




Netflix lagi-lagi bikin langkah berani di dunia adaptasi game, kali ini dengan ngincer Persona sebagai proyek live action barunya. Buat banyak fans Atlus, berita ini rasanya lebih kayak mimpi buruk yang tiba-tiba jadi nyata daripada sesuatu yang mereka tunggu-tunggu. Bayangin aja, seri RPG remaja supernatural dengan drama sekolah, dewa, dan dunia lain yang super stylis ini sekarang lagi disiapin buat diubah jadi serial live action. Banyak yang langsung kebayang skenario terburuk, apalagi rekam jejak adaptasi game ke live action selama ini tuh ya… gitu-gitu banget.
Netflix is developing a live-action series based on the “Persona” video game franchise.
— Variety (@Variety) June 29, 2026
Christopher Monfette is attached to write the adaptation in addition to serving as executive producer and showrunner.https://t.co/DFzYPuCMDM pic.twitter.com/NwEe2436JF
Laporan terbaru nyebut kalau platform merah besar itu lagi ngembangin serial live action berdasarkan franchise Persona, tapi belum jelas bakal ngangkat game yang mana, karakter siapa, atau malah cerita baru di dunia yang sama. Yang jelas, ini datang di momen menarik, soalnya Atlus sendiri baru aja resmi nge-tease entri terbaru seri ini, Persona 6, yang lagi jadi bahan obrolan di kalangan gamer. Jadi di satu sisi, IP Persona lagi panas-panasnya, di sisi lain fans juga masih sensi soal gimana franchise ini diperlakukan di luar game, termasuk anime dan spin off lain.
Di balik layar, proyek ini diisi nama-nama yang cukup berat di industri TV dan film. Christopher Monfette kabarnya bakal jadi penulis sekaligus showrunner dan eksekutif produser. Dia sebelumnya pernah ngerjain serial macam 9-1-1 di stasiun TV besar dan juga terlibat di Star Trek Picard. Selain itu, ada juga Shawn Levy dan Robert Atwood yang duduk sebagai eksekutif produser lewat studio 21 Laps, yang baru-baru ini ikut memproduksi film horor box office Backrooms. Levy sendiri dikenal sebagai sutradara Deadpool and Wolverine dan sekarang lagi nyiapin film Star Wars bertajuk Starfighter. Di sisi lain, studio Story Kitchen juga ikutan nimbrung, studio yang lagi rajin megang proyek adaptasi lain, termasuk live action buat IP game lain.
Sampai sekarang, pihak platform streaming ini masih bungkam dan milih buat nggak ngasih komentar apa pun soal rumor serial Persona ini. Informasinya juga baru sebatas proyek yang masih di tahap awal pengembangan, jadi kemungkinan bubar jalan itu masih ada. Menariknya, justru kemungkinan gagal inilah yang diam-diam banyak diharapkan fans yang pesimis dari awal. Buat mereka, Persona itu paket lengkap: visual stylis, musik unik, tema psikologis, kritik sosial, plus keseharian anak sekolah Jepang yang susah banget diterjemahin ke format live action tanpa kehilangan nyawa.
Kalau pun jadi jalan terus, serial Persona ini bakal masuk ke barisan panjang adaptasi game di platform tersebut, barengan sama judul-judul lain yang lebih dulu sukses atau minimal rame dibahas, kayak The Witcher, Arcane, dan Cyberpunk Edgerunners yang bahkan dikonfirmasi bakal balik dengan musim kedua yang sangat ditunggu tahun ini. Rekam jejak ini bikin situasinya agak rumit. Di satu sisi, ada bukti kalau adaptasi game bisa dieksekusi dengan keren. Di sisi lain, ada juga contoh adaptasi yang jatuhnya nanggung, kehilangan identitas aslinya, atau terlalu jauh dari materi sumber aslinya (seperti game contohnya).
Baca ini juga :
» Ga Disangka, Shift Up Hadirkan Kolaborasi Nikke x Persona!
» GTA 6 Bakal Pamer Trailer, Netflix Jadi Tempat Penayangan Perdana
» Developer Game FIFA Netflix PHK 85% Karyawannya, Ada Apa Ya?
» Viral Calling Card Fans Persona Buat CEO PlayStation, Protes Kebijakan Full Digital?
» Persona 6 Udah Bisa Di-wishlist! SEGA Beri Bocoran Remake Persona 4
Hal yang bikin banyak orang makin waswas adalah pertanyaan klasik: sebenarnya serial ini mau ditujukan buat siapa. Fans lama Persona jelas punya ekspektasi tinggi, dari desain karakter sampai cara tema-tema berat seperti depresi, korupsi politik, dan konflik batin ditampilkan. Tapi kalau proyek ini dibikin terlalu aman, terlalu generik, atau terlalu disesuaikan ke selera penonton arus utama, ada risiko Persona jadi sekadar drama remaja supernatural biasa. Apalagi seri game ini juga identik banget dengan simbolisme agama, okultisme, dan visual yang berani, yang belum tentu bisa lewat sensor atau standar tontonan massa.
Di tengah semua kekhawatiran itu, peluang sebenarnya masih ada kalau mereka berani ambil pendekatan yang tepat. Misalnya, nggak maksa ngulang cerita salah satu game, tapi bikin kisah original di dunia Persona dengan cast baru, sambil tetap mempertahankan elemen-elemen kunci kayak Velvet Room, kontrak, dan tema menghadapi sisi gelap diri sendiri. Fans juga ada yang bilang bakal lebih tertarik kalau settingnya bukan di Jepang lagi, melainkan di negara lain, selama esensi Persona tetap kerasa. Tapi tentu aja semua itu masih sebatas spekulasi, karena detil resmi belum ada, dan semua yang kita tahu baru sebatas laporan awal.
So, untuk sekarang, yang bisa dilakukan komunitas cuma satu: nunggu sambil setengah pasrah dan setengah siap kaget. Apakah serial live action Persona ini bakal jadi kejutan menyenangkan yang bisa ngangkat standar adaptasi game lagi, atau malah masuk daftar panjang proyek yang dilupain fans dan cuma dijadiin bahan meme, kita bakal lihat nanti kalau proyeknya beneran lanjut sampai tahap produksi dan rilis. Yang jelas, kabar ini udah cukup buat bikin fandom Persona kebagi dua antara yang penasaran dan yang cuma bisa geleng-geleng kepala.
Gimana? menarik banget, kan? selain artikel ini, KotakGame juga ada video seru loh, yuk lah tonton!
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Ga Disangka, Shift Up Hadirkan Kolaborasi Nik...