NEWS

Boss Besar Platinum Games Ungkap Lebih Tertarik dengan Google Stadia Daripada PS5

VolkanKaya   |   Jumat, 21 Jun 2019


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Pergantian generasi konsol rasanya sudah semakin di depan mata dengan PlayStation 5 (?) dan Project Scarlett yang kemungkinan besar akan tiba tahun depan. Walaupun banyak gamer sudah sangat menantikan hadirnya konsol generasi terbaru, namun Atsushi Inaba yang merupakan boss besar Platinum Games memiliki respon berbeda. Daripada mengantisipasinya, Inaba mengaku kalau dia merasa biasa saja dan tidak terlalu antusias.

Komentar ini disampaikannya dalam sesi wawancara dengan VGC di ajang E3 2019 minggu lalu, dimana Inaba mengatakan kalau walaupun konsol generasi selanjutnya akan menawarkan kualitas grafis serta performa lebih tinggi, namun tidak banyak inovasi baru yang berbeda jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Dia kemudian menambahkan kalau Google Stadia adalah platform baru yang lebih menarik dan inovatif karena membawa basis cloud gaming di tingkatan berbeda.

Baca ini juga :

» Terlihat Menjanjikan, Para Fans Buat Remake 'Dino Crisis' dengan Unreal Engine 4!
» Sony akan Tarik Spider-Man dari MCU Jika Film Spider-Man FFH Tidak Raup Untung Sebesar USD 1 Miliar
» Cukup Banyak Penggemarnya, James Gunn ungkap Brightburn 2 Sedang dalam Pengerjaan
» Sony Gagal Masukan PES 2019 dalam Daftar Game Gratis PS Plus Periode bulan Juli
» Spider-Man Far From Home Resmi Tayang di Indonesia Hari Ini

Pendapat Inaba sontak mendapatkan respon negatif dari banyak gamer, karena Platinum Games sendiri memiliki track record yang tidak baik dalam membuat port game yang solid, baik itu untuk konsol maupun PC (seperti Bayonetta versi PS3 atau NieR: Automata versi PC). Belum lagi, ada kemungkinan kalau Inaba tidak tahu seberapa signifikan inovasi yang dibawa konsol generasi selanjutnya, jadi komentarnya tentu saja bisa disangkal. Sementara untuk cloud gaming sendiri walaupun memang terdengar lebih inovatif, keberadaanya masih sangat sulit untuk diterima pasar maupun berbagai developer.

Tentu saja persyaratan koneksi internet berkecepatan tinggi dengan paket data besar juga menjadi salah satu alasan kenapa platform cloud gaming seperti Google Stadia dianggap tidak efektif. Lalu bagaimana dengan pendapat kamu sendiri? apakah kamu antusias dengan konsol generasi selanjutnya atau lebih tertarik dengan Google Stadia?

(KotakGame)

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru