NEWS

LGD Tailung Terkena Ban Dari TI dan PGL Karena Kasus 322, Digantikan Topson Sementara

Adithya Mahesa   |   Senin, 10 Aug 2026


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

LGD Gaming harus melakukan perubahan besar di roster mereka menjelang The International 2026. Midlaner muda mereka, Tailung, dipastikan tidak akan tampil di ajang terbesar Dota 2 tersebut setelah menerima hukuman ban seumur hidup akibat kasus 322.

Tailung, yang baru berusia 17 tahun, sebelumnya dijatuhi hukuman suspensi selama 322 pertandingan setelah ditemukan melakukan pelanggaran serius. Kasus tersebut membuat LGD Gaming melakukan investigasi internal sebelum akhirnya melaporkan hasil temuannya kepada pihak penyelenggara turnamen.

Dengan keputusan tersebut, Tailung dipastikan absen dari The International 2026 yang akan berlangsung di Shanghai. Kehilangan pemain di posisi mid tentu menjadi masalah besar bagi LGD Gaming, terutama karena mereka harus mempersiapkan diri menghadapi persaingan dengan tim-tim terbaik Dota 2 dunia.

Namun, LGD Gaming bergerak cepat untuk mengatasi masalah tersebut. Tim asal China itu resmi menunjuk Topias “Topson” Taavitsainen sebagai midlaner baru untuk menghadapi The International 2026.

Menariknya, kehadiran Topson bukan sekadar sebagai pemain pengganti atau stand-in. LGD Gaming mengumumkan Topson sebagai bagian resmi dari roster mereka untuk turnamen tersebut.

Kehadiran Topson sekaligus menjadi salah satu kejutan terbesar menjelang TI15. Pemain asal Finlandia tersebut sebelumnya sempat mengisyaratkan bahwa dirinya sudah tidak aktif berkompetisi secara penuh, sehingga banyak yang mengira karier profesionalnya di Dota 2 telah memasuki tahap akhir.

Kini, Topson justru kembali ke panggung The International dan akan memperkuat salah satu organisasi terbesar di China.

Bagi Topson, The International 2026 juga menjadi kesempatan untuk kembali membuktikan kemampuannya di panggung terbesar Dota 2. Ia merupakan salah satu midlaner paling sukses dalam sejarah kompetitif Dota 2 setelah memenangkan The International sebanyak dua kali bersama OG pada 2018 dan 2019.

Dengan pengalaman tersebut, Topson diharapkan dapat memberikan stabilitas sekaligus pengalaman kepada LGD Gaming setelah kehilangan Tailung secara mendadak.

Sementara itu, kasus Tailung menjadi pukulan berat bagi pemain yang masih berada di awal karier profesionalnya. Hukuman seumur hidup membuat masa depan sang pemain di kompetitif Dota 2 praktis berakhir, sekaligus menjadi pengingat keras mengenai konsekuensi dari praktik 322 atau pengaturan hasil pertandingan.

Baca ini juga :

» Nigma Galaxy Gugur di TI, SumaiL Memutuskan Pamit dari Dunia Pro Scene Dota 2!
» Langkah Terhenti di Posisi 7 TI, Whitemon & Iron Wing Tetap Amankan Rp2 Miliar!
» Topson Balik ke Pro Scene Dota 2! Gak Mau Akhiri Karir di Posisi Ke-12
» Bikin Pangling! Ini Penampilan Terbaru Gaben di Opening TI 2026
» Nggak Ada Tim Full Indo Lagi? Rekonix Memutuskan untuk Disband

Kini, perhatian akan tertuju pada bagaimana LGD Gaming beradaptasi dengan perubahan roster tersebut. Dengan Topson sebagai midlaner baru, menarik untuk melihat apakah kombinasi pemain China dan pengalaman internasional sang juara TI dua kali mampu membawa LGD Gaming melangkah jauh di The International 2026 Shanghai.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru