NEWS

Developer Game Ananta Sebut Gamenya Gak Mau Sepert Game Gacha Anime-Style Lain

Archie Gummy   |   Minggu, 31 May 2026


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Ananta lagi jadi bahan obrolan panas di kalangan gamer, dan kali ini alasannya cukup menarik karena tim di baliknya baru saja buka-bukaan soal visi mereka lewat laporan keuangan kuartal pertama. Mereka jelasin kalau mereka tidak mau sekadar ikut arus tren game gacha atau game anime-style yang udah penuh sesak di pasar sekarang. Nama-nama besar kayak Wuthering Waves, Genshin Impact, Arknights Endfield, sampai Neverness to Everness disebut sebagai contoh kompetitor di genre yang mirip, tapi mereka dengan cukup pede bilang kalau fokus mereka bukan di siapa yang duluan rilis atau berapa banyak saingan yang ada. Buat mereka, kunci sukses itu ada di pengalaman main yang benar-benar beda, berkualitas, dan punya nilai berarti buat pemain.

Mereka sampai bilang kalau pemain selalu punya keinginan kuat buat dapat pengalaman yang inovatif dan terasa lebih halus, bukan sesuatu yang asal jadi. Karena itu, mereka terang-terangan nyatain lebih milih ngambil waktu lebih lama demi ngerjain game ini dengan benar, daripada buru-buru rilis dan ujung-ujungnya cuma jadi game yang biasa aja. Buat kamu yang suka ngikutin perkembangan game live service atau gacha, sikap kayak gini pasti kedengaran familiar, tapi juga cukup melegakan kalau benar-benar diwujudin. Banyak studio ngomongnya mirip, tapi eksekusinya kadang nggak nyampe ekspektasi, jadi wajar kalau sebagian komunitas masih bersikap waspada.

Hal yang bikin Ananta terasa beda adalah cara mereka memposisikan diri. Mereka bilang dengan jelas kalau mereka tidak menganggap Ananta sebagai game anime-style tradisional. Tujuan mereka adalah ngejar terobosan di genre open-world city, sesuatu yang lebih dekat ke fantasi hidup bebas di sebuah kota virtual besar dibanding sekadar eksplorasi dunia fantasi ala kebanyakan game anime. Mereka pengin narik pemain yang tertarik dengan konsep hidup di kota terbuka, bisa berkeliling, bereksperimen, dan ngerasa kayak punya ruang bermain sendiri di dunia digital itu. Itu berarti arah seni, tone cerita, sampai desain gameplay-nya bakal digeser ke audiens yang lebih luas, bukan cuma buat satu tipe penggemar anime tertentu aja.

Dari pernyataan mereka, kelihatan kalau tim Ananta tidak mau ngurung diri dalam pola yang udah ada, entah dari segi visual, storytelling, ataupun mekanik permainan. Mereka ngomong kalau mereka nggak mau terikat sama pola tetap dan nggak mau cuma mengulang formula yang udah sukses dipakai game lain. Kata-kata yang dipilih juga nunjukin tingkat kepercayaan diri yang lumayan tinggi, seakan mereka yakin punya sesuatu yang cukup kuat buat berdiri sendiri tanpa harus terlalu memikirkan kompetisi secara langsung. Sampai-sampai, si pembuat postingan yang ngebahas ini pun ngaku kalau dia jadi makin semangat dan optimistis ngeliat masa depan Ananta.

Baca ini juga :


» Where Winds Meet 2.0 Dimulai! Hidden Mountain Bertema Eastern Steampunk Hadir 23 Juli
» Summer Fiesta! Sword of Justice v1.2.3 Bawa Gameplay Pesta Baru, Mount Menggemaskan dan Banyak Bonus
» Marvel Rivals Beri Kompensasi Pada Player Yang Bertemu Cheater
» Where Winds Meet Hexi Expansion Chapter 2: Liangzhou Siap Rilis 2 April 2026
» Sword of Justice Update v1.2.0 Hadirkan School Baru, Gameplay Inovatif dan Konten yang Berlimpah

Di sisi komunitas, reaksi para pemain campur aduk tapi umumnya diwarnai rasa penasaran dan harapan. Ada yang bilang mereka excited dan cuma berharap gamenya cepat rilis, karena hype yang dibangun sudah lumayan lama. Di sisi lain, ada juga yang lebih skeptis, bilang kalau janji kayak gini sudah sering kedengeran dari berbagai proyek lain, termasuk game non-tradisional lain yang tadinya digadang-gadang bakal jadi penyelamat genre tapi ternyata nggak sesuai harapan. Sebagian pemain juga mulai nerka-nerka arah desain Ananta, ada yang merasa vibe-nya bakal mirip campuran game superhero kota terbuka dan sandbox kriminal besar, tapi tentu itu masih sebatas spekulasi dari trailer dan informasi yang ada.

Ada juga komentar menarik soal tantangan di genre open-world city, terutama kalau nantinya Ananta akan dibandingkan dengan raksasa seperti GTA 6 yang sudah ditunggu-tunggu. Beberapa orang menilai kalau menyaingi standar pengalaman open world di level itu jelas nggak gampang, tapi kalau Ananta benar-benar fokus ke sesuatu yang unik dan bukan sekadar menyalin, masih ada ruang besar buat mereka punya identitas sendiri. Ada yang merasa nada pernyataan pengembang ini sedikit mengarah ke kemungkinan jadwal rilis yang mundur jauh, mungkin ke 2027 atau 2028, tapi mereka tetap bilang masih antusias menunggu. Buat gamer yang sabar, janji kualitas dan kebebasan eksplorasi di kota virtual mungkin lebih penting daripada tanggal rilis yang mepet.

Pada akhirnya, pesan utama yang disampaikan dari pihak Ananta adalah komitmen buat ngasih pengalaman yang unik dan bernilai, bukan cuma jadi satu lagi game yang ikut pola yang sama. Mereka nggak mau kejar rilis cepat, mereka nggak fokus ke siapa lawannya, dan mereka sengaja ngerjain game ini dengan visi yang lebih luas dari sekadar anime-style. Buat kamu yang sudah bosan dengan formula gacha atau open world yang itu-itu saja, arah yang mereka omongin ini kedengeran menggoda dan bikin penasaran sejauh apa mereka bisa nepatin janji. Sekarang tinggal nunggu bukti nyata lewat build yang bisa dimainkan dan informasi lanjutan di event atau showcase berikutnya, sementara hype pelan-pelan terus naik di kalangan komunitas.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru