




HoYoverse (miHoYo) telah lama diakui sebagai arsitek ulung dalam membangun dunia fantasi yang mengikat jutaan pemain. Namun pada 13 Juli 2026, studio di balik Genshin Impact dan Honkai: Star Rail ini mencoba bereksperimen di luar zona nyaman RPG mereka dengan merilis BSide: Olivia Lin melalui Early Access di Steam China.
Diposisikan sebagai desktop AI companion gratis, Olivia dirancang untuk menjadi teman intim di layar komputer pemain—seorang mahasiswi fiktif yang bisa membalas surat, merespons interaksi harian, dan memainkan piano dari file MIDI yang diunggah pemain. Secara teoritis, ini adalah upaya HoYoverse untuk menerjemahkan formula waifu-culture yang mereka kuasai ke dalam format desktop pet bertenaga Large Language Model (LLM).
Namun, baru 28 hari berjalan, HoYoverse secara sepihak mengumumkan kematian proyek ini. Mulai 27 Agustus 2026, fungsi online (termasuk AI surat dan MIDI) akan dimatikan, dan pada 31 Agustus, aplikasi ini akan dihapus total dari Steam.
HoYoverse bungkam mengenai alasan pasti penutupan ini. Anehnya, secara kasat mata, aplikasi ini tidak terlihat gagal. Rating BSide di Steam berada di level "Very Positive" dengan lebih dari 1.500 ulasan.
Lantas, mengapa ditutup? Fakta keras dalam industri AI saat ini adalah: menjalankan model bahasa generatif secara real-time membutuhkan biaya komputasi (inference cost) GPU yang sangat mahal per detiknya. Tanpa model monetisasi yang jelas, BSide menjadi beban finansial yang tidak masuk akal bagi perusahaan mana pun.
Baca ini juga :
» Hoyoverse Resmi Umumkan Gamu Baru Nodusfall, Sudah Bukan Gaya Anime?
» Udah Ga Gaya Anime? Hoyoverse Dirumorkan Bikin Game Mirip Monster Hunter
» Sensasi Gaming Epik! ASUS ROG Unjuk Gigi di HoYo FEST 2026 Indonesia
» Game Baru HoYoverse Ini Bikin Heboh, Closed Beta Honkai: Nexus Anima Sudah Dibuka!
» Rayakan Anniversary ke-3! Honkai: Star Rail Versi 4.2 Siap Rilis 22 April 2026: Ada Karakter Gratis?
Kegagalan BSide menyoroti kesalahpahaman mendasar dari publisher mengenai psikologi pemain. Game Live-Service HoYoverse sukses besar karena mereka dibangun di atas Dopamine Loop. Pemain terikat pada Genshin Impact karena siklus gacha, FOMO (Fear of Missing Out) pada event berbatas waktu, dan fantasi kekuatan. Retensi pemain dipaksa melalui investasi finansial dan emosional yang masif.
Di luar urusan bisnis, penutupan ini menyisakan luka bagi komunitas yang terlanjur berinvestasi waktu. HoYoverse membiarkan pemain membangun ikatan emosional dengan entitas digital, hanya untuk mencabut kabel servernya kurang dari sebulan kemudian seolah interaksi tersebut tidak ada artinya. Pemain disarankan untuk melakukan backup data surat dan MIDI mereka sebelum semua dihapus selamanya.
Ini adalah bentuk planned obsolescence (keusangan terencana) versi modern. Ketika sebuah game live-service mati, kita kehilangan progres karakter. Namun ketika sebuah AI Companion mati, kita kehilangan jejak interaksi personal yang terasa lebih intim.
Keputusan HoYoverse untuk menutup Olivia Lin mungkin masuk akal secara finansial. Namun, hal ini membuktikan bahwa raksasa game belum benar-benar memahami inti dari teknologi AI Companion: kedekatan emosional tidak bisa dibuang ke tempat sampah hanya karena metrik server cost tidak lagi efisien.
Kode dan data dari eksperimen ini mungkin akan diwariskan ke proyek game life-sim HoYoverse selanjutnya. Namun untuk saat ini, Olivia Lin hanyalah mayat digital dari ambisi AI yang terlalu dini.
Selain berita utama di atas, KotakGame juga punya video menarik yang bisa kamu tonton di bawah ini.
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Hoyoverse Resmi Umumkan Gamu Baru Nodusfall, ...