




Saber Interactive lagi kena sorot setelah dituduh mengganti penulis utama game Rideshare Stimulator dengan ChatGPT di tengah proses pengembangan. Tuduhan ini datang dari Stella Sacco, mantan Lead Writer Saber yang mengaku pernah mengerjakan proyek tersebut sebelum akhirnya dikeluarkan dari tim.
A screen writer that use to work at Saber Games said they replaced her with CHATGPT.
— Jayden 🦕 (@NJayrassic) August 12, 2026
She posted a Facebook post form December 2023 about being replaced & it's the same time JP Survival got announced.
And if you look at the LinkedIn employment dates at Saber it's from 2023-2024 https://t.co/zQ2alALMBD pic.twitter.com/1ttAQzpJG5
Sacco sebelumnya memang pernah mengatakan bahwa dirinya digantikan oleh AI dalam sebuah proyek Saber. Setelah trailer Rideshare Stimulator muncul, ia menyebut game itulah proyek yang dimaksud. Ia juga mengklaim bahwa beberapa suara penumpang di dalam game dibuat menggunakan AI.
Rideshare Stimulator merupakan game simulasi mengemudi yang dikembangkan Unigine dan diterbitkan Saber Interactive. Di dalam game ini, pemain berperan sebagai pengemudi layanan transportasi online. Tugasnya bukan cuma mengantar penumpang sampai tujuan, tetapi juga menghadapi lalu lintas, mengikuti aturan jalan, mengejar waktu, dan berinteraksi dengan penumpang yang punya cerita aneh serta tingkah yang unik.
Saber langsung membantah tuduhan bahwa mereka mengganti penulis dengan AI. Menurut perusahaan, cerita utama Rideshare Stimulator sepenuhnya ditulis oleh manusia. Saber juga mengatakan jumlah staf penulis mereka malah sudah meningkat tiga kali lipat sejak 2023.
Namun, perusahaan tersebut mengakui bahwa AI memang digunakan dalam salah satu fitur eksperimental. Fitur ini berupa mode berkendara bebas yang memungkinkan pemain bertemu dengan jumlah penumpang yang sangat banyak. Karena sistemnya dirancang untuk menghasilkan pengalaman yang lebih dinamis, Saber menggunakan AI untuk membantu mengatur perilaku penumpang dan karakter NPC.
Pengakuan ini cukup bikin orang bertanya-tanya karena halaman Steam game tersebut belum mencantumkan penggunaan AI generatif. Padahal, aturan Steam meminta developer menjelaskan penggunaan AI apabila teknologi tersebut dipakai untuk membuat konten yang bisa dinikmati pemain, termasuk suara, cerita, visual, dan lokalisasi. Saber mengatakan informasi itu akan ditambahkan setelah fitur game sudah benar-benar final.
Baca ini juga :
» Dev. Game World War Z Tertarik Untuk Membuat Remake 'Half-Life 2'
» Game Adaptasi Film 'World War Z' Perlihatkan Sensasi Melawan 1000 Zombie!
» Game Adaptasi Film 'World War Z' Perlihatkan Gameplay Terbaru
» Game Adaptasi Film "World War Z" Resmi Diumumkan Untuk PS4, Xbox One, dan PC!
» NBA Playgrounds Segera Meluncur untuk PS4, Xbox One, Switch dan PC
Stella Sacco tetap bersikeras dengan ceritanya. Ia mengatakan bahwa dirinya memang dicopot dari proyek setelah muncul keputusan untuk memakai ChatGPT dalam menulis teks game dan rencana update setelah peluncuran. Sacco juga mengklaim bahwa atasannya sempat membela dirinya, tetapi ada pihak manajemen yang menganggap penggunaan AI bisa menjadi strategi marketing karena gamer disebut menyukai teknologi baru.
Masalahnya makin ramai setelah CEO Saber Interactive, Matthew Karch, ikut memberikan komentar. Karch mengatakan Sacco digantikan oleh orang yang dianggap lebih berbakat dan kemudian diberhentikan karena beberapa alasan. Ia juga melontarkan komentar pribadi yang cukup pedas, termasuk mengatakan bahwa dirinya bahkan lebih memilih berurusan dengan AI daripada mantan karyawannya tersebut.
Komentar itu justru membuat reaksi publik semakin keras. Banyak orang menilai respons dari sang CEO terlalu emosional dan tidak profesional. Menurut Sacco, pernyataan tersebut malah membuat masalah Saber semakin besar karena publik jadi lebih fokus pada isu penggunaan AI dan cara perusahaan memperlakukan mantan pegawainya.
Kasus ini menunjukkan bahwa penggunaan AI di industri game masih menjadi topik yang sensitif. Pemain mungkin bisa menerima AI jika digunakan untuk membuat NPC lebih hidup atau menciptakan sistem gameplay yang lebih dinamis. Tapi kalau AI dipakai untuk menggantikan pekerja kreatif, apalagi tanpa penjelasan yang jelas, reaksi negatif hampir pasti akan muncul.
Gimana? menarik banget, kan? selain artikel ini, KotakGame juga ada video seru loh, yuk lah tonton!
Recommended by Kotakgame
Srikandi Dunia Esports Indonesia! Inilah Dere...
Dev. Game World War Z Tertarik Untuk Membuat ...