




Setelah Sony resmi ngumumin kalau mulai Januari 2028 mereka gak akan lagi produksi disc untuk game PlayStation baru, artinya semua rilis baru nanti cuma tersedia secara digital saja. Sony bilang langkah ini adalah arah alami mengikuti tren konsumen yang sekarang lebih banyak beli game secara unduhan ketimbang fisik. Keputusan ini mencakup semua game PlayStation yang dirilis mulai 2028, baik buatan Sony sendiri maupun pihak ketiga, sementara game yang rilis sebelum Januari 2028 tetap bisa dijual dalam bentuk disc seperti biasa.
GameFile:
— Hunter 🎮 (@NextGenPlayer) July 3, 2026
After Jan 2028, partners "will still be able to place re-orders for existing PlayStation disc games”https://t.co/QGmZ1SP7ph pic.twitter.com/KWKQOy97hy
Peralihan ke digital penuh ini jelas bikin heboh karena menandai titik balik besar buat industri game yang selama puluhan tahun lekat dengan kaset, CD, DVD, sampai Blu‑ray. Sony juga menyebut masih mau menjual produk fisik lewat toko ritel, cuma bentuknya kemungkinan besar bukan disc lagi — misal kotak yang isinya kode redeem atau kartu game yang isinya tautan download — detail pastinya belum diumumkan. Di sisi lain, data internal Sony nunjukin hampir empat dari lima pembelian game PS4/PS5 sekarang dilakukan secara digital, jadi keputusan ini sebenarnya bukan datang tiba‑tiba, melainkan puncak dari tren yang udah berlangsung beberapa tahun.
Dampaknya ke konsumen beragam. Di satu sisi banyak keuntungan ekonomi: Sony bisa hemat biaya produksi dan pengiriman disc, mungkin juga bikin konsol generasi depan (PS6) lebih murah dengan menghilangkan drive optik dari konfigurasi dasar. Analis industri bahkan berpendapat kemungkinan besar PS6 dasar nanti gak bakal punya drive — kalau iya berarti kompatibilitas ke disc lama bisa makin rumit dan mungkin solusi back‑compat pakai cara lain. Selain itu, digital penuh bikin distribusi lebih mudah, penelusuran penjualan lebih rapih, dan kurangi risiko kebocoran build sebelum rilis.
Tapi gak semua orang setuju. Grup gamer yang suka kepemilikan fisik khawatir soal preservasi dan akses jangka panjang, karena beli versi digital pada dasarnya membeli lisensi yang bisa jadi rentan kalau server ditutup atau toko online berubah kebijakan. Contoh nyata, Sony juga ngumumin akan menutup pasar digital PlayStation 3 dan PS Vita di banyak negara pada Juli 2027, yang berarti permainan digital khusus platform itu bakal berhenti dijual — meski Sony bilang pembelian yang udah dilakukan masih bisa diunduh untuk sementara waktu. Penutupan toko lama ini bikin kekhawatiran soal hilangnya akses ke game‑game digital lawas makin nyata bagi kolektor dan player retro.
Baca ini juga :
» Playstation Gelar Diskon Sampai 75%, di Playstation Store
» Cantik Trus Vibenya PS2 Banget, Game Duskfade Rilis Bikin Nostalgia Lagi
» Ghost of YĹŤtei Complete Edition Resmi Hadir di PS5 pada 1 Oktober 2026
» PlayStation Unjuk Gigi! Konsol dan Aksesori PS5 Marvel's Wolverine Limited Edition Resmi Diumumkan
» Steam Deck Kini Bisa Streaming Game PS5 Tanpa Perlu Punya Konsol
Praktikalnya buat pemain di negara berkembang termasuk Indonesia ada banyak hal yang mesti dipikirin, terutama soal koneksi internet dan biaya kuota untuk unduhan besar; beberapa gamer mengeluh kalau internet lambat atau mahal maka pindah total ke digital bakal menyulitkan mereka. Di sisi industri ritel, peralihan ini bisa merombak cara jualan di toko fisik: dari menjajakan casing disk jadi menjual kode redeem atau kartu kecil yang ngetengahin link download, dan itu akan mengubah pengalaman belanja buat sebagian orang yang masih pengen pegang kotak game di raknya.
Satu hal menarik: langkah Sony ini datang berbarengan dengan tren publisher besar yang udah mulai rilis game tanpa versi disc, contohnya kabar bahwa GTA VI akan dirilis tanpa versi disc untuk beberapa platform, yang makin memperkuat momentum digitalisasi industri game. Pertanyaan besar ke depan adalah apakah Microsoft bakal ikutan, bagaimana reaksi publisher pihak ketiga, dan apakah ada versi PS6 yang masih sediakan drive sebagai opsi bagi penggemar fisik.
Intinya, pengumuman Sony ini menandai era baru untuk PlayStation dan mungkin industri game global, dengan pro dan kontra yang jelas: efisiensi dan kenyamanan versus soal kepemilikan, preservasi, dan akses di wilayah dengan infrastruktur internet terbatas. Buat kita para gamer dan kolektor, sekarang waktunya mikir ulang cara membeli, menyimpan, dan menjaga koleksi game agar gak hilang bersama bergesernya teknologi
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Playstation Gelar Diskon Sampai 75%, di Plays...