NEWS

Venue TI 11 Menuai Beragam Protes, Ceb Dan Puppey Kecewa

Reza Adibrata   |   Kamis, 27 Oct 2022


Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!

Makin update dengan berita game dan esports! Yuk subscribe ke channel YouTube KotakGame DI SINI dan Instagram KotakGame DI SINI! Bakal ada banyak FREE GIVEAWAY Diamonds, UC, PS4, gaming peripheral, dan lainnya!
Meski The international 2022 Singapura masih berlanjut, sepertinya telah banyak menuai beragam protes dari penggemar sampai pelaku esports Dota 2. Sepertinya banyak masalah yang muncul dalam penyelenggaraan The International 2022 Singapura.

Baca ini juga :

» Komitmen di MPL Indonesia Season 11, Kyy Lakukan Sunatan Terlebih Dahulu!
» Gandeng Eks Member JKT 48, EVOS Esports Rekrut Yupi Sebagai Brand Ambassador!
» Dua Tahun Bersama, Team RRQ Resmi Bubarkan Divisi Wild Riftnya!
» Kolaborasi Lokapala X Grand Legend Ramayana! Hadirkan Shinta di Svakaloka hingga Rangkaian Update Baru
» Snapdragon Pro Series Powered by Samsung Galaxy Free Fire Finals akan Digelar di Jakarta pada Februari 2023

Contohnya pada masa penjualan tiket, Valve beserta PGL dikritik karena harga tiker yang sangat mahal, serta dengan adanya keberadaan calo tiket yang meresahkan fans.

Saat main event The International 2022 digelar, banyak pihak yang mengeluhkan tentang venue nya. Banyak yang berasa bahwa venue nya kurang layak untuk turnamen sekelas The International. Cen dan Puppey sebagai pemain yang telah bertahun-tahun mengikuti The International mengatakan venue main event TI 11 tidak memiliki hawa-hawa The International.


Sumber: Valve

Bahkan mereka mengkritik SunTec Arena terlalu kecil untuk venue main event The International 2022. Dalam podcast SUNSfan dan Synderen, Ceb mengungkapkan dia kecewa terhadap PGL yang menjadi pihak penyelenggara The International 2022.

"Saya sangat kecewa dengan venue (TI 11). Saya tidak merasakan TI vibes ketika saya berada di venue. Saya percaya TI adalah waktu yang harus dibanggakan oleh setiap penggemar Dota 2 dengan panggung besar dan energi luar biasa dari penonton," ujar Ceb.

Sementara itu, Puppey saat konferensi pers mengatakan bahwa ia belum melihat kemegahan panggung The International 2022 selama di Suntec Arena.

"Setiap memikirkan TI, saya benar-benar membayangkan berjalan ke arena mendengar nyanyian penonton, itu ajaib," kata Puppey.

"Saya belum merasakan itu semua di TI 11 karena tempat yang kecil," sambungnya.

Venue main event The International 2022 akan berganti dengan yang lebih besar pada babak grand finals. Akhir pekan nanti, 4 tim terbaik masih akan berjuang untuk mengukir namanya di Aegis Champions. Venue akan pindah ke Singapore Indoor Stadium yang mampu menampung hingga sekitar 12 ribu penonton.

Lihat juga nih review ROG Phone 6. Cek video dibawah ini ya:


TAGS

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline (021) 93027183
rekomendasi terbaru