NEWS

Kok Begini??? Creator Paulius Bikin Ulang Game Pokemon pake AI

Pieter Siahaan   |   Jumat, 07 Aug 2026


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Kalau kamu pernah main Pokémon Green atau setidaknya melihat versi klasik generasi pertama Pokémon, pasti ingat banget dengan momen ikonik saat Professor Oak memperlihatkan tiga Pokémon starter untuk dipilih pemain. Adegan sederhana dengan sprite pixel itu justru jadi salah satu momen paling berkesan dalam sejarah game Pokémon.

Namun baru-baru ini, seorang kreator mencoba membuat ulang adegan tersebut dalam bentuk 3D menggunakan bantuan AI, dan hasilnya malah memicu reaksi yang cukup unik dari komunitas Pokémon. Bukannya kagum atau nostalgia, banyak fans justru merasa aneh, tidak nyaman, bahkan sedikit merinding melihat tampilannya.

Dalam versi remake tersebut, ruangan laboratorium Professor Oak diubah menjadi lingkungan 3D lengkap dengan pencahayaan realistis. Tiga starter klasik yaitu Bulbasaur, Charmander, dan Squirtle muncul dalam bentuk model 3D yang dibuat dengan bantuan teknologi AI generatif. Secara teknis memang terlihat detail, tetapi ekspresi karakter dan teksturnya terasa berbeda jauh dari nuansa Pokémon yang biasa dikenal penggemar.

Beberapa pemain menyebut tampilannya seperti demo horor buatan penggemar ketimbang dunia Pokémon yang ceria. Ada yang mengatakan wajah Pokémon terlihat terlalu realistis, gerakannya terasa kaku, dan atmosfer laboratoriumnya malah mengingatkan pada game survival atau film sci-fi yang agak menyeramkan.

Baca ini juga :


» AI itu Alien Intelegent? Mengapa Bill Gates Menilai Pemerintah Global Gagal Bersiap
» Dikira Rongsokan, Server Bekas di Garasi Ini Ternyata Berisi RAM DDR4 Senilai Puluhan Juta
» Ekosistem AI Lenovo & Motorola Qira: Hadir di Lebih Banyak Perangkat, Wearable, dan Aplikasi Harian!
» Satu AI Personal untuk Semua Perangkat: Strategi Hybrid AI Lenovo Kian Nyata
» NVIDIA Akuisisi Hugging Face Senilai Rp 227 Triliun, Janjikan Ekosistem AI Tetap Terbuka

Hal menarik dari reaksi ini adalah banyak fans akhirnya menyadari bahwa pesona Pokémon generasi pertama justru terletak pada keterbatasan visualnya. Sprite 2D yang sederhana memberi ruang bagi imajinasi pemain untuk membayangkan sendiri seperti apa dunia Pokémon sebenarnya. Ketika semuanya dibuat terlalu realistis, sebagian dari "keajaiban nostalgia" itu malah terasa hilang.

Teknologi AI memang semakin sering digunakan untuk membuat ulang game-game klasik dalam bentuk modern. Banyak proyek fan-made mencoba mengubah game retro menjadi 3D realistis, HD-2D, atau bahkan simulasi sinematik. Sebagian berhasil terlihat keren, tetapi tidak semuanya cocok diterapkan pada franchise tertentu.

Meski begitu, proyek ini tetap menarik sebagai eksperimen kreatif. Setidaknya, remake AI tersebut berhasil membuat banyak pemain kembali membicarakan momen memilih starter pertama mereka pakah dulu memilih Bulbasaur, Charmander, atau Squirtle. 

 

Gas cek video KotakGame di bawah ini ya!

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru