NEWS

Blogger Jepang Sebut Pengaruh Besar VTuber dalam Turunnya Penjualan Game

Billy Mariza   |   Jumat, 12 Nov 2021


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!
Trend Virtual YouTuber yang membludak sejak setahun yang lalu menjadi salah satu fenomena yang sangat berpengaruh besar, terlebih para penikmat atau wibu di Indonesia yang pelan-pelan mulai "terjangkit virus" Vtuber. Namun apakah trend tersebut memiliki pengaruh yang baik atau justru buruk secara keseluruhan?

Mungkin perspektif dari seorang Blogger dalam situs Jepang, Hatelabo, bisa membuka pikiran kalian sedikit. Blogger tersebut memiliki anggapan bahwa Streamer, termasuk Vtuber memiliki pengaruh besar dalam penjualan suatu game, dan pengaruh yang dimaksudkan adalah yang buruk alias penuruan daya jual gamenya.



Baca ini juga :

» Terlalu Agresif Saat Ngesimp! Bang Upi di Time Out Chloe Pawapua!
» Gita Katakan Belum Punya VGA! Kelucuan Bang Upi Mau Donasi VGA ke Vtuber, Gita Melodia!
» Aplikasi VTuber di Appstore Berikan Larangan Avatar yang Terlalu Sensual atau Dibawah Umur
» Ups?! Disguised Toast Mengakui Dirinya Terkena Ban Memang Disengaja!
» Moderator Streamer Twitch Terkena Ban Karena Membuat Lelucon "Your Mom"!

Bagaimana bisa buruk? Blogger memberikan poin argumen yang cukup kuat tersebut dengan mengatakan bahwaSebelumnya dia bukan tipe orang yang menonton gameplay atau walktrough suatu game di YouTube, namun setelah direkomendasikan oleh temannya sekitar satu setengah tahu, dia mulai menontonnya sedikit saja. Sekitar 10 game yang ia sudah rencanakan ingin beli ia batalkan karena sudah menonton Vtuber yang memainkan gamenya



"Kalau ingin jujur, lebih baik saya membeli game yang sama sekali tidak saya ketahui jalan ceritanya dengan harga yang sama dengan game yang sudah saya tonton Vtuber memainkannya" Ujarnya Blogger tersebut.

Sang Blogger juga bukan tanpa alasan melontarkan opininya, karena dia mengaku sering sekali melihat game yang harganya menurun drastis setelah dimainkan oleh Vtuber. "Nilai jual dari Vtuber adalah pengalaman bermainnya yang kadang bisa terlalu asik ditonton, namun setelah selesai dimainkan, banyak dari mereka yang awalnya sudah menginginkan game tersebut memilih untuk menurunkan niatnya." Lanjutnya.

Sedikit fakta unik, Di Jepang sendiri, ada sebuah toko game fisik yang membuat rak atau bagian khusus game-game yang pernah dimainkan oleh beberapa Vtuber Hololive. Dengan begitu, game-game tersebut bisa saja akan dibeli oleh para gamer terutama fans Hololive.



Walaupun opini si Blogger terkesan berat sebelah dan mengeneralisir, namun ini bisa jadi perspektif baru tatkala melihat suatu game AAA besar yang tidak terjual selaris yang diharapkan. Blogger tersebut berpendapat jika ada baiknya agensi Vtuber menerapkan batasan Talent mereka untuk melakukan Streaming game yang baru saja rilis agar tidak memberi efek pada penjualan gamenya di masa depan.

Sumber: Yaraon

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru