Feature

[Diary Kru KotGa] Benarkah Nyawa Anime Jepang Tinggal 3 Tahun Lagi?

Tidak bisa dipungkiri lagi kalau Jepang dikenal oleh banyak orang di seluruh dunia karena beberapa faktor, salah satunya adalah anime. Anime di Jepang sendiri sudah berkembang sangat pesat. Meski begitu, tidak semua orang senang akan kemajuan tersebut. Lho, kok bisa gitu?

Bagi kamu para pecinta anime mungkin masih ingat dong mengenai ramalan sang kreator Evangelion - Hideaki Anno pada tahun 2015 lalu? Ia meramalkan bahwa industri di anime Jepang akan runtuh dalam waktu 5 tahun kedepan. Hideaki mengatakan bahwa masa keemasan anime sudah lewat dan terkesan menurun. Tampaknya sedikit demi sedikit ramalan Hideaki terlihat benar kalau dipikir-pikir.

Mungkin dalam segi "grafis" telah mengalami peningkatan yang signifikan. Apalagi jika menonton anime yang animasinya dibuat oleh studio ufotable, pastinya mata para penonton dimanjakan dengan berbagai efek yang ciamik dan sedap untuk memandang waifu impian.
Sama halnya seperti video game, grafis tidak bisa menjadi tolak ukur dari bagus atau tidaknya kualitas suatu karya tersebut. Yang paling penting, apalagi kalau bukan jalan cerita yang menarik. Kalau zaman dulu, mungkin kita dapat dengan mudah menemukan anime dengan jalan cerita yang berkualitas seperti Rurouni Kenshin ataupun JoJo's Bizarre Adventure yang sampai mendapatkan remake pada tahun 2012 lalu.
Kalau sekarang? Mungkin agak sedikit sulit untuk menemukan anime yang memiliki jalan cerita yang sangat menarik yang bisa bikin para penonton selalu mengingatnya dikepala. Kalau nonton anime zaman sekarang dan setiap berganti season pasti akan mudah dilupakan begitu saja.

Kebanyakan anime sekarang selalu mengedepankan fanservice dan menomorduakan jalan cerita yang menarik. Incest, moe, loli, tsundere adalah contoh beberapa "unsur" yang sepertinya wajib banget ada di anime zaman sekarang. Padahal hal tersebut hanya disukai oleh penonton di Jepang dan segelintir orang diluar negara tersebut.
Tampaknya Jepang sudah seperti kehilangan jiwa dan raganya dan hanya menunggu waktu saja untuk anime Jepang turun tahta dan digeserkan posisinya sebagai trendsetter anime akan tergeserkan sesuai dengan ramalan Hideaki Anno. Saat ini, Netflix sudah semakin serius dalam bergelut di industri anime, mulai dari menayangkan beberapa anime Jepang hingga membuat anime original seperti BLAME! hingga remake Knights of the Zodiac: Saint Seiya.
Baca ini juga :

» Awas Maksiat! 7 Game Mobile Yang Gak Boleh Kalian Mainin Sebelum Buka Puasa Edisi 2022!
» Nyesel Kalau Gak Nonton! Ini Dia 7 Rekomendasi Anime Baru Yang Akan Rilis di 2022
» Sembari Menunggu Arcane Season 2, Ini Dia Deretan Anime Yang Harus Kamu Tonton Kalau Kamu Suka Arcan
» Mau Jadi Tanjidor? Ini Dia Deretan Game Adaptasi Anime Yang Gak Akan Ngecewain!
» Udah Pernah Maenin Belom? Ini Dia 7 Rekomendasi Game JRPG Yang Keren Dan Asik Di Steam!
Industri anime di Jepang juga tidak seindah yang kamu pikirkan. Animator dan ilustrator disana digaji tidak sesuai dengan kerja keras mereka. Bahkan sutradara vetaran, Taiki Nishimiru, mengeluh mengenai pendapatannya yang minim hingga harus mengerjakan dua proyek sekaligus agar hidupnya tercukupi.

Jika industri anime Jepang akan terus seperti ini mungkin ramalan mengenai hidup anime di Jepang tinggal 3 tahun lagi bisa benar terjadi. Lantas, bagaimana menurutmu mengenai industri anime saat ini?

(KotakGame)

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru