SPECIAL FEATURE

Esports di Indonesia & Perkembangannya Selama 20 Tahun


Halaman 1

Halo Kotakers!

Ekosistem esports Indonesia belakangan ini memang bisa dibilang sudah sangat berkembang, ya. Namun, tentu saja untuk menuju ekosistem seperti sekarang, ada tahapan yang harus dilalui, dan proses menuju seperti saat ini terbilang panjang. Well, Kru KotGa bakal memberikan pandangan mengenai perkembangan kompetisi game dan esports berdasarkan berbagai sumber dan pengalaman berkarir di industri game Indonesia selama ini, mulai dari gamer biasa, blogger amatir, hingga jadi jurnalis game profesional seperti sekarang.

Rentang waktu yang Kru KotGa amati pada artikel ini mulai dari tahun 1999 hingga 2019. Mayoritas diambil dari pengamatan pribadi sebagai pengamat industri game Indonesia, sedangkan lainnya berdasarkan wawancara kepada pihak terkait dan berbagai sumber dari media lain. Dulu, pertandingan game di Indonesia belum dikenal dengan sebutan esports, namun hanya dikenal sebagai turnamen atau kompetisi saja. Pihak yang mengenal istilah "esports" pun hanya sebagian kelompok yang memang berkarya pada industri game.

Turnamen game bergengsi pertama yang Kru KotGa kenal pertama kali adalah World Cyber Games atau disingkat WCG. Di masa itu, sekitar tahun 2002, nama tim yang paling disegani karena prestasinya adalah XCN (Executioner), dengan gamenya adalah Counter-Strike. Di Indonesia, kejuaraan ini pertama kali digelar pada tahun 2001 silam atas kerja sama Majalah CHIP dengan Ligagame. Meskipun sebelum WCG ini sudah ada serangkaian turnamen game yang pernah diselenggarakan oleh Ligagame, seperti Quake II dan StarCraft di warnet-warnet sekitaran Jakarta.


Baca ini juga :

» Kenalan dengan Punipun, Brand Ambassador ROG yang Super Imut
» Kenalan Dengan Rex Regum Qeon, Tim 'Raja' yang Miliki Banyak Prestasi
» Yuk Kenalan dengan ONIC Esports, Tim Baru yang Raih Segudang Prestasi!
» Kenalan dengan Cimon (Cindy Monika), Influencer Sekaligus Calon Dokter yang Cemerlang
» Kenalan dengan Rissa (Larissa Rochefort), Influencer Esports yang Smart dan Banyak Bakat
Sebelum megah seperti saat ini, acara game online Indonesia pada 15 tahun yang lalu lebih banyak ke konsep pameran untuk mengedukasi masyarakat tentang game online. Jadi, dalam acara itu berisi tentang edukasi game yang dipromosikan, mini-games berhadiah, serta berbagai aktivitas menarik untuk menarik perhatian masyarakat umum, khususnya bagi anak-anak dan remaja agar tertarik untuk mencoba. Lokasi yang dipilih untuk penyelenggaraanya lebih kepada pusat perbelanjaan karena di sana banyak orang yang mencari hiburan.

Salah satu pameran game yang paling sukses di zamannya, sekitar tahun 2005, adalah RO Festival di Mall Taman Anggrek. Kesuksesannya tidak lepas dari Ragnarok Online yang begitu digandrungi gamer hampir di kota-kota besar Indonesia di sekitar tahun 2004. Acara ini pun jadi ajang silaturahmi pemain Ragnarok Online yang biasanya hanya bertemu sebagai sosok virtual di dalam game.


Setelah RO Festival, setiap tahun Lyto selalu menggelar acara yang bertajuk Lyto Game Festival atau LGF, karena game yang diterbitkan tidak hanya Ragnarok Online. Mulai dari sinilah Lyto tiap tahun selalu menggelar turnamen nasional untuk setiap game yang diterbitkannya. Hadiahnya pun sangat menarik, mulai dari uang tunai senilai jutaan, voucher game hingga berbagai produk gaming dari sponsor. Sayangnya, LGF terakhir diadakan pada tahun 2014.

TAGS



(Total View : 15685)
rekomendasi terbaru