Feature

[Diary Kru KotGa] Kembali Bernostalgia dan Menguak Rahasia JRPG Fenomenal

Industri game pada era klasik dimana konsol PlayStaion 1 dan SNES Nintendo saling bersaing, mungkin merupakan saat-saat yang penuh keemasan bagi para gamer veteran. Bagaimana tidak? Karena ada banyak sekali game dengan kualitas yang fenomenal dan inovatif dari setiap rilis gamenya, termasuk juga dari genre JRPG.

Jika sudah berbicara soal genre ini, maka ada banyak franchise terkenal seperti Final Fantasy, Dragon Quest, Tales, dan Persona yang saling bersaing ketat. Ditengang-tengah persaingan ini muncul satu game JRPG yang hadir sebagai kuda hitam, dan Vagrant Story adalah game tersebut. JRPG klasik yang dibesut oleh Yasumi Matsuno ini terkenal dari penggabungan berbagai genre yang ditambah dengan jalan cerita kompleks.

Sebelum menjelaskan plot dalam game ini, Kru KotGa terlebih dahulu akan memberikan rahasia yang mungkin tidak diketahui oleh banyak gamer. Vagrant Story sebenarnya adalah JRPG yang memiliki hubungan dengan seri Final Fantasy XII dan Final Fantasy Tactics. Karena ketiga game ini sama-sama mengambil latar dunia bernama Ivalice. Periode waktu dan zaman adalah perbedaan terbesar dari ketiga game ini, dimana Final Fantasy XII mengambil latar waktu ribuan tahun sebelum Final Fantasy Tactis dimulai, dan ribuan tahun setelahnya dimulailah jalan cerita Vagrant Story.

Walaupun sama-sama berada dalam dunia Ivalice, tapi ketiga game ini mengambil latar area yang berbeda. Kamu bisa lihat gambar dibawah ini untuk melihat masing-masing lokasi wilayahnya:

Masuk ke jalan cerita, Vagrant Story bercerita tentang seorang agent dari "Valendia Knights of the Peace", bernama Ashley Riot dalam petualangannya melakukan investigasi dari perang saudara yang terjadi di kerajaan Valendian. Satu hal yang menarik dari jalan cerita dalam game ini adalah periode waktunya yang hanya berlangsung selama 24 jam saja, jadi keseluruhan cerita dalam game ini hanya mencakup peristiwa selama satu hari. Tapi ada juga tambahan epilog yang mengambil waktu satu minggu setelah akhir cerita.

Seperti kebanyakan game JRPG klasik lainnya, Vagrant Story mengusung gameplay Turn Based Battle dengan cita rasa yang cukup unik dan berbeda. Tidak ada "Random Encounter" yang terlalu berlebih dalam game ini, tapi tingkat kesulitannya patut untuk diperhatikan. Tidak hanya itu saja, mungkin sebagian dari Kotakers memiliki sedikit pengalaman gelap dan brutal dari game ini. Jika memang iya, maka perasaan tersebut adalah impresi yang menjadi fokus utama Vagrant Story. Apalagi jika kamu mau mendalami jalan ceritanya lebih dalam lagi, maka kamu akan menemukan lebih banyak kejutan dan rahasia.

Baca ini juga :

» Rekomendasi Game Yang Bisa Membangkitkan Nostalgia Kamu!
» Selamat Tinggal Gemscool! Ini Dia Deretan Game Legendaris dari Sang Publisher
» Bikin Kangen Pas Masih Jadi Bocil! Game Nostalgia Masa Kejayaan Warnet Indonesia
» Nostalgia! Ini nih 5 Ost Game yang Bikin Kamu Kembali ke Masa Kecil!
» Full Penyanyi Hits Indonesia Pada Masanya! Playlist Ayodance Zaman Lawas yang Bikin Nostalgia

Mekanisme battle dalam Vagrant Story juga bisa dirasa cukup menantang, dimana Ashley yang merupakan karakter utama, adalah orang yang berani mengambil resiko tersulit sekalipun. Dari keberaniannya dalam mengambil resiko, sifatnya ini juga terhubung dengan mekanisme Risk-Bar dalam combat. Jika kamu berani untuk terus melakukan chain attack, maka Risk-Bar akan terus meningkat yang menjadikan Ashley semakin lemah dengan serangan kuat dari musuh. Namun, kekurangan ini terbayarkan dimana kamu bisa mendapatkan kesempatan tinggi untuk melancarkan critical strikes.

Resiko tidak hanya ada dari aksi kamu dalam melancarkan chain attack, tapi juga keseluruhan pengaturan skill, magic, equipment, hingga crafting system. Jadi besar kecil kemungkinan kamu untuk memenangkan pertarungan, semuanya ditentukan dari keputusan yang selalu memiliki resiko dan tantangan. Brutal, mungkin adalah kata yang paling cocok untuk menggambarkan mekanisme gameplay dan tantangan dari Vagrant Story.

Seiring jalan ceritanya, kamu akan menemui banyak rahasia mengejutkan dan penuh dengan masa lalu kelam. Termasuk juga dari Ashley sang karakter utama, yang hidup dalam kebohongan selama ini setelah ingatannya dimanipulasi, dimana dia membunuh istri dan anaknya dimasa lalu. Sejak saat itulah dia bergabung dengan Riskbreaker dengan ambisi untuk balas dendam kepada Rozencrants yang telah memanipulasinya.

Setelah Ashley berhasil mengalahkan Guildenstern yang merupakan karakter antagonis utama di akhir, ada sedikit kekutan gelap dari Guildenstern yang masuk ke dalam jiwa Ashley. Hal ini merupakan kenyataan kalau kegelapan dan kejahatan, tidak akan bisa disingkarkan hingga ada seseorang yang menjadi wadah untuk menampungnya. Walaupun Ashley mendapatkan gambaran masa lalu dari istri dan anaknya yang mengampuni dosanya, tapi di akhir itu semua hanyalah ilusi dan kebohongan lain.

Kemampuan Square Enix dalam merancang jalan cerita dari game ini, adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Dimana pengorbanan dari sang karakter utama dan karakter disekitarnya demi kebaikan, hanyalah sesuatu yang sia-sia. Kegalapan dan kejahatan, mungkin adalah pahlawan sesungguhnya dalam dunia fantasi yang penuh ilusi dari Vagrant Story.

Setelah kamu mencapai akhir cerita dalam game ini, muncul pesan singkat yang bertuliskan "Dan dimulailah cerita dari sang pengelana, The Vagrant" yang menjadi konklusi dari dimulainya cerita sesungguhnya dari judul game ini. Menjadikan karakter antagonis sebagai karakter utama, Vagrant Story memang memiliki banyak pesona luar biasa dan penuh dengan misteri di dalamnya. Seolah seperi labirin tanpa ujung, kamu akan selalu menemukan sesuatu yang baru dari salah satu game JRPG paling fenomenal ini.

Bagaimana dengan Kotakers sendiri? Mana pengalaman yang menurut kamu paling berkesan setelah memainkan Vagrant Story?

(KotakGame)

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru