




Jelang berakhirnya musim kompetitif MPL Indonesia Season 17, rumor transfer pemain mulai ramai dibicarakan. Di tengah panasnya bursa transfer, mantan pelatih profesional MLBB, Age, membagikan pandangannya mengenai praktik-praktik yang kerap terjadi di balik layar industri esports.
Baca ini juga :
» Wujudkan Mipim Pro Player Anak Muda, realme 828 Gaming Tournament Bertepuk Tema “Make Passion Real”
» Baloyskie Resmi "Pulang" ke ONIC: Mengisi Jajaran Coaching Staff ONIC ID
» Andra ST dan Robby Pantjoro Alami Kecelakaan Tunggal, McLaren 720S Terbelah Dua di Sukoharjo
» Nongshim RedForce Juara PMMI 2026, Tundukkan Persaingan Sengit di Grand Final Macau
» Paper Rex Tersingkir dari EWC 2026 Usai Tumbang 1-2 dari Karmine Corp
Dalam salah satu sesi diskusi, Age mengungkap bahwa tidak semua pemain yang masuk daftar transfer benar-benar tersedia untuk direkrut tim lain. Menurutnya, ada beberapa organisasi yang memasukkan nama pemain ke bursa transfer, namun ketika ada tim yang serius melakukan penawaran, negosiasi justru dipersulit atau bahkan ditolak begitu saja.
Praktik tersebut dinilai dapat menghambat pergerakan pemain dan membuat proses transfer menjadi tidak transparan. Secara teknis pemain memang berada di daftar transfer, tetapi peluang untuk berpindah tim tetap sangat kecil apabila organisasi asal tidak memiliki niat untuk melepas sang pemain.
Tidak hanya soal transfer, Age juga menyinggung kemungkinan adanya permainan di balik layar berupa penyebaran citra negatif terhadap organisasi tertentu. Ia mencontohkan bagaimana sebuah tim bisa kesulitan mendapatkan pemain apabila beredar informasi bahwa manajemen mereka bermasalah atau lingkungan kerjanya tidak kondusif. Meski belum tentu benar, persepsi seperti itu dapat memengaruhi keputusan pemain maupun pihak yang ingin melakukan perekrutan.
Menurut Age, kondisi serupa pernah dirasakan oleh EVOS Esports pada masa lalu. Ketika reputasi organisasi dipertanyakan oleh sebagian pihak, proses membangun kembali roster menjadi jauh lebih sulit karena calon pemain memiliki banyak pertimbangan sebelum bergabung.
Pernyataan tersebut pun menarik perhatian publik, terutama setelah RRQ Hoshi dipastikan gagal lolos ke playoff MPL ID Season 17 dan dikabarkan akan melakukan evaluasi besar-besaran. Jika benar RRQ ingin merombak susunan pemain untuk musim depan, situasi bursa transfer yang tidak sehat tentu bisa menjadi hambatan tambahan dalam proses rebuilding.
Meski demikian, hingga saat ini tidak ada indikasi bahwa RRQ mengalami situasi yang sama seperti yang diceritakan Age. Namun, pernyataan tersebut memberikan gambaran bahwa proses transfer pemain profesional tidak sesederhana yang terlihat di permukaan, karena ada banyak faktor non-teknis yang bisa memengaruhi perpindahan seorang pemain dari satu tim ke tim lain.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Wujudkan Mipim Pro Player Anak Muda, realme 8...