Feature

[SPECIAL] 5 Keuntungan MOBA Kok Analog Dibandingkan dengan MOBA Biasa

oleh: Cralizer77

Kecemburuan dan rasa dengki sepertinya telah menjadi pemicu perpecahan gamer tanah air saat ini, mengapa? Karena sejak keberadaan beberapa game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang kini muncul diperangkat mobile dan berhasil sukses dipasaran dibeberapa wilayah Asia, justru menjadi bahan pergunjingan yang tidak ada habisnya, bahkan game tersebut diolok-olok dengan kalimat "MOBA kok Analog!".

ketika menyebutkan "MOBA kok Analog" dengan rasa dengki sebenarnya berlandaskan pada ketidak terimaan hati gamer yang mengucapkannya terhadap perkembangan teknologi. Awalnya MOBA memang diperkenalkan pada sebuah game Defense of the Ancients (DotA) yang pada awalnya merupakan mod pada game Warcraft III: Reign of Chaos, dimana saat itu MOBA memang hanya bisa dimainkan pada perangkat PC menggunakan keyboard dan mouse. Tentunya pada awal kemunculannya, DotA yang dikembangkan oleh IceFrog ini telah berhasil menggugah dunia dengan gameplay MOBA yang dimilikinya, tidak hanya gamer tetapi juga para pelaku industri game mulai dari developer hingga publisher tertarik untuk membuat game yang serupa.

Hingga pada akhirnya setelah DotA milik IceFrog, muncul lah beberapa game MOBA sejenis namun telah dimodifikasi sedemikian rupa yang ditujukan oleh para gamer yang awam dengan MOBA sehingga dapat mengerti lebih cepat dibandingkan DotA, diantaranya adalah League of Legends dan Heroes of Newert yang dikembangkan oleh Riot Games, Heroes of the Storm milik Blizzard, DOTA 2 milik Valve, dan akhirnya MOBA juga menyesuaikan dengan pasar dengan menambakan elemen third person didalamnya dan salah satunya yang sukses adalah Smite.

Kini perkembangan teknologi smartphone yang semakin canggih membuat developer dan publisher untuk mencari peluang diranah tersebut, bermacam-macam genre game dijejalkan pada layanan aplikasi yang disediakan oleh dua sistem besar yang ada saat ini yaitu Android dan iOS. Mulai dari racing, sport, shooter, action, RPG, hingga MOBA.

Kecanggihan smartphone memang memiliki kekurangan, meskipun smartphone generasi terbaru saat ini telah mampu memainkan game dengan kualitas grafis tinggi, tetapi keterbatasan untuk melakukan kendali dalam bermain game masih menjadi masalah yang harus ditemui oleh developer game mobile. Karena rata-rata game pada smartphone hanya mengandalkan elemen ketukan, menekan, menggeser, dan sebagainya. Sehingga oleh sebab itu developer game mobile terus mengembangkan kontroler pada smartphone dan akhirnya muncul kontroler analog untuk memudahkan player dalam menggerakan objek yang terdapat dalam game, khususnya pada beberapa genre game seperti racing, action, RPG, emulator, hingga saat ini MOBA.

Baca ini juga :

» Ditukar Ginjal saja Tidak Cukup! 7 Pemain Esports Indonesia yang Memiliki Harga Termahal!
» Kesulitan Naik Rank? Ini Dia Hero-Hero Termantap Buat Push Rank di Mobile Legends!
» WORLDS Pertama, MPL ID Ketiga! 7 Turnamen Esports Paling Banyak ditonton Pada Tahun 2021!
» Savage Alberttt Hingga Blacklist Juara! 7 Epic Moment yang Ada di M3 World Championship!
» Auto Jago! Inilah Tips Bermain Tank di Mobile Legends ala Pro Player!

Oleh sebab itu KotakGame akan mengajak Kotakers untuk membuka wawasan terhadap 5 keuntungan game MOBA yang menggunakan analog dalam penggunaannya. Apa saja? Silahkan cek tiap halamannya.

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru