NEWS

Hideki Kamiya Bela Nagoshi Studio dari Netizen yang Hobi Ngetawain Kegagalan

Archie Gummy   |   Kamis, 14 May 2026


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Salah satu director game terkemuka, Hideki Kamiya lagi-lagi jadi sorotan setelah melontarkan unek‑unek pedas soal netizen yang hobinya ngetawain kegagalan orang lain di internet. Postingan terbarunya ini langsung rame, diliat ratusan ribu orang. Dari statement Kamiya, kelihatan jelas kalau dia muak banget sama perilaku orang yang merasa paling benar padahal kerja nyatanya belum tentu ada.

Dalam tulisannya, Kamiya ngomong soal orang‑orang yang seneng banget nyamber kesialan orang lain, lalu ceramah panjang lebar seolah mereka paling paham dan paling suci dari kesalahan. Mereka mentertawakan para penantang atau orang yang berani mencoba, lalu memposisikan diri seakan mereka itu pemenang yang gak pernah gagal. Di sini Kamiya kayak ngelempar pertanyaan balik ke mereka, intinya kurang lebih gini: kalau berani ngejek orang lain, emang lo sendiri sudah ngelakuin sesuatu yang lebih pantas dibanggakan dari orang yang lo serang itu. Kalau belum, ya coba bercermin dulu sebelum sok jadi juri kehidupan orang lain.

Dia juga menekankan kalau perilaku seperti itu menurutnya benar‑benar konyol dan menyedihkan, sampai dia menyebutnya sebagai sesuatu yang di luar batas lucu, alias bukan lagi bahan candaan tapi sudah memalukan. Di era di mana komentar pedas dan budaya cancel sering dianggap hiburan, kata‑kata Kamiya ini kerasa seperti tamparan buat mereka yang merasa aman di balik layar dan akun. Apalagi ini datang dari sosok yang sudah lama berkecimpung di industri game dan sering jadi sorotan publik, jadi dia tahu banget rasanya jadi target omongan orang.

Hal yang menarik, di lanjutan komentarnya, Kamiya juga bilang bakal memblokir dan beres‑beres semua akun yang dia anggap sebagai serangga kotor yang mengerubungi postingannya. Istilah yang dipakai cukup ekstrem, tapi justru menunjukkan seberapa jenuhnya dia dengan komentar toksik yang muncul tiap kali ada orang yang jatuh atau gagal. Langkah blokir massal ini bisa dibilang bentuk self‑defense di dunia digital, semacam cara untuk menjaga kesehatan mental di tengah serangan komentar negatif tanpa henti.

Baca ini juga :


» Hideki Kamiya Dan Yoko Taro Akui Teknologi Game Korea Ungguli Jepang
» Hideki Kamiya Block Orang Indonesia Karena Bertanya Tentang Game Bayonetta
» NetEase Stop Pendanaan Nagoshi Gaming Studio, Gang of Dragon Terancam Batal
» Hideki Kamiya Konfirmasi Lima Petinggi Platinum Games Hengkang
» Rumor: NieR 3 Sudah Dalam Tahap Pengembangan

Kalau ditarik lebih luas, omongan Kamiya ini nyentil banget sama budaya internet sekarang, termasuk di kalangan gamer. Banyak orang yang mungkin belum pernah bikin apa‑apa, tapi gampang banget ngejek game jelek, developer gagal, atau proyek batal hanya dari satu berita atau satu cuplikan. Padahal di balik setiap karya, apalagi game besar, ada tim yang berjuang, eksperimen, ambil risiko, dan tentu aja gak semua berujung sukses. Ketika kegagalan itu dijadiin bahan tontonan dan bahan ketawa, yang hilang adalah rasa menghargai usaha dan keberanian mencoba.

Komentar Kamiya juga bisa dibaca sebagai ajakan buat lebih sadar diri sebelum ngehujat orang lain di internet. Bukan berarti kritik gak boleh, tapi bedanya kritik dengan nginjak orang yang lagi jatuh itu jauh banget. Kritik fokus ke karya, topik, atau keputusan, sementara serangan personal dan ejekan ke orang yang lagi apes cuma nunjukkin betapa kosongnya pencapaian si pemberi komentar. Dan itu yang dia tekanin: jangan sok merasa diri pemenang kalau belum tentu punya sesuatu yang bisa dibanggakan lebih dari orang yang sedang lo hina.

Buat para pelaku industri kreatif, terutama di ranah game, suara seperti ini mungkin terasa mewakili. Banyak kreator yang capek sama komentar pedas tiap kali ada proyek gagal, padahal risiko gagal itu bagian alami dari proses mencoba sesuatu yang baru. Sementara buat kita sebagai penikmat, postingan ini bisa jadi pengingat bahwa di balik layar monitor ada manusia beneran, bukan karakter fiksi yang bebas kita hina tanpa konsekuensi. Pada akhirnya, keberanian mencoba jauh lebih bernilai daripada keberanian ngetik komentar sinis tanpa pernah bikin apa‑apa.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru