NEWS

Habis Adu Jotos di Tekken 7, Dua Pria Ini Malah Berpelukan di Akhir Permainan

Citaaditya   |   Jumat, 27 Sep 2019


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!
Gelaran tahunan MASTERCUP kembali bergulir beberapa waktu lalu. Istimewanya, tahun ini pemenang dari MASTERCUP akan mendapatkan lisensi resmi sebagai pemain pro dari lembaga yang bersangkutan. Seperti yang kita ketahui, Jepang mengadakan sistem kontroversial yang membuat para pemain yang ingin berpartisipasi dalam turnamen esports harus memiliki lisensi resmi.

Baca ini juga :

» Dranix Esports Jadi Juara Free Fire Shopee Indonesia Masters dan Siap Wakili Indonesia ke Brazil
» Bangga, Indonesia Menjadi Juara 1 di Line Gets Rich Battle of Nation 2019
» Tekuk Tim Tuan Rumah RRQ Epic 2-0 di Partai Final, Black Dragons Sabet Gelar Juara PBIC 2019
» Dapat Dukungan Penuh Kemenpora dan Kemkominfo, Piala Presiden Esports 2020 Siap Bergulir
» Jawab Keresahan Komunitas dengan Bukti Nyata, Cerita Pendiri Arcade Stick Indonesia

Genki "Gen" Kumisaka dan Kouki Oyama adalah dua pemain Tekken 7 terbaik di Jepang. Meskipun mereka tidak selalu berhasil sampai ke final, keduanya memiliki catatan yang mengesankan di acara-acara komunitas game fighting seperti Evo, Evo Japan, Thaiger Cut, dan Summer Jam. Uniknya kedua pemuda ini berasal dari kota yang sama. Sayangnya mereka harus bersaing demi mendapatkan lisensi JeSu.

Lebih dari 200 pesaing lain juga telah memasuki MASTERCUP dengan tujuan yang sama. Japanese eSports Union (JeSU) telah memilih pengembang Tekken 7 Bandai Namco untuk memberikan lisensi profesional kepada tiga pemain teratas di MASTERCUP. Memegang lisensi JeSU diperlukan bagi pemain game fighting Jepang untuk mendapatkan uang di acara resmi. Hal ini terjadi karena Pemerintah Jepang membuat peraturan bahwa kompetitif game termasuk ranah perjudian. Jika tidak ingin terjerat hukum, mereka harus memiliki lisensi resmi.

Pertandingan unik tersaji di perebutan juara ketiga MASTERCUP. Gen dan Kouki harus bertarung demi slot terakhir lisensi JeSU. Sebelum permainan mulai pun mereka terlihat akrab antara satu sama lainnya. Gen memilih Shaheen sebagai karakternya dan Kouki memilih Julia. Beberapa kali pukulan telak dilancarkan oleh Kouki, Gen dengan tenang membalasnya. Belum lagi banyak serangan bawah yang dilancarkan Kouki sempat membuat Gen kewalahan. Mental juara kembali ditunjukkan oleh Gen, dia dapat dengan mudah membalas Kouki. Akhirnya Gen keluar sebagai juara ketiga dan berhak mendapatkan lisensi JeSU. Gen awalnya hanya duduk dan terdiam. Namun, dirinya akhirnya bangkit dan menghibur Kuoki yang menangis. Sungguh sebuah pemandangan tidak biasa di gelaran game fighting.

Penonton pun ikut bersorak karena ikatan yang kental dari dua pemain ini. Menurut penonton sendiri, ini adalah pertarungan terbaik dibandingkan final yang lain. Semua emosi terluapkan di pertandingan satu ini. Menurut Kotakers penggemar game fighting sendiri, apakah kejadian seperti ini termasuk sesuatu hal yang menarik perhatian?

(Kotak Game)

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru