SPECIAL FEATURE

Luar Biasa, Pendapatan Industri Game Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara pada Tahun 2018


Luar biasa!


Halo Kotakers!

Tahun 2018 merupakan momen yang sangat menarik untuk industri gaming Indonesia, mulai dari banyaknya turnamen esports yang menjadi sorotan utama (dari game Arena of Valor, Mobile Legends: Bang Bang, PUBG MOBILE hingga DOTA 2), developer Indonesia yang akhirnya berhasil meluncurkan video game karyanya di konsol PlayStation 4 (Fallen Legion dari MINTSPHERE) dan Nintendo Switch (Ultra Space Battle Brawl dari Toge Production) hingga rilisnya berbagai game baru buatan developer lokal yang kualitasnya tidak bisa dipandang sebelah mata.

Menilik perkembangan industri game Indonesia yang sangat pesat itu, kamu penasaran gak sih seberapa besar total revenue atau pendapatan yang berhasil dicapai oleh industri game Indonesia di tahun 2018? Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, Kru KotGa akan bereferensi ke Newzoo, situs intelijen untuk game, esports dan mobile yang hasil analisanya cukup sering dikutip oleh para pembicara industri game di Indonesia. Jadi, Newzoo telah menerbitkan sebuah artikel yang mengungkap ranking pendapatan dari game oleh negara-negara di dunia periode tahun 2018 yang diterbitkan pada bulan Oktober yang berjudul "Top 100 Countries/Markets by Game Revenues".


Dalam artikel Newzoo itu, peringkat utamanya adalah Tiongkok dengan total pendapatan USD34.400 juta atau sekitar Rp500,6 triliun sementara Indonesia harus puas berada pada urutan ke-17 dengan total pendapatan sekitar USD1,084 juta atau sekitar Rp15,8 triliun. Tidak heran sih Tiongkok menjadi negara pertama dalam daftar Newzoo tersebut, sebab perusahaan-perusahaan game top berasal dari sana, seperti Tencent Games (Arena of Valor, PUBG MOBILE), NetEase (Onmyoji Arena, Rules of Survival), Perfect World Games (Perfect World, Final Fantasy Awakening) dan 37 Interactive Entertainment (Blades and Rings, Rings of Anarchy).


Walaupun posisi Indonesia berada di peringkat belasan, namun gamer Indonesia harus tetap bangga, karena untuk kawasan Asia Pasifik, Indonesia berada pada posisi ketiga setelah Taiwan yang sebesar USD1.231 juta atau Rp17,9 triliun dan India USD1.105 juta atau Rp16,08 triliun. Patokan kurs Rp14.552,50 per USD, tanggal 28 Desember 2018. Bahkan negara Asia Tenggara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam berada jauh di bawah peringkat Indonesia. Dengan data tersebut, bisa dibilang industri Indonesia menduduki posisi pertama di wilayah Asia Tenggara.


Baca ini juga :

» Esports di Indonesia & Perkembangannya Selama 20 Tahun
» Kenalan dengan Punipun, Brand Ambassador ROG yang Super Imut
» Kenalan Dengan Rex Regum Qeon, Tim 'Raja' yang Miliki Banyak Prestasi
» Yuk Kenalan dengan ONIC Esports, Tim Baru yang Raih Segudang Prestasi!
» Kenalan dengan Cimon (Cindy Monika), Influencer Sekaligus Calon Dokter yang Cemerlang
Berdasarkan data tersebut, jadi kita jangan terkejut kalau kedepannya, khususnya di tahun 2019, akan semakin banyak perusahaan game luar negeri yang membuka cabangnay di Indonesia. Mungkin, dengan pertimbangan dari data yang dikeluarkan oleh Newzoo itu, bisa saja pihak Nintendo untuk pertama kalinya tertarik untuk membuka cabang perusahaannya di Indonesia. Tidak menutup kemungkinan dong?


Okey, terlepas dari berbagai perkiraan liar yang mungkin muncul di otak kamu tentang perkembangan industri game Indonesia yang semakin baik. Tahun 2019 dipastikan akan menjadi tahun yang sangat menarik untuk industri game Indonesia, khususnya esports, karena turnamen-turnamen besar dari Arena of Valor, Mobile Legends: Bang Bang dan PUBG MOBILE akan kembali dengan kemeriahan yang lebih seru dari tahun 2018. Tidak ketinggalan juga peluncuran game akan datang, mulai dari konsol, PC dan mobile.

(KotakGame)

TAGS



(Total View : 30972)
rekomendasi terbaru