




Ketegangan antara Apple dan OpenAI resmi beralih dari persaingan industri menjadi pertarungan hukum. Berakhirnya kemitraan strategis kedua raksasa teknologi ini kini berujung pada meja hijau federal Amerika Serikat.
Apple Inc. resmi mengajukan permohonan perintah sela (preliminary injunction) kepada hakim federal Amerika Serikat pada awal Agustus 2026. Langkah hukum ini diambil untuk mendesak OpenAI agar segera menghentikan penggunaan dan mengembalikan segala bentuk informasi eksklusif yang diklaim Apple sebagai rahasia dagang perusahaan yang dicuri.
Selain meminta pengembalian data, Apple juga menuntut penghentian segala upaya OpenAI dalam memperoleh rincian pribadi lainnya terkait proyek perangkat keras (hardware) Apple yang belum dirilis ke publik. Kasus ini dijadwalkan akan mendengarkan argumen dari kedua belah pihak di pengadilan pada 1 Oktober mendatang.
Konflik ini dipicu oleh manuver agresif OpenAI yang merambah ke divisi perangkat keras. Berdasarkan dokumen gugatan, ketegangan memuncak setelah OpenAI merekrut Jony Ive, desainer veteran Apple, untuk memimpin pengembangan perangkat fisik AI mereka.
Baca ini juga :
» OpenAI Siapkan Fitur Pemadaman Otomatis di Tengah Ancaman Regulasi 'Kill Switch'
» Sewa iPhone dan Mac Resmi? Apple Siapkan Program Berlangganan Apple Upgrade Buat Dongkrak Penjualan
» NVIDIA TUMBANG! Apple Resmi Rebut Kembali Takhta Raja Teknologi!
» Gimmick Cara Koding Baru? OpenAI Codex Micro
» Tim Cook minta maaf karena karena apple naikin harga Macbook Neo ke 12 Jutaan, Gak jadi yang termurah lagi?
Secara total, OpenAI tercatat telah mempekerjakan lebih dari 400 mantan karyawan Apple. Puncak dari gugatan ini menyoroti nama Chang Liu, seorang mantan insinyur iPhone yang pindah ke OpenAI pada bulan Januari. Apple menuduh Liu mengakses dokumen rahasia desain perangkat keras Apple selama berminggu-minggu dengan memanfaatkan sebuah celah autentikasi sistem, tepat sebelum ia bergabung dengan perusahaan pembuat ChatGPT tersebut.
Pihak Apple dan OpenAI telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait eskalasi hukum ini dengan posisi yang saling bertolak belakang.
Dalam berkas pengadilan yang diajukan, tim kuasa hukum Apple menegaskan besarnya risiko dari kebocoran data ini terhadap perusahaan.
“Apabila rahasia dagang Apple digunakan dan tersebar di seluruh OpenAI, atau tertanam dalam produk dan operasinya, kerusakan yang ditimbulkan tidak dapat diperbaiki.”
Di sisi lain, OpenAI membantah keras tuduhan pencurian dan kampanye terkoordinasi tersebut melalui situs web resmi mereka, menyebut mosi Apple tidak memiliki dasar dan tidak diperlukan.
“Kami tidak memiliki, dan juga tidak menginginkan, rahasia dagang mereka. Kami jauh lebih tertarik untuk mengembangkan produk dan teknologi inovatif yang mendobrak batasan.”
Terkait tuduhan terhadap Chang Liu, OpenAI mengklaim bahwa akses informasi tersebut terjadi murni karena mantan rekan kerja Liu di Apple menghubunginya untuk meminta bantuan pekerjaan, bukan sebagai upaya spionase. OpenAI telah mempublikasikan potongan pesan teks antara Liu dan karyawan Apple tersebut sebagai bentuk pembelaan.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
OpenAI Siapkan Fitur Pemadaman Otomatis di Te...