




Pernah membayangkan main game action berkecepatan tinggi seperti Black Myth: Wukong tanpa perlu memegang stik controller, mouse, atau keyboard sama sekali? Di ajang World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, hal tersebut bukan lagi sekadar adegan film sains fiksi, melainkan teknologi nyata yang bisa dicoba langsung oleh para pengunjung.
Melalui cuplikan video yang dibagikan oleh pengamat AI, Huang Lu, beberapa pengunjung pameran terlihat mengendalikan karakter Wukong hanya dengan mengandalkan sinyal pikiran.
Sistem ini memanfaatkan teknologi Brain-Computer Interface (BCI) tipe non-invasive (tanpa operasi/bedah) berbentuk ikat kepala atau headset pemindai sinyal Elektroensefalogram (EEG). Menurut staf pameran di lokasi, proses kalibrasi alat ini sangat cepat, hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk setiap pemain.
Berbeda dengan beberapa eksperimen BCI terdahulu yang mengharuskan pemain membayangkan gerakan tertentu secara spesifik (seperti membayangkan jangkrik melompat untuk tombol dodge), sistem di WAIC 2026 ini menggunakan pendekatan bernama Steady-State Visual Evoked Potentials (SSVEP):
Baca ini juga :
» Ekosistem AI Lenovo & Motorola Qira: Hadir di Lebih Banyak Perangkat, Wearable, dan Aplikasi Harian!
» Satu AI Personal untuk Semua Perangkat: Strategi Hybrid AI Lenovo Kian Nyata
» NVIDIA Akuisisi Hugging Face Senilai Rp 227 Triliun, Janjikan Ekosistem AI Tetap Terbuka
» Dorong Industri 4.0, Lenovo Operasionalkan Solusi Smart Manufacturing Berbasis AI Indonesia
» Rockstar Pastikan GTA 6 Tidak Akan Ada Microtransaction dan Generative AI
Potensi terbesar dari perkembangan teknologi BCI ini terletak pada aksesibilitas gaming. Bagi para gamers yang memiliki keterbatasan fisik, penyandang disabilitas, atau mengalami gangguan kendali motorik pada tangan dan jari, BCI memberikan ruang baru agar mereka tetap bisa menikmati permainan game-game modern.
Meski terlihat sangat futuristik, sebagai penikmat teknologi kita perlu membedakan antara fakta prototipe dan kesiapan pasar. BCI saat ini masih menghadapi dua tantangan utama:
Ajang WAIC 2026 juga memperlihatkan bahwa BCI tak cuma diproyeksikan untuk hiburan. Perusahaan BrainCo memamerkan headset EEG serupa yang memungkinkan pengguna mengendalikan lengan robotik hingga robot humanoid secara jarak jauh. Algoritma AI mereka mampu mengodekan niat gerak tubuh menjadi perintah robotik dalam waktu kurang dari 200 milidetik.
Meski belum siap menggantikan kecepatan dan keakuratan stik controller atau mouse-keyboard untuk penggunaan di rumah dalam waktu dekat, pengujian Black Myth: Wukong berbasis sinyal otak ini menjadi bukti nyata bahwa masa depan gaming yang lebih inklusif dan hands-free sudah semakin dekat.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Ekosistem AI Lenovo & Motorola Qira: Hadir di...