NEWS

Game Developer Indonesia Kembali Dapat Penghargaan Indie Prize Singapore, Selamat untuk Mojiken

Master-Fakry   |   Kamis, 18 May 2017


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!
Pada Indie Prize Singapore yang digelar di Casual Connect Asia 2017, ada 11 game buatan developer Indonesia yang ikut dipamerkan. Dalam ajang tersebut, 100 finalis yang merupakan game indie terpilih telah dipamerkan.

Game buatan developer Indonesia yang ikut serta dalam Indie Prize Singapore, yaitu Rage In Peace (Rolling Glory Jam), Legrand Legacy (SEMISOFT STUDIO), Azure Saga: Pathfinder (MassHive Media), Zombo Buster Rising (FIREBEAST), Knight Vs Giant (Wingcap gamestudio), She and The Light Bearer (Mojiken), Kitten Mita (Eggion), Valthirian Arc: Red Covenant (Agate Studio), Cute Munchies (Niji Games Studio), Nonstop Show (Wisageni Studio), dan Umbra: Amulet of Light (Niji Games).

Baca ini juga :

» Intip Agenda Acaranya, Baparekraf Game Prime 2020 Online Diumumkan
» Ternyata Developer Game Indonesia Sudah Eksis Sejak Tahun 1989, Ini Dia Sosok Agustinus Nalwan
» Pendapatan Industri Game Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara pada Tahun 2018
» Happy Glass, Game Puzzle Buatan Developer Indonesia Siap Kuasai Dunia
» Ngobrol Santai bersama Azizah Assattari, Pengembang Game Unik Bertema Hantu dan Kerusakan Lingkungan

Dari 100 finalis yang terdaftar di Indie Prize Asia 2017, terpilihlah 10 game sebagai pemerima penghargaan untuk kategori yang tersedia. Kabar baiknya, salah satu game developer Indonesia berhasil mempertahankan tradisi untuk menerima penghargaan dalam ajang ini. Game developer itu adalah Mojiken yang berhasil dapat penghargaan kategori Best Kids and Family Game 2017 untuk game berjudul She and The Light Bearer, sebuah musical visual novel yang berkisah tentang kunang-kunang pemberani.

Kotakers bisa lihat video demo-nya di bawah ini.


Demo

Daftar lengkap 10 game penerima penghargaan di Indie Prize Singapura.

  • Best Game Audio - Rhythm Doctor (7th Beat Games, Malaysia)
  • Best Game Design - Stifled (Gattai Games, Singapura)
  • Best Game Art - Lila's Tale (Skullfish Studios, Brazil)
  • Best Game Narrative - Monster Prom (Beautiful Glitch, Spanyol)
  • Best Multiplayer Game - Mushroom Wars 2 (Zillion Whales, Rusian)
  • Best Kids and Family Game - She and The Light Bearer (Mojiken, Indonesia)
  • Best Mobile Game - Sara Is Missing (Kaigan Games, Malaysia)
  • Best VR Game - The Wizards (Carbon Studio, Polandia)
  • Most Innovative Game - Stifled (Gattai Games, Singapura)
  • Best in Show: Audience Choice - Dragon Up: Match 2 Hatch (East Side Games, Kanada)

Mengenai prestasi game developer Indonesia pada ajang ini, pada tahun 2014 ada dua game buatan developer Indonesia yang sukses mendapat penghargaan dalam kalam kategori Most Promising Game in Development yang diperoleh oleh Trigger Princess dari MINTSPHERE, dan kategori Best Desktop Game untuk Infectonator: Survivors dari Toge Productions. Pada tahun 2015, hanya ada satu game developer Indonesia yang berhasil menyabet penghargaan, yaitu An Octave Higher dari Kidalang untuk kategori Best Game Narative.


(KotakGame)

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru