NEWS

Jepang Kekurangan Ninja, Rela Gaji 11 Juta Untuk Rekrut Ninja Baru!

Culdesacc   |   Kamis, 19 Jul 2018


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Seperti yang telah kita ketahui, Jepang kini tengah mengalami krisis penduduk dikarenakan banyak dari penduduk Jepang yang enggan menikah dan memiliki momongan. Hal ini tentunya menyebabkan krisis anak-anak dimana baru-baru ini jumlah orang tua lebih banyak ketimbang anak muda di Jepang. Salah satu dampak dari krisis ini adalah jumlah Ninja di Jepang semakin berkurang hingga kini!

Baca ini juga :

» Anime "Oregairu" Season 3 Dipastikan Hanya Memiliki 12 Episode!
» Ogah Balik Ke Twitch? Ninja Sudah Memulai Streaming Perdananya di YouTube Tadi Malam
» Pisah Dengan Mixer, Ninja Tertangkap Basah Sedang Tes Live di YouTube Gaming
» Streamer Ninja, Dituduh Mendapatkan Bayaran Saat Melakukan Siaran Amal
» Menjelang Tutupnya Mixer, Ninja dan Istri Bagi-Bagi Uang Kaget Untuk Para Streamer

Dalam episode terbaru podcast Planet Money dari NPR, Sally Herships mengunjungi desa Iga yang terkenal dengan keturunan ninja-nya. Walau setiap tahun dimeriahkan dengan festival yang berhubungan dengan ninja, desa tersebut kini kekurangan ninja dikarenakan populasi anak-anak muda mulai berpindah ke kota karena enggan tinggal di desa.

Menanggapi hal ini, walikota desa Iga yaitu Sakae Okamoto mempromosikan keturunan ninja dalam desa tersebut demi menarik lebih banyak turis untuk memeriahkan festival tersebut. "Saat ini di Iga kami bekerja sangat keras untuk mempromosikan pariwisata ninja demi mendapatkan hasil paling ekonomis," kata Okamoto kepada Herships. “Contohnya, kami mengadakan festival ninja ini antara akhir April hingga sekitar awal Mei. Selama periode ini pengunjung dan juga orang lokal datang ke sini dengan berpakaian seperti ninja, berjalan berkeliling dan menikmati pemandangan di Iga - tetapi baru-baru ini saya merasa itu tidak cukup. ”

Untuk mengatasi hal ini, desa tersebut berusaha untuk merekrut ninja-ninja baru untuk menjadi performer di desa tersebut. "Ninja bukanlah pekerjaan yang bisa dipelajari dengan mudah. Tanpa latihan yang maksimal, kamu tak bisa menjadi Ninja. Itulah mengapa Ninja perlahan menghilang dari sejarah." ujar Sugako Nakagawa, seorang pengurus musium Ninja. Gaji yang ditawarkan oleh pekerjaan tersebut lumayan kompetitif, yaitu sekitar 85000 yen (sekitar 11 juta rupiah).

Jepang sedang mengalami ledakan pariwisata besar - Organisasi Pariwisata PBB memperkirakan bahwa hampir 29 juta wisatawan mengunjungi Jepang pada tahun 2017. Itu merupakan peningkatan hampir 20% dari tahun sebelumnya. Walau beberapa kota diuntungkan secara ekonomi dari masuknya wisatawan, desa-desa seperti Iga tampaknya ditinggalkan. Wah, kalau kekurangan ninja begini sih lama-lama budaya Jepang makin hilang dong.

(KotakGame)

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru