NEWS

Kebijakan Baru Donald Trump Juga Berdampak Pada Valve, Lord Gaben Mulai Khawatir!

Basittt   |   Jumat, 10 Feb 2017


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Tak hanya pada GDC 2017, kebijakan baru yang dicanangkan oleh Donald Trump (Trump Travel Ban) ternyata berdampak juga pada perusahaan sekelas Valve. Kali ini, Gabe Newell sendiri yang mengungkapkan bagaimana dampak dari kebijakan tersebut terhadap turnamen eSport yang dijalankannya dan juga karyawan di Valve.

Menurut penuturan Lord Gaben, Valve sendiri punya banyak karyawan yang berkat kebijakan tersebut tidak dapat pulang kembali ke negara mereka. Padahal mereka sudah bertahun-tahun bekerja di Seattle dan juga membayar pajak. Namun tetap saja, karena kebijakan itu mereka jadi ragu untuk pulang ke kampung halaman karena ada kemungkinan tidak akan dapat kembali lagi. Hal tersebut tentu saja menjadi problematika yang kami perhatikan secara serius.

Baca ini juga :

» DPC Season 1 Usai, BOOM Esports Ucapkan Terima Kasih Kepada 23savage
» B8 Besutan Dendi Jadi Tim Pertama yang Gugur di CIS Lower Division DPC 2021
» Spider-Man Jadi Dragon Knight?! Proyek Anime Dota Beberkan Para Pengisi Suara!
» Dota: Dragon Blood Unjuk Teaser Perdana, Hadirkan Petualangan Dragon Knight Muda dan Mirana
» Mantan Pemain Dota 2 EVOS Esports 2hoi Merapat ke ONIC Esports Sebagai Pelatih MDL!

Gaben juga berbicara dampak dari kebijakan tersebut terhadap eSport, dimana pada tahun-tahun sebelumnya saja sangat sulit untuk mengesahkan visa para atlit eSport yang ingin bertanding di Seattle. Jika Kotakers, ingat pada tahun 2014 terdapat tim yang visa-nya ditolak. Apalagi sekarang ada kebijakan ini, sudah pasti akan semakin ketat saja.

Memang pada dasarnya masih ada kesenjangan diantara industri yang sudah memiliki nama dengan industri baru. Sebagai contoh bandingkan saja dengan penyanyi opera, mereka akan lebih mudah mendapatkan visa karena sudah terkenal dan diketahui. Berbeda sekali dengan atlit eSports yang ada nama di industrinya, namun tidak begitu terkenal di mata umum, maka tidak akan semudah itu mendapatkan visa.

Cukup menyedihkan ya!

(KotakGame)

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru