Beberapa game besutan Rockstar memang mendapatkan citra negatif. Seperti GTA yang mendapat banyak kritik karena kekerasan di dalamnya, namun juga mendapat pujian karena kualitas gamenya. Gamenya yang lain Red Dead Redemption yang juga tak kalah terkenal dan meledak dengan skor tinggi.
Baca ini juga :
» BOOM Esports Resmi Tutup Divisi Dota 2 Setelah Delapan Tahun Perjalanan
» RRQ Resmi Rekrut Jovanni “Jovi” Vera sebagai Pelatih Baru Divisi VALORANT
» Skandal Keselamatan Anak di Roblox: Mengapa Tuntutan Hukum Meningkat dan Rencana Fitur Kencan tuai Kontroversi
» Sword of Justice Punya AI NPC yang Bisa Ngobrol, Nginget Aib Pemain, sampai Bikin Drama Sendiri
» Jangan Sampai Ketinggalan SQUARE ENIX BLACK FRIDAY SALE di PlayStation Store & Steam!
Sumber: Rockstar Twitter
Melansir dari videogamer, Rockstar Games akan menyumbangkan sebagian dari pendapatan GTA Online dan Red Dead Online untuk upaya penanggulangan COVID-19. Menanggapi krisis, perusahaan akan menyumbangkan lima persen dari semua pendapatan yang diperoleh dari pembelian dalam game di GTA Online dan Red Dead Online, mulai 1 April hingga akhir Mei.
“Dana ini akan digunakan untuk membantu masyarakat lokal dan bisnis yang berjuang dengan dampak COVID-19, baik secara langsung maupun dengan mendukung beberapa organisasi yang ada di lapangan membantu mereka yang terkena dampak krisis ini. Seiring perkembangan, kami akan berbagi lebih banyak tentang upaya ini, ” ujar Rockstar melalui twitter.
GTA Online dan Red Dead Online adalah judul yang sangat menguntungkan untuk Take-Two Interactive (induk perusahaan Rockstar), sebelum keduanya menghasilkan laba kotor sebesar 299 Juta USD atau setara dengan 5 Miliar Rupiah pada kuartal pertama tahun fiskal 2020.
Sumber: videogamer.com