhud atau hidup yang bersih dan penuh kesadaran spiritual. Mereka secara khusus membuka pintu untuk orang-orang yang merasa pernah terjatuh dalam kemaksiatan, tersesat, atau bahkan sudah menyentuh titik terendah, tapi masih punya niat kuat buat berbenah. Kelompok ini menyebut mereka sebagai santri jalur kiri, istilah untuk mereka yang pernah berada di jalan yang keliru tapi masih mau mencari jalan pulang.

Secara garis besar, Yakuza Maneges membawa misi kemanusiaan dan keadilan sosial. Mereka menempatkan diri di bawah naungan Majelis Semaan Al-Quran dan Dzikrul Ghofilin yang didirikan KH Hamim Jazuli atau Gus Miek, sosok yang dikenal dengan pendekatan dakwah ke kaum marginal. Nilai spiritual yang diajarkan Gus Miek di masa lalu dijadikan fondasi untuk kembali menyapa kelompok-kelompok yang seringkali dipinggirkan, baik karena latar belakang, gaya hidup, maupun masa lalu kelam mereka. Dari sini kelihatan kalau organisasi ini bukan sekadar muncul dengan nama heboh, tapi juga membawa garis ideologi yang cukup jelas. Fokusnya bukan hanya menasihati dari jauh, tapi benar-benar mendampingi orang yang sedang berproses untuk berubah.

Baca ini juga :


» SEGA Summer Early-Bird Sale: Sikat Yakuza Kiwami 3 & Yakuza 0 Director's Cut Harga Murah!
» Event Festival Budaya Djakarta Ennichi Mendadak Batal Beberapa Jam Sebelum Dimulai
» Cosplayer Jujutsu Kaisen Terekam Menyerang Pengunjung Event Jejepangan Di Singapura, Kenapa?
» Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties Resmi Rilis! Bawa Banyak DLC Biar Makin Seru
» Legenda Kembali! SEGA Rilis Video Wawancara Cast Yakuza Kiwami 3 & Dark Ties

Di sisi lain, Yakuza Maneges juga menegaskan diri sebagai organisasi non-partisan dan tidak berseberangan dengan negara. Mereka justru menyatakan siap berjalan beriringan dengan aparat penegak hukum dan membantu masyarakat yang menghadapi masalah hukum maupun sosial. Peran yang ingin diambil bukan cuma sebagai pendamping, tapi juga semacam pengawal moral di tengah masyarakat. Dalam visi yang disampaikan, mereka menyebut diri sebagai penjaga yang lemah, pembela yang benar, dan pembenah yang salah. Artinya, mereka membuka ruang untuk membela korban ketidakadilan sekaligus berani mengkritisi dan menindak berbagai bentuk penyimpangan, termasuk jika pelakunya pejabat ataupun tokoh agama yang dianggap melenceng.

Deklarasi Yakuza Maneges ini turut dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang memberi apresiasi terhadap keberanian memakai nama Yakuza dengan makna yang sama sekali berbeda dari citra mafia Jepang. Menurutnya, apa yang dilakukan Gus Thuba adalah upaya mengemas semangat dakwah dalam bentuk baru, dengan bahasa dan cara yang lebih dekat ke mereka yang selama ini jauh dari ruang-ruang keagamaan formal. Vinanda juga mengaitkan gerakan ini dengan warisan dakwah almarhum Gus Miek yang sejak dulu percaya bahwa seberapa pun jauh seseorang dari kebaikan, mereka tetap layak dirangkul, bukan dijauhi. Ia berharap kehadiran Yakuza Maneges bisa jadi energi positif baru bagi Kediri dan mendukung visi kota MAPAN, yaitu maju, agamis, produktif, aman, dan ngangeni. Dengan posisi seperti itu, Yakuza Maneges diharapkan bukan cuma jadi organisasi baru yang ramai di awal lalu hilang begitu saja, tapi benar-benar konsisten mengawal perubahan dan memberi jalan pulang bagi mereka yang ingin memperbaiki diri.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru