NEWS

Naoki Hamaguchi Pilih Project Game AA dan Franchise Baru Dibanding Bikin Remake Lagi

Archie Gummy   |   Senin, 15 Jun 2026


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Naoki Hamaguchi akhirnya angkat suara soal masa depan setelah rampung ngerjain trilogi Final Fantasy VII remake, dan yang paling bikin kaget adalah pernyataannya soal remake berikutnya yang bisa dibilang cukup tegas. Ia bilang proyek selanjutnya yang ia pengen garap itu bukan remake, titik. Buat sutradara yang udah hampir 10 tahun hidup bareng FFVII, ini kedengaran kayak sinyal kuat kalau dia pengen lepas dari bayang bayang masa lalu dan coba sesuatu yang benar benar baru atau setidaknya berbeda skala dari proyek sebelumnya.

Kalau lihat perjalanan timnya, wajar sih kalau Hamaguchi pengen istirahat dari dunia remake. Final Fantasy VII Remake rilis 2020, disusul Rebirth di 2024, dan sekarang Revelation dikerjain cuma tiga tahun dan dijadwalkan meluncur musim semi 2027. Dalam standar industri game modern, tiga tahun untuk penutup trilogi AAA itu gila cepatnya, apalagi dia bilang sendiri bikin game besar sekarang itu sama sekali bukan tugas yang mudah. Faktanya, 95 persen tim Rebirth tetap lanjut ngerjain Revelation, jadi ini bener bener tim yang sudah ditempa bareng selama satu dekade, bukan tim baru yang harus adaptasi dari nol.

Di balik development yang ngebut itu, keliatan banget kalau Hamaguchi tipe sutradara yang keras kepala dalam arti positif. Contohnya waktu dia maksa Highwind bisa terbang bebas keliling dunia tanpa ketemu tembok gaib yang bikin immersion rusak. Secara teknis, ini jelas bikin pusing engineer, sampai mereka awalnya nolak karena sulit dibuat terlihat natural dan mulus. Tapi Hamaguchi ngegas terus, bilang fitur itu non nego dan penting buat pengalaman pemain, dan pada akhirnya ide itu tembus juga masuk build final. Keputusan kayak gini kelihatan kecil di atas kertas, tapi buat gamer yang benci invisible wall, ini adalah perbedaan antara dunia yang kerasa hidup dan dunia yang berasa cuma arena besar.

Menariknya, Hamaguchi juga ngulik soal feedback Rebirth, terutama soal mini game yang dianggap kebanyakan. Dia tidak merasa memberi terlalu banyak aktivitas sampingan itu selalu buruk, karena pada dasarnya pemain bisa pilih mau nyentuh konten sampingan atau fokus ke cerita utama. Tapi dia ngaku ada satu hal yang perlu diubah, yaitu hadiah yang terlalu ngaruh ke sistem combat. Di Revelation, ia dan tim menggeser reward mini game jadi lebih ke kosmetik seperti skin karakter dan senjata, bukan lagi item yang menggoyang strategi pertarungan. Pendekatan ini kelihatan sebagai kompromi yang cukup sehat, tetap kasih alasan buat eksplorasi tanpa bikin pemain merasa wajib grind demi meta terbaik.

Soal sistem job, Hamaguchi bareng sang combat director Teruki Endo juga mencoba nambah kedalaman tanpa bikin pemain mumet. Mereka akhirnya milih pendekatan job system dengan jumlah yang realistis, empat job per karakter lewat sistem FITS, plus skill tree biar tiap role punya progres yang dalam. Konsekuensinya, tiap karakter otomatis dapat empat kostum dan tampilan berbeda, dan ini bikin tim desainer ikut ketarik dalam lingkaran lembur karena workload meningkat. Lucunya, di momen lain dia juga cerita bagaimana ada detail kecil seperti gaya Vincent pakai parasut yang bukan idenya, tapi kreativitas anggota tim lain. Dari sini kerasa banget kalau dia senang mendorong tim sampai batas, tapi sekaligus bangga memberi ruang kreativitas ke orang orang di sekelilingnya.

Baca ini juga :


» Simu Liu Kasih Sinyal Kuat Buat Sleeping Dogs Movie Bakal Beneran Terjadi
» Nggak Cuman Gamenya Aja, Disney Resmi Akan Buat Series Kingdom Hearts!
» Udah Fix Ga Delay Lagi? Kingdom Hearts IV Disebut 100% Rilis Tahun 2027
» Pengumuman Live Event D23 Bikin Fans Kingdom Hearts Makin Berharap
» SQUARE ENIX STORE Plus Resmi Perluas Layanan di Asia & Oseania

Dengan semua energi, kompromi, dan pengorbanan itu, pernyataan Hamaguchi bahwa proyek selanjutnya tidak akan jadi remake terasa lebih manusiawi. Ia mengakui bahwa sebagai tim, ada peluang untuk menggarap judul yang skalanya lebih kecil seperti AA, bikin Final Fantasy baru, atau bahkan melahirkan franchise AAA baru. Ia sendiri terdengar pengen banget tetap bekerja dengan tim yang sama karena sudah kebentuk chemistry dan kepercayaan tinggi. Tapi di sisi lain, ia sadar kalau menahan semua talenta terbaik di satu atau dua proyek saja bisa menghambat pertumbuhan perusahaan dan kesempatan anggota tim untuk berkembang di judul lain. Di sinilah dilema yang ia hadapi sebagai sutradara, bukan cuma kreator tunggal.

Jadi ketika ia menegaskan bahwa proyek berikutnya tidak akan menjadi remake, itu bukan sekadar lelah dengan nostalgia, tapi juga refleksi dari perjalanan panjang mengerjakan trilogi yang berat dari segala sisi. Ia sudah membuktikan bahwa remake bisa digarap dengan visi jelas, ritme rilis relatif cepat, dan kualitas tinggi, selama tim solid dan arah tidak sering berubah. Sekarang, setelah Highwind akhirnya benar benar terbang bebas dan cerita FFVII versinya selesai, wajar kalau ia pengen menerbangkan kreativitasnya ke dunia yang baru juga. Buat fans, ini mungkin berarti butuh waktu buat move on dari hype remake, tapi di sisi lain, cukup bikin penasaran seperti apa game orisinal atau seri baru yang lahir dari tangan orang yang berani bilang cukup untuk satu era remake.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru