Review

Devil May Cry 5, SSStylish Comeback!

oleh: VolkanKaya

Halaman 1

Berawal dari penantian fans selama lebih dari satu dekade, Capcom akhirnya berhasil memenuhi misi mereka untuk kembali membangkitkan Devil May Cry, sebuah franchise hack and slash ikonik yang telah membawa pengaruh besar dalam genrenya. Lewat Devil May Cry 5, mereka berusaha membawa banyak perombakan baru yang lebih ambisius agar bisa bersanding sejajar dengan game AAA raksasa di pasaran, namun di saat yang sama tetap mempertahankan semua elemen klasik yang dicintai oleh para fans. Walaupun tidak mudah, sang kreator Hideaki Itsuno dan tim developernya telah mendedikasikan waktu selama hampir 5 tahun untuk meracik seri kelimanya ini.

Pada saat ini, mungkin sebagian dari kamu sudah memainkan dan bahkan sudah menamatkan Devil May Cry 5, namun Kru KotGa berusaha untuk mengambil tambahan waktu beberapa hari untuk menggali gamenya lebih dalam, baik itu menikmati ekstra konten yang ditawarkan hingga mengamati keseluruhan kualitasnya. Waktu selama beberapa hari tersebut tidak sia-sia, karena game ini memiliki banyak sekali kejutan yang mudah terlewatkan dan bisa jadi tambahan poin plus tersendiri dalam review Kru KotGa kali ini.

Jadi jika kamu belum memainkannya dan penasaran dengan kualitas yang ditawarkan, kali ini Kru KotGa sudah merangkum review lengkapnya yang bisa langsung kamu simak di bawah ini.

Baca ini juga :

» Sekiro: Shadows Die Twice
» ASUS ROG G703GX, Absolutely Monster!
» ASUS ROG Strix Scar II GL704GW
» God Eater 3
» Jump Force

Jalan Cerita

Plot memang bukanlah kekuatan utama dari franchise ini, namun Devil May Cry tetap hadir dengan drama cerita yang menarik untuk diikuti serta karakter yang memorable. Untuk Devil May Cry 5, game ini hadir sebagai sekuel langsung yang mengambil setting waktu beberapa tahun setelah Devil May Cry 4. Ceritanya dimulai saat invasi bangsa demon kembali terjadi dan kali ini memberikan dampak besar ke dunia nyata. Invasi yang dipimpin raja demon bernama Urizen ini sayangnya terlalu kuat dan bahkan tidak bisa dihentikan oleh Dante dan tim Devil May Cry sekalipun. Nero yang masih menjadi karakter utama dalam game ini juga tidak dapat berbuat banyak, karena tangan iblis atau Devil Bringer yang dimilikinya telah dicuri oleh Urizen. Prolog ceritanya juga memperkenalkan karakter baru bernama V, sosok pemuda misterius dengan tato di sekujur tubuhnya dan memiliki kemampuan untuk memanggil demon berwujud binatang.

Alur ceritanya sendiri bergerak dengan cukup cepat di awal dan mungkin akan membuatmu bingung, namun seiring berjalannya waktu kamu akan dilempar dalam beberapa skenario flashback yang akan mengisi plot holenya. Mulai dari sinilah jalan cerita akan bergerak maju selama satu bulan, dimana Nero mendapatkan bantuan dari rekan baru bernama Nico yang bertugas sebagai artisan senjata sekaligus pembuat tangan penggantinya yang dinamai Devil Breaker. Berbekal kekuatan barunya tersebut, Nero berambisi untuk menyelamatkan Dante dan menghentikan invasi demon dari pimpinan Urizen. Setidaknya inilah rangkuman singkat mengenai plot cerita yang disuguhkan Devil May Cry 5.

Jika harus dibandingkan dengan seri lainnya, Kru KotGa bisa melihat kalau Itsuno dan timnya sudah memikirkan plot yang dibangun dengan matang di sini. Walaupun ada beberapa celah kosong yang masih dipertanyakan seperti bagaimana Nero bisa bertemu dengan Nico atau V hingga bergabungnya dia sebagai anggota Devil May Cry, setidaknya beberapa plot hole penting berhasil ditutupi dengan baik dan memberikan gambaran jelas kalau franchise ini mungkin akan mendapatkan sekuel baru di masa mendatang. Yup benar sekali, tanpa memberikan spoiler mengenai endingnya, Kru KotGa dan banyak fans bisa melihat potensi sekuel yang kuat berkat konklusi ceritanya. Lalu bagaimana dengan pembahasan mengenai akhir kisah Son of Sparda? Arc dalam sebuah game maupun anime sekalipun bukan merupakan tanda dari akhir sebuah franchise, jadi bisa saja di game Devil May Cry selanjutnya kita bisa melihat petualangan Nero dan Dante dengan konflik yang lebih besar lagi.

Masih soal jalan ceritanya, Kru KotGa juga memiliki satu komplain kecil yang berhubungan dengan peran karakter sampingan. Contohnya seperti Kyrie, karakter yang menjadi heroine utama di Devil May Cry 4 ini sayangnya tidak diperlihatkan di sepanjang gamenya dan hanya "hadir" dalam bentuk suara saja. Hal yang sama juga berlaku untuk Lady dan Trish yang juga tidak memberikan dampak besar pada perkembangan cerita. Daripada memberikan peran, mereka hanya terkesan sebagai pelengkap atau fanservice bagi para fans saja.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru



Most Popular Previews
Belum ada Preview