NEWS

[REVISIT] Drakengard, Awal Dari Mahakarya Sang Director Yoko Taro

Fadhil Baladraf   |   Rabu, 28 Mar 2018


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Sebagian besar gamer termasuk Kru KotGa mungkin baru pertama kali merasa familiar dengan karya Yoko Taro yang luar biasa lewat rilis NieR: Automata tahun lalu. Tapi jauh sebelum franchise ini menjadi populer, Yoko Taro sudah pertama kali memperkenalkan seri game hack and slash yang lebih unik lewat Drakengard. Popularitasnya memang tertutupi sekian banyak rilis game dari developer besar lainnya, tapi kualitas dan pengalaman bermain yang jauh lebih berbeda adalah kekuatan utama dari game ini.

Resmi dirilis untuk PlayStation 2 pada tahun 2003 lalu, Drakengard menawarkan gameplay hack and slash yang tidak terkesan monoton dan menurut Kru KotGa justru lebih keren dibandingkan para pesaingnya. Selain bermain secara solo, kamu bisa menunggangi naga dan membantai semua musuh dengan dominasi kekuatan mengerikan. Mode ini sayangnya hanya tersedia dalam level khusus saja (serupa dengan misi menunggangi Pegasus di God of War 2), jadi kamu tidak bisa memanggil sang naga saat berada dalam misi normal.

Baca ini juga :

» Game Miss Kobayashi's Dragon Maid Telah Diumumkan Untuk PlayStation 4 dan Switch!
» Visualisasi Kreatifitas Digital Anak Bangsa Tersaji Pada Opening Ceremony Esports PON XX Papua 2021!
» PON XX 2021 Papua: Dimulainya Sejarah Esports Indonesia Untuk Membangun Prestasi di Dunia!
» Kontroversial Soal Fisik Thor, Direktur God of War Ragnarok Ingin Ia Menjadi Anak Yang Besar!
» Square Enix Konfirmasikan Jadwal dan Game yang Akan Ditampilkan di Tokyo Game Show 2021

Satu kelebihan yang paling menarik dari Drakengard adalah jalan ceritanya. Disini kamu berperan sebagai Caim, seorang pemuda yang kehilangan kedua orang tuanya setelah dibunuh oleh naga dan hanya hidup bersama adik perempuannya Furiae. Furiae sendiri adalah seorang dewi yang merupakan segel terakhir dari kehidupan dunia. Kerajaan yang terbawa oleh nafsu akan kekuasaan percaya kalau dengan menghancurkan semua segel, maka mereka akan dianugerahi oleh kekuatan kebangkitan dari dewa. Dari sinilah perjuangan Caim dan anggota Union untuk melindungi Furiae dimulai. Nantinya Caim juga membentuk ikatan dengan naga merah sekarat yang ditemukannya. Walaupun masih menyimpan dendam dengan bangsa naga, dia akhirnya berhasil menjadikan sang naga merah rekan setianya.

Dibalik jalan ceritannya yang luar biasa, Drakengard menawarkan gameplay dengan variasi terbaik di masanya. Selain pedang, kamu bisa mengoleksi jenis senjata lain seperti kapak, tombak, palu besar, tongkat staff, dan masih banyak lainnya. Setiap senjata memiliki moveset yang terdiri dari kombo tiga serangan normal. Semakin banyak musuh yang dibunuh, kekuatan serangan juga ikut meningkat. Setiap senjata juga memiliki satu serangan sihir yang tidak hanya kuat tapi juga terlihat keren saat dieksekusi. Mungkin kamu akan merasa sedikit bosan karena desainnya yang repetitif, tapi jalan ceritanya yang luar biasa sudah cukup untuk mencuri perhatianmu.

Secara keseluruhan, Drakengard adalah game hack and slash yang masih menyimpan tempat spesial di hati para gamer veteran. Mungkin banyak dari Kotakers belum sempat mencobanya, tapi dengan kualitas luar biasa yang Kru KotGa ringkas di atas, kamu pastinya wajib untuk mencobanya. Terlepas dari usianya yang sudah melebihi satu dekade, Drakengard tetap mempertahankan eksistensinya sebagai contoh game hack and slash yang berakhir dengan kualitas terbaik.

(KotakGame)

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru