Apple melarang para karyawannya menggunakan ChatGPT maupun alat kecerdasan buatan serupa karena khawatir terjadi bocornya informasi rahasia perusahaan.
Apple mengkhawatirkan penggunaan ChatGPT dan GitHub Copilot milik Microsoft dapat mengungkapkan informasi rahasia tentang proyek teknologi yang sedang dikembangkan oleh Apple. Penggunaan kedua alat tersebut akan menyebabkan data dikirimkan kembali kepada pengembangnya, memungkinkan teknologi kecerdasan buatan menjadi lebih cerdas seiring waktu. Bila terjadi bug, seperti yang terjadi pada ChatGPT pada Maret lalu, pengguna dapat melihat riwayat obrolan orang lain, termasuk informasi terkait pembayaran.
Baca ini juga :
» GIGABYTE "ENTER INFINITY" di COMPUTEX 2026: Rayakan Hari Jadi ke-40 dengan Inovasi AI dan Lainnya
» Data Pengguna T1 Phone Bocor, Trump Mobile Malah Blunder Hadapi Krisis PR
» Gantikan 30.000 Laptop Windows, Sekolah di Kansas City Migrasi Massal ke MacBook Neo
» Resmi, Esports World Cup 2026 Pindah dari Riyadh ke Paris
» Evolusi Komputasi AI Mobile: AMD Resmi Meluncurkan Prosesor Ryzen AI 400 Series untuk Copilot+ PC
Dilansir dari
nypost.com, CEO OpenAI, Sam Altman, memperingatkan Kongres tentang bahaya yang bisa ditimbulkan oleh platform berkecerdasan buatan tanpa regulasi yang tepat. Altman ingin bekerja sama dengan pemerintah untuk mencegah kerugian yang signifikan akibat teknologi kecerdasan buatan yang salah.
Meskipun demikian, Apple sedang mengembangkan model bahasa sendiri dan waspada terhadap penggunaan ChatGPT. Pada bulan Maret, Apple mencegah pembaruan aplikasi BlueMail karena mengintegrasikan ChatGPT dalam penulisan email. Apple juga mengharuskan BlueMail meningkatkan batasan usia bagi pengguna baru menjadi 17 tahun atau menerapkan penyaringan konten untuk mencegah anak-anak melihat konten yang tidak pantas.
Walaupun demikian, Apple mengizinkan aplikasi ChatGPT untuk iPhone dan iPad di App Store dengan persyaratan pengguna minimal berusia 12 tahun.