NEWS

Batal Beli Twitter, Elon Musk Terancam Dituntut USD1 Miliar

Yohanes   |   Sabtu, 09 Jul 2022


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Elon Musk dikabarkan telah mengakhiri usahanya untuk membeli Twitter karena orang terkaya di dunia ini telah menarik tawarannya senilai USD44 miliar untuk membeli perusahaan media sosial tersebut. Padahal, pada 14 April 2022 yang lalu, Elon Musk mengatakan mengakuisisi Twitter dengan membayar USD54,20 untuk setiap lembar saham Twitter.

Baca ini juga :


» Pangkas Biaya Kantor, Elon Musk Lelang Patung Twitter Seharga IDR1,5 Milyar
» Fitur Twitter Terbaru Memungkinkan User untuk Tahu Seberapa Banyak Cuitannya Dilihat
» Elon Musk Setuju MrBeast Jadi CEO Twitter?
» Twitter Larang Usernya Promosi Akun Facebook dan Instagram di Platformnya
» Tesla Resmi Meluncurkan Integrasi Steam




Elon Musk


Tentu pihak dari Twitter tidak tinggal diam atas keputusan sebelah pihak dari Elon Musk ini, ketua Dewan Twitter Bret Taylor mengatakan akan membawa Elon Musk ke pengadilan setelah menyatakan membatalkan kesepakatan pembelian Twitter senilai USD44 miliar (sekitar Rp659 triliun). Berdasarkan ketentuan perjanjian, Elon Musk harus membayar USD1 miliar (Rp14,9 triliun) kepada Twitter atas pembatalan pembelian ini. “Dewan Twitter berkomitmen untuk menutup transaksi pada harga dan persyaratan yang disepakati dengan Mr. Musk dan berencana untuk mengambil tindakan hukum untuk menegakkan perjanjian merger. Kami yakin kami akan menang di Pengadilan Negeri Delaware,” kata Bret Taylor.



Berdasarkan ketentuan perjanjian tersebut, Elon Musk harus membayar kepada Twitter biaya pembatalan pembelian sebesar USD1 miliar. Inilah sebabnya mengapa CEO Tesla tersebut menyalahkan keputusannya untuk mundur dari kesepakatan atas dugaan "representasi palsu dan menyesatkan" yang dia tuduh dibuat oleh Twitter. “Adanya biaya (pembatalan) perpisahan adalah hal yang biasa diterapkan dalam kesepakatan miliaran dolar. Anda harus memenuhinya, kecuali ada semacam pelanggaran materi atau semacam alasan yang dapat dibuktikan di pengadilan bahwa Twitter, misalnya, tidak berhasil memenuhi persyaratan dalam kesepakatan,” kata Profesor hukum Universitas Richmond Carl Tobias. Namun, Richmond Carl Tobias menyatakan masih ada kemungkinan kesepakatan itu dapat dinegosiasikan ulang dengan harga yang lebih rendah yang lebih menguntungkan bagi Musk. Untuk membantu membiayai tawaran pertama, miliarder itu harus meminjam dana dari beberapa kepemilikannya di Tesla.

Selain berita utama pada artikel ini, Kru KotGa juga punya pembahasan menarik yang bisa kamu tonton pada video di bawah ini.

TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru