NEWS

Sony Ingatkan Gamer: Game Digital PlayStation Ternyata “Dilindungi Lisensi”, Bukan Dijual

Pieter Siahaan   |   Minggu, 23 Aug 2026


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Sony kembali membuat gamer PlayStation membicarakan soal kepemilikan game digital. Dalam email terbaru yang dikirim kepada sejumlah pengguna, Sony mengingatkan bahwa game digital yang dibeli melalui PlayStation sebenarnya dilisensikan kepada pengguna, bukan dijual sepenuhnya. Pernyataan ini sontak menjadi perhatian karena muncul ketika Sony sedang menghadapi perdebatan besar mengenai masa depan game fisik.

Melalui akun X, @tomwarren, Email tersebut memiliki judul “PlayStation Terms – Copy for your records”. Isinya memberitahukan pengguna bahwa mereka baru saja menyetujui sejumlah perjanjian PlayStation, termasuk Terms of Service, Code of Conduct, End User Licence Agreement atau EULA, serta Privacy Policy. Sony juga menyertakan salinan ketentuan tersebut agar pengguna bisa menyimpannya sebagai referensi.

Bagian yang paling menarik tentu ada di EULA. Sony secara jelas menyebut bahwa software “licensed to you, not sold”. Artinya, ketika gamer membeli game digital, yang didapat bukan kepemilikan penuh terhadap software tersebut, melainkan hak penggunaan berdasarkan lisensi.

Lisensi tersebut juga disebut terbatas, bersifat non-eksklusif, tidak dapat dipindahtangankan, dan ditujukan untuk penggunaan pribadi serta non-komersial. Hak kekayaan intelektual atas game tetap berada pada pemiliknya.

Sebenarnya, aturan ini bukan kebijakan baru. Ketentuan mengenai lisensi tersebut sudah menjadi bagian dari EULA PlayStation. Namun, timing email Sony terasa cukup menarik. Pengingat tersebut muncul ketika perusahaan sedang mendapat sorotan karena rencana menghentikan produksi disc game fisik untuk rilisan PlayStation baru mulai Januari 2028.

Keputusan tersebut membuat sebagian gamer khawatir mengenai konsep kepemilikan game. Dengan game fisik, pemain setidaknya memiliki sebuah media fisik yang dapat disimpan, dijual kembali, atau dikoleksi. Sementara dalam ekosistem digital, akses terhadap game sangat bergantung pada akun dan ekosistem platform.

Sony sendiri punya alasan kuat untuk bergerak ke arah digital. Data terbaru menunjukkan 82% penjualan game penuh PS4 dan PS5 sudah berasal dari download digital.

Baca ini juga :


» Sony PlayStation Patenkan AI NPC Yang Mampu Beradaptasi Secara Real Time
» Mantan Bos PlayStation Sedih Dengan Keputusan Sony Menghilangkan Game Fisik
» Ga Mau Kalah Sama PC? PlayStation Umumkan AI Upscaling
» Kena: Scars of Kosmora Mundur Ke 2027
» Review Ghost of Yotei Complete Edition - Ekspansi Indah dan Mode Brutal Yang Menyenangkan

Jadi, email Sony mungkin hanya sebuah pengingat soal aturan yang sudah lama berlaku. Namun bagi gamer, pesannya terasa cukup jelas: ketika membeli game digital PlayStation, yang Anda dapatkan sebenarnya adalah lisensi untuk menggunakannya, bukan kepemilikan absolut atas gamenya.

Dan di tengah langkah Sony menuju masa depan yang semakin digital, perdebatan soal “beli game atau cuma membeli akses?” tampaknya bakal semakin panas.

 

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru