




Tren kenaikan harga hardware di tahun 2026 dipastikan belum mereda. Salah satu raksasa produsen semikonduktor terbesar di dunia, Qualcomm, dilaporkan telah memberi tahu para pelanggan bisnisnya bahwa harga chipset yang dikirim mulai 1 September 2026 akan naik hingga dua digit (minimal 10%).
Laporan ini pertama kali diungkap oleh Bloomberg dan dikonfirmasi oleh berbagai media teknologi global seperti Reuters, The Verge, serta PCMag.
Secara internal, Qualcomm menyatakan bahwa langkah ini diambil karena perusahaan sudah tidak mampu lagi "menyerap" tingginya lonjakan biaya operasional dari para pemasok (suppliers).
Ada dua faktor utama di balik keputusan ini:
Baca ini juga :
» Game Indie Lokal Nominasi The Game Awards, A Space for the Unbound Mampir ke Android!
» Review Lenovo Idea Tab Pro Gen 2: Tablet Android Rasa Laptop dengan Fitur AI dan WPS Office PC-Level
» Data Pengguna T1 Phone Bocor, Trump Mobile Malah Blunder Hadapi Krisis PR
» Lenovo Yoga Tab Segera Meluncur di Indonesia: Tablet AI Ringan untuk Kreativitas Tanpa Batas
» POCO X8 Pro Series Siap Gebrak Indonesia 2 April 2026: Definisi Performa "Rata Kanan"!
Kenaikan harga chipset ini akan memberikan efek domino pada berbagai lini perangkat elektronik yang bakal rilis di akhir tahun 2026 hingga 2027:
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Game Indie Lokal Nominasi The Game Awards, A ...