NEWS

Meskipun Banyak Dihina dan Diancam, Pengembang PUBG Brendan Greene Tetap Fokus untuk Bekerja

Bill13   |   Sabtu, 27 Jul 2019


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!
Brendan Greene, yang dikenal sebagai PlayerUnknown, memang sudah tidak bekerja lagi untuk game Battle Royale yang ia kembangkan. Namun dampak dari game tersebut masih jelas terngiang di benaknya.

Dalam sebuah konferensi Gamelab di Spanyol, Greene menceritakan pengalamannya ketika ia memimpin pengembangan dari game PUBG. Banyak hal yang tidak menyenangkan terjadi, penghinaan, dan semuanya Greene hadapi dan membuahkan hasil yang terbilang cukup sukses.

Baca ini juga :

» Dilarang Camping! PUBG Corp Uji Coba Blue Zone Baru Agar Pemain Tetap Bergerak
» Daftarkan Timmu! PUBG LITE Adakan Turnamen Nasional Berhadiah Total Rp100 Juta
» Acer Predator League 2020 Kembali Digelar dan Memperebutkan Total Hadiah Ratusan Juta Rupiah!
» Konyol! Bug Mobil Terbang Ganggu Gelaran PUBG Global Championship 2019
» Tumbangkan Bigetron RA, ONIC Esports Juarai Turnamen PUBG MOBILE UniPin SEACA 2019

Sumber: PUBG Corp.

Masalah Greene dimulai dari peluncuran pertama PUBG, dia menggambarkan bagaimana teknologi server game yang ada hanya untuk satu juta pengguna secara bersamaan. Untuk dapat menarik pemain hingga 3,2 juta orang, Greene dan timnya mengalami kewalahan karena pengembang dari PUBG hanyalah 30-35 orang saja.

Setelah berhasil dari early access, beberapa pemain menuntut perubahan dan peningkatan yang tidak masuk akal. Karena hal itu para pengembang turut disalahkan karena tidak memenuhi harapan sang pemain.

Sumber: PUBG Corp.

Meskipun banyaknya ancaman serta hinaan yang dilontarkan ke arah Greene, ia mengabaikan semua itu dan fokus untuk bekerja. "Kamu menikmati permainan, dan kamu menyukai feedbackmu, tetapi pada akhirnya kami harus berhati-hati dalam menangani feedback balik tersebut agar memastikan bahwa visi bekerja tetap relatif murni," ucap Greene.

Untuk sekarang, Greene tidak lagi bekerja untuk game Battle Royale. Semua penghinaan tersebut membantunya untuk lebih baik lagi sebagai pribadi maupun pemimpin. Kesehatan menjadi prioritas utama, setelah ia bekerja selama 14 jam sehari di PUBG. Ia ingin mengambil libur akhir pekan dan memanfaatkan hari libur tersebut secara maksimal.

Sumber: gamesindustry.biz

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru