NEWS

Kojima Productions Ternyata Gunakan Prinsip Photogrammetry untuk Death Stranding!

Cralizer77   |   Jumat, 27 Jan 2017


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Seperti sudah menjadi syarat utama dalam mengembangkan game sekelas AAA yang diperuntukan bagi konsol dan PC yang semakin canggih, kini beberapa developer tentunya telah melirik teknik terbaru agar dapat menghasilkan kualitas grafis yang hampir menyamai dengan aslinya. Layaknya Capcom yang kini telah sukses dengan serial Resident Evil VII: Biohazard, dimana game tersebut dikembangkan menggunakan RE Engine.

Nah, baru-baru ini lewat akun YouTube IGN, Hideo Kojima juga telah memperlihatkan studio "kecil" dari Kojima Production yang berlokasi di area Shinagawa di Tokyo, Jepang. Studio yang baru dibangun sejak kepindahan Kojima dari Konami pada tahun 2015 lalu ini tentunya menjadi "kapal" untuk bisa melesat ke misi selanjutnya. Akan tetapi, dalam video yang telah diunggah tersebut, ternyata Hideo Kojima juga memperlihatkan beberapa perangkat elemen yang nantinya digunakan untuk mengembangkan game Death Stranding.

Pada video tersebut kamu akan dapat melihat bagaimana ratusan kamera terpasang menggunakan stand khusus yang ditempatkan pada suatu ruangan. Nah, terletaknya kamera tersebut bukan tanpa maksud. Hal, tersebut menunjukan bahwa studio Hideo Kojima telah menggunakan prinsip Photogrammetry untuk pengembangan game-nya.

Prinsip Photogrammetry sendiri merupakan gabungan dari photography dan geometry. Jika ditelaah lebih lanjut, photogrammetry adalah metode dimana kita bisa menentukan hitungan proyeksi geometri dari teknologi fotografi. Obyek-obyek 3 dimensi yang tertangkap oleh lensa kamera akan dianalisa dan dihitung letak-letak koordinat pembentuknya sehingga didapat model komputasi 3D yang tepat sesuai benda aslinya. Prinsip inilah yang dimanfaatin oleh para developer game 3D untuk menciptakan environment dan tekstur obyek 3D dalam game yang mirip sesuai benda aslinya.

Baca ini juga :

» Producer Konami: Sebuah Mimpi Bisa Kerja Lagi Bersama Hideo Kojima
» Overdose, Game Besutan Hideo Kojima Bersama Jordan Peele Terungkap di Acara The Game Awards 2023
» Selamat Tinggal PlayStation? Phil Spencer Memberikan Update Seputar Game Eksklusif Xbox buatan Hideo Kojima
» Mau Bikin Game Yang Bisa Dimainin Di Luar Angkasa, Hideo Kojima: “Tolong Terbangkan Aku Kesana!”
» Death Stranding 2 Resmi Diungkap Di The Game Awards 2022

Penerapan prinsip Photogrammetry ini yang jadi landasan bagi para developer untuk memilih metode pembuatan tekstur obyek dalam game dalam kualitas resolusi tinggi. Seperti contohnya Capcom yang sebelumnya menggunakan beberapa perangkat smartphone untuk pengambilan objek kini telah membeli ratusan kamera untuk menerapkan prinsip Photogrammetry. Tentunya modal yang dikeluarkan untuk menerapkan prinsip tersebut tidaklah murah, sehingga kebanyakan developer yang mampu menerapkan prinsip ini merupakan developer besar dan telah menyiapkan konsep dengan matang agar dapat menghasilkan kualitas yang sebanding dengan yang telah dikeluarkan.

Kamu bisa melihat seperti apa studio Kojima Production lewat video yang ada di bawah ini. So, kita tunggu saja kejutan yang akan diberikan oleh Kojima Production mengenai Death Sranding nanti.

(KotakGame)

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru