NEWS

[Kisah Vainglory] Idris Chapter 2: The House of Insight

ClockWorange   |   Selasa, 27 Feb 2018


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!
Idris muncul di Glass City sambil terbatuk-batuk, sengatan menyakitkan di hidungnya saat dia mencoba menghirup udara, matanya meneteskan air, chakram tajamnya terlepas dari tangan. Dia menutup hidung dan mulutnya dengan sorban, tapi asap abu-abu dan hijau tidak kunjung berhenti. Kulitnya terbakar meskipun dibalik pakaiannya yang anti badai pasir. Dia berlutut, tersedak, buta tapi tetap waspada akan segala hal yang terbangun, mengendus dan menggeram. Dia mencoba melarikan diri dengan cara yang sama seperti saat dia datang, tapi dia dicekam rasa takut dan tidak bisa bergerak. Jadi dia akan mati seperti ini, tercekik, dan tak berdaya.

Namun dia tersadar akan kedamaian. Dia membiarkan kematian di dalam, dan kematian mengalir melalui dirinya. Pikirannya tenang. Dia menarik napas dalam-dalam, menarik gas berbahaya ke paru-parunya, dan memaksa matanya terbuka untuk menyaksikan kematian datang. Kekuatan old destructive force memenuhi dirinya atau dia yang tertarik ke dalamnya? Dan dia ingat kata-kata samar dari djinn.

Baca ini juga :

» Vainglory: Legion Of One Akan Hadir Untuk Kamu Yang Sudah Kangen Dengan Vainglory
» Update Terbaru Vainglory! Cross-Platform, Pemain PC dan Smartphone Akan Ketemu Dalam Satu Game
» Super Evil Megacorp akan Menghadirkan Vainglory Versi Windows dan Mac Awal Tahun 2019
» Tak Ingin Tertinggal, Secara Resmi Vainglory akan Hadir di Platfom PC!
» Hero Baru Vainglory, Anka si Assassin Lincah dengan Dagger Mematikannya!

Apa yang Churn tidak bunuh, akan tertelan.

Rasanya seperti mimpi bernafas di bawah air. Penglihatan menjadi bersih, dan dia melihat bahwa sedang berada di dekat air mancur rusak yang masih mengalirkan air. Air mengalir keluar dari banyak arah ke tanah, di atas buku-buku bertebaran di mana-mana. Buku -buku tertumpuk, buku terkoyak, buku-buku yang dipegang oleh kerangka orang mati. Air mancur telah menjadi hitam karena tinta.

Idris melepaskan sorbannya dan mencengkeram chakramnya lagi. Dia menarik tombaknya, bangkit dan berjalan menuju pintu yang berwarna-warni, yang sekarang rusak dan bergerigi. Tanda di atasnya tertulis:

KEBAIKAN TIDAK DAPAT DIDATANGI

KEJAHATAN TIDAK DAPAT DIHINDARI

KECUALI OLEH PENGETAHUAN

Dia tiba di House of Insight, di mana para engineer bersaudara Rana dan Ayah menulis buku mereka.

Udara terasa seperti rempah-rempah yang kuat sekarang, dan darah, dan hal-hal hijau yang tumbuh liar. Di dalam rumah belajar yang hancur, tanaman merambat tumbuh di atas lantai. Daunnya memiliki gigi dan lidah yang tajam mereka mendesis padanya tapi dia mengancam dengan ujung tombaknya dan tanaman merambat kembali tenang. Makhluk lain bergegas pergi, serangga yang sangat banyak yang memiliki cakar dan reptil bertanduk yang baru pertama terlihat olehnya. Dia bergerak dengan waspada kamar demi kamar. Dia menemukan teleskop yang hancur dan menempel di jendela, peta dan meja. Beberapa lantai ditutupi potongan kaca si ahli kimia. Semua kamar buku-buku dari lantai sampai langit-langit yang berjejer seperti rak. Bagaimana dia menemukan satu buku di antara ribuan ini?

Lalu dia menemukan sebuah kamar yang rapi. Terlihat di dalamnya ada mesin dan model penemuan yang aneh: watermills dan chain pumps, seekor merak robot yang mematuk saat dia lewat, jam dari segala jenis berdetak serempak, dan sebuah helm. Ada juga senjata dalam proses perbaikan, dan bekas ledakan di dinding. Penasaran, Idris meletakkan helm di kepalanya dan terkejut saat hologram muncul di depan matanya yang memberinya pandangan ruangan di belakangnya. Lalu ia mendengar bisikan.

"Dia tidak tersedak oleh kabut asap itu."

"Dia lulus ujian pertama."

Idris berbalik dan layar ikut berputar juga, sehingga apa yang ada di belakangnya terlihat dari pelindung matanya itu. Dia tidak melihat siapa pun. Dia berjalan melalui ruangan sampai punggungnya menempel di dinding dan menunggu, tombak dan chakramnya sudah siap.

Pada saat pertempuran malam, dia melihat banyak jenis Churnbeasts, evolusi hewan dan tumbuhan yang mengerikan, tapi yang melalui pintu merupakan hal lain, benda yang terlihat seperti ular raksaksa namun terbuat dari baja dan dua tubuh dari dua wanita. Jari-jari mereka bermutasi menyerupai taring viper, tabung dan kawat yang dicangkokkan ke dalam daging mereka seolah tumbuh di sana, satu mata bersinar yang memisahkan dada mereka. Itu adalah campuran satwa liar, kemanusiaan dan teknologi yang memuakkan. Ular itu berjalan membentuk spiral dan Idris membayangkan kalau mereka pernah cantik.

(KotakGame)

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru