




Kreator Death Stranding dan Metal Gear, Hideo Kojima, kembali menyuarakan kekhawatirannya mengenai masa depan distribusi game digital. Dalam sebuah sesi wawancara di festival film Il Cinema in Piazza di Italia, Kojima mengaku sedih melihat industri yang semakin meninggalkan media fisik dan mulai mengarah ke layanan berbasis streaming.
Pernyataan tersebut muncul setelah Sony memastikan produksi game fisik PlayStation akan dihentikan mulai tahun 2028. Meski begitu, Kojima menilai situasi game digital saat ini masih berbeda dibandingkan layanan streaming murni.
Menurutnya, ketika membeli game digital, pemain tetap mengunduh data game ke penyimpanan perangkat mereka. Selama data tersebut masih tersimpan di hard drive atau SSD, pemain pada dasarnya masih memiliki akses terhadap game tersebut.
Hideo Kojima on the end of physical disc production for video games:
— Genki✨ (@Genki_JPN) July 5, 2026
"Since production is ending in 2028, this is about video games, but I grew up with physical media, so I find it really sad. Currently, I’ve been buying up a lot of Blu-rays, such as various movies, and CDs too.… pic.twitter.com/ivL989gOFd
Namun, Kojima mengaku lebih mengkhawatirkan masa depan jika industri sepenuhnya beralih ke model cloud gaming atau streaming, di mana seluruh data game berada di server perusahaan dan pengguna hanya mendapatkan hak untuk mengaksesnya.
Ia membandingkan sistem tersebut dengan layanan seperti Netflix atau Amazon Prime Video. Menurutnya, pelanggan hanya menyewa akses ke konten, bukan benar-benar memilikinya. Selama langganan aktif dan server masih menyediakan konten tersebut, pengguna bisa menikmati film atau serial. Namun jika suatu saat lisensi berakhir atau layanan berubah, akses tersebut bisa hilang begitu saja.
Kojima menilai kondisi serupa bisa terjadi pada video game apabila seluruh industri nantinya mengandalkan streaming. Dalam skenario tersebut, pemain tidak lagi memiliki salinan game di perangkat mereka, melainkan sepenuhnya bergantung pada server milik perusahaan.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan kebijakan perusahaan, situasi politik, maupun faktor global dapat memengaruhi distribusi konten digital. Jika suatu hari layanan dihentikan atau akses dibatasi, pemain berpotensi kehilangan kesempatan memainkan game yang telah mereka beli atau sukai.
Baca ini juga :
» Playstation Gelar Diskon Sampai 75%, di Playstation Store
» Cantik Trus Vibenya PS2 Banget, Game Duskfade Rilis Bikin Nostalgia Lagi
» Ghost of Yōtei Complete Edition Resmi Hadir di PS5 pada 1 Oktober 2026
» PlayStation Unjuk Gigi! Konsol dan Aksesori PS5 Marvel's Wolverine Limited Edition Resmi Diumumkan
» Steam Deck Kini Bisa Streaming Game PS5 Tanpa Perlu Punya Konsol
Karena alasan itulah Kojima mengaku masih gemar mengoleksi Blu-ray dan CD hingga saat ini. Baginya, media fisik memberikan rasa aman karena pengguna benar-benar memiliki salinan konten tersebut tanpa bergantung pada server atau layanan berlangganan.
Di akhir pernyataannya, Kojima berharap publik mulai memikirkan dampak jangka panjang dari transisi menuju era digital. Menurutnya, apa yang mulai terjadi pada industri game pada 2028 bukan tidak mungkin juga akan semakin meluas ke industri film dan hiburan lainnya di masa depan.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Playstation Gelar Diskon Sampai 75%, di Plays...