NEWS

Wawancara Eksklusif, Mengungkap Misteri Masa Lalu Kratos dan Ibu Kandung Atreus di God of War (2018)

Master-Fakry   |   Senin, 19 Mar 2018


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!
Kru KotGa berkesempatan untuk melakukan wawancara eksklusif dengan Aaron Kaufman, Senior Online Community Strategist Santa Monica Studio. Pada wawancara itu, sebenarnya ada banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan terkait petualangan dan kehidupan baru Kratos, tokoh utama dalam video tersebut, dan anaknya, Atreus. Namun, dikarenakan keterbatasan waktu, maka pertanyaan yang Kru KotGa ajukan hanya sebagian dari rencana awal.


Aaron Kaufman

God of War (2018) berkisah tentang petualangan Kratos dalam mitologi Nordik. Dalam petualangannya, Kratos harus membimbing anaknya, Atreus, untuk tumbuh menjadi remaja pria yang siap untuk hidup di alam liar. Dalam kisahnya, sang ibu dikisahkan telah meninggal dunia, dan itulah alasan mengapa Kratos hidup berdua saja dengan Atreus. Direncanakan, God of War bakal dirilis pada tanggal 20 April 2018. Dalam promosinya, pihak PlayStation juga menghadirkan game reguler (versi fisik IDR 729.000 sedangkan versi digital IDR 629.000) dan edisi kolektor (IDR 1.899.000), serta PlayStation 4 Pro edisi terbatas khusus God of War (IDR 7.249.000).


PlayStation 4 Pro God of War

Penasaran dengan info menarik yang diungkap dalam wawancara tersebut? Hasil wawancara Kru KotGa dengan Senior Online Community Strategist Santa Monica Studio di bawah ini.

Kru KotGa: Kratos adalah manusia yang berubah menjadi dewa, di seri terbarunya ini berapa usianya?

Aaron: Kratos adalah karakter yang sudah sangat tua, kami tidak menentukan usianya karena faktor keabadian dan kondisi fisiknya yang superior. Untuk memberikan gambaran usia, kami hanya merubah penampilannya, dimana di seri Gof of War lama dia terlihat lebih muda dan seperti seorang ksatria tangguh, tapi di game terbarunya ini kami mengubah penampilannya menjadi lebih tua dan memberikan jenggot untuk memberikan gamer gambaran akan perjalanan panjang yang sudah dilaluinya. Intinya dia adalah karakter yang sudah tua dan immortal (tidak bisa mati), jadi menentukan berapa umurnya bukanlah hal yang penting bagi kami.

Kru KotGa: Dengan tema mitologi zaman Yunani dan Nordik kuno, apakah seri lawas kami memiliki hubungan dengan seri terbarunya ini?

Aaron: Satu-satunya hubungannya adalah dari sosok sang Kratos sendiri. Mungkin pendekatan tema di seri terbarunya ini memang berbeda dimana dia memiliki anak yang dididik, pilihan senjata baru, dan juga tujuan hidup. Bisa dibilang ini adalah sebuah awal baru bagi Kratos untuk merubah hidupnya, tapi semua peristiwa dan kenangan kelam yang terjadi di masa lalu masih tersimpan dalam pikirannya. Koneksi masih ada, dimana setelah peristiwa yang terjadi di God of War 3, Kratos memutuskan untuk berkelana ke seluruh dunia hingga akhirnya menemukan hidup baru di Skandinavia. Ada banyak sekali kisah yang terjadi saat Kratos memulai perjalanannya ini, dan kami akan menceritakannya di masa mendatang.


Edisi kolektor




Kru KotGa: Kenapa seri terbarunya dinamai God of War dan bukannya God of War 4?

Aaron: Untuk seri terbarunya ini, kami sengaja kembali menggunakan nama original God of War sebagai tanda lembaran kehidupan baru bagi Kratos. Jika kami menggunakan nama God of War 4, banyak orang pasti berfikir kalau game ini adalah kelanjutan kisah dari mitologi Yunani. Dengan menggunakan nama God of War, kami ingin menunjukkan kepada fans dan gamer pendatang baru kalau ini adalah sebuah franchise lama yang kembali hidup dengan jalan cerita baru dan pendekatan tema baru.

Kru KotGa: Sebelum jalan cerita barunya dimulai bersama sang anak di game ini, apa yang sebenarnya dilakukan Kratos?

Aaron: Jadi sebelum jalan cerita di game ini dimulai, Kratos mencoba berlatih untuk mengendalikan emosinya. Dia adalah sosok ayah yang cukup dingin dan tidak dapat berhubungan baik dengan istri bahkan anaknya. Jadi untuk menjadi sosok ayah yang baik, Kratos terus berlatih dan mencoba beberapa aktifitas kecil seperti pergi ke hutan untuk berburu. Jadi semua momen yang ada di game terbarunya ini akan menuntut kemampuan Kratos untuk menjadi figur seorang ayah yang sesungguhnya.


Ki-ka: Kratos, Atreus

Kru KotGa: Apakah game ini di desain untuk pemain veteran atau pemain pendatang baru?

Aaron: Tentu saja keduanya. Karena selain memberikan sebuah pendekatan konsep baru, kami juga ingin merancang sebuah game God of War yang diinginkan oleh fans lama. Contohnya adalah kemampuan luar biasa Kratos dalam bertarung di tingkatan dewa, di sini kami masih tetap memberikannya. Sementara untuk fans pendatang baru yang ingin melihat sebuah peningkatan mekanisme gameplay, kami juga merubah genrenya dari hack and slash menjadi action third person shooter yang lebih berfokus pada strategi pertarungan. Jadi, di sini semua hal yang diinginkan dari kedua kubu fans tetap kami berikan.

Baca ini juga :

» Tidak Ada Kegiatan, Mahasiswa Ini Putuskan Untuk Menjadi Youtuber Tekno 'NYANTECH'
» Makin Banyak! PlayStation Summer Sale Masih Berlanjut Hingga 17 Agustus!
» Sony Ungkapkan Backbone One PlayStation Edition, Kontroler Resmi Untuk Main PlayStation di iPhone!
» Ada Yakuza: Like A Dragon! Inilah Game Gratis PS4 & PS5 Untuk Member PS Plus Bulan Agustus!
» It's Yakuza Time! 4 Game Yakuza Akan Datang Ke Katalog Game PS Plus Extra Bulan Agustus!

Kru KotGa: Bagaimana anda mendesain game ini supaya pemain pendatang baru dapat beradaptasi dengan mudah?

Aaron: Karena semua pendekatan konsep dan temanya berubah, pemain pendatang baru sebenarnya tidak perlu memainkan seri God of War terdahulu. Jika di seri original God of War pemain langsung disuguhkan dengan gameplay penuh aksi, di seri terbarunya ini kami menawarkan gameplay yang lebih tenang dan terus mengalir sesuai jalan cerita. Jadi, selain merasakan sisi aksi yang dominan, pemain juga bisa terbawa dalam penyampaian jalan ceritanya yang emosional.


Kru KotGa: Mengenai ibu Arteus, apakah dia seorang dewi atau manusia biasa?

Aaron: Untuk identitas ibunya sendiri, kami tidak bisa memberikan banyak detail, tapi dia memegang peranan yang sangat penting dalam game ini. Dia adalah sosok ibu yang baik, dimana dialah yang membesarkan Arteus dari kecil, mengajarkan dia untuk berburu, hingga mengajarkan dia untuk menerjemahkan rune. Dia juga adalah alasan kenapa Arteus dapat menjelaskan tentang latar belakang dunia baru ini kepada Kratos. Selama jalannya permainan, para pemain akan mendapatkan lebih banyak latar belakang cerita emosional dari sosok ibunya ini.

Kru KotGa: Karena sekarang sudah ada sang anak Arteus dan Kratos terlihat sebagai ayah yang baik, apakah ada adegan berbau seksual seperti seri terdahulunya?

Aaron: Mini-game berbau seksual di zaman nordik kuno memang masuk akal. Tapi dengan tanggung jawab baru sebagai seorang ayah, Kratos tidak memiliki jalan pemikiran yang sama lagi seperti dulu. Kami memutuskan untuk tidak menawarkan beberapa konsep lama termasuk mini-game seksual ini, karena hal tersebut terasa tidak masuk akal bagi beberapa fans veteran bahkan gamer pendatang baru yang cukup jeli akan perubahan sifat Kratos.


Kru KotGa: Selain single player mode, apakah game ini menawarkan fitur online multiplayer?

Aaron: Tidak ada multiplayer mode ataupun microtransaction, game ini hanya menawarkan fokus pada single player gameplay dengan jalan cerita dominan. Dengan durasi permainan yang bisa mencapai 25 hingga 30 jam untuk diselesaikan, kami cukup bangga untuk mempersembahkan sebuah game single player paling berkualitas kepada para gamer.


Kru KotGa: Saya merasa sangat intens saat berhadapan dengan salah satu musuh kuat di game ini, apakah nantinya pengalaman bermain akan terasa lebih menantang lagi?

Aaron: Pengalaman bermain yang menantang di game ini ditawarkan dari setiap pertarungannya, yang bahkan juga bisa dirasakan hingga momen klimaks di akhir gamenya. Kamu bisa menangis di beberapa cuplikan adegan emosional, seperti saya juga. Seperti yang bisa dilihat dari trailer gameplay saat Kratos berhadapan dengan naga, kamu pasti sudah bisa merasakan momen menegangkan yang ditawarkan game ini.

Baca ini juga :

» Tidak Ada Kegiatan, Mahasiswa Ini Putuskan Untuk Menjadi Youtuber Tekno 'NYANTECH'
» Makin Banyak! PlayStation Summer Sale Masih Berlanjut Hingga 17 Agustus!
» Sony Ungkapkan Backbone One PlayStation Edition, Kontroler Resmi Untuk Main PlayStation di iPhone!
» Ada Yakuza: Like A Dragon! Inilah Game Gratis PS4 & PS5 Untuk Member PS Plus Bulan Agustus!
» It's Yakuza Time! 4 Game Yakuza Akan Datang Ke Katalog Game PS Plus Extra Bulan Agustus!

Kalau kamu ingin tahu alur cerita selengkapnya tentang God of War, mainkan gamenya dan ikuti kisah menarik dari Kratos dan Atreus. Demikianlah wawancara eksklusif Kru KotGa dengan Aaron Kaufman. Untuk kamu yang gemar dengan kisah mitologi Nordik atau pecinta seri God of War, nantikan perilisan resmi gamenya pada tanggal 20 April 2018. Kru KotGa juga akan membuat ulasan tentang God of War setelah game ini resmi dirilis. Jadi, pantengin KotakGame untuk mendapat beragam info terbaru tentang God of War dan game lainnya, ya!


(KotakGame)

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru