Feature

[Diary Kru KotGa] Neon Genesis Evangelion, Mengenang Salah Satu Anime Mecha Terbaik

oleh: VolkanKaya

Sama halnya dengan produksi video game di era klasik yang lebih mementingkan kualitas, industri anime Jepang juga menghadirkan seri yang penuh dengan ciri khas yang kuat. Dari ciri khas inilah banyak anime luar biasa mulai terlahir dan bahkan tetap diakui sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa. Kru KotGa sendiri sebenarnya tidak memiliki banyak pengalaman jika berhubungan dengan anime klasik selain seri mainstream seperi Naruto, One Piece, dan Dragon Ball. Tapi jika ada satu anime yang memberikan kesan emosional paling mengena di hati, maka itu pastilah Neon Genesis Evangelion.

Neon Genesis Evangelion adalah anime klasik yang cukup telat sebenarnya untuk Kru KotGa tonton (Baru sempat menontonnya di tahun 2009 lalu lewat DVD original). Cukup wajar memang, karena anime ini hanya sempat ditayangkan selama 3 episode di stasiun Trans TV. Popularitasnya di Indonesia sendiri terhitung kurang merata, di beberapa daerah kamu bisa melihat kalau banyak kalangan berusia 20 tahun ke atas ternyata cukup familiar dengan seri Evangelion, begitu pula sebaliknya untuk daerah lain.

Satu hal yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan untuk menonton Evangelion adalah jangan berharap kalau seri ini akan membuatmu bahagia. Awal jalan ceritanya memang cukup standar dan terkesan klise. Tapi seiring berjalannya waktu, kamu akan dihadapkan dengan banyak teori evolusi manusia, regenerasi dunia, dan takdir pahit yang harus dihadapi umat manusia untu mencegah bencana "Third Impact."

Sebelum masuk lebih dalam ke bagian plotnya, mungkin kamu harus mengetahui dulu apa itu Evangelion. Memulai debutnya pada tahun 1995 lalu, Neon Genesis Evangelion adalah seri anime bergenre mecha yang dibuat oleh Hideaki Anno dan studio Gainax. Anime ini mengambil latar cerita 15 tahun setelah bencana "Second Impact" yang menghancurkan kutub bumi dan membawa bencana besar ke seluruh permukaan dunia. Pemicu dari bencana ini tidak lain akibat serangan monster raksasa yang dijuluki Angel. Karena kekuatannya yang sangat luar biasa dan tidak bisa ditaklukkan oleh senjata militer bekekuatan nuklir sekalipun, akhirnya organisasi para ilmuan Nerf mengembangkan mecha Evangelion untuk mengalahkan Angel.

Baca ini juga :

» Suka Game dan Anime? Inilah Deretan Anime Bertemakan Game yang Mesti Kamu Tonton!
» Deretan Film Anime yang Akan Segera Tayang di Indonesia Pada Tahun 2020
» 12 Game Mobile Bergaya Anime yang Sedang Ramai Dimainkan Para Wibu
» Puaskan Fantasy Wibu! Inilah Deretan Anime Harem Paling Bikin Iri
» 10 Game Mobile Bergaya Anime yang Sedang Ramai Dimainkan Para Wibu

15 tahun telah berlalu, dan sepertinya umat manusia kembali mendapat ancaman dari invasi Angel untuk kesekian kalinya. Untuk mencegah tragedi yang sama seperti dulu, pemimpin Nerf Gendo Ikari akhirnya mengutus Shinji Ikari yang merupakan anaknya sendiri untuk menjadi pilot Evangelion Unit-01. Mungkin kamu akan berpikir kalau seri ini bisa berjalan baik jika karakter utamanya memiliki jiwa seorang pahlawan seperti kebanyakan seri anime mecha lainnya, tapi hal itu justru berkebalikan. Sebagai pemeran utama, Shinji adalah karakter yang sangat pecundang dan tidak percaya diri dengan kemampuan dirinya sendiri.

Dia tidak memiliki ambisi untuk menyelamatkan umat manusia atau menanggung tugas berat yang tidak bisa ditanggung semua orang. Tapi hanya dengan sedikit pujian dari ayahnya saja, Shinji seolah berubah menjadi karakter dengan pendirian baru yang sayangnya masih sangat menyedihkan. Semua pertarungan mecha yang diperlihatkan Evangelion juga masih kurang mencolok dan keren, hal itu dikarenakan beban berat yang harus ditanggung pilotnya tidak main-main dan menempatkan mereka pada skenario paling berbahaya. Perlu diketahui juga kalau Shinji dan beberapa karakter lainnya masihlah anak sekolah berusia 14 tahun.

Daripada berfokus pada konsep mecha battle, seri ini sebenarnya lebih mengedepankan unsur "character development" pada tingkatan yang sangat personal dan bisa kamu pahami. Setiap karakternya memiliki latar belakang cerita yang menarik sekaligus tragis untuk diikuti. Tepat setelah kamu jatuh cinta dengan satu karakter tertentu, Evangelion akan menghantam perasaanmu dengan banyak momen tragis yang pada akhirnya tetap berujung pada salah satu ending terbaik dari anime manapun. Sang kreator Hideaki Anno mengembangkan Evangelion sebagai seri yang merefleksikan sisi kemanusiaan dari dirinya sendiri, dan hasil yang berhasil dicapainya telah berhasil melahirkan salah satu mahakarya paling ikonik dari genre mecha.

Sebenarnya ada banyak sekali hal menarik yang ingin Kru KotGa bahas mengenai seluk beluk Neon Genesis Evangelion. Tapi menonton animenya secara langsung adalah keputusan terbaik bagi kamu yang tertarik untuk lebih memahami seri ini. Animenya sendiri sudah menayangkan 26 episode, dimana dua episode terakhirnya mengundang kontroversi karena pemahaman cerita yang sangat sulit untuk dicerna (Yup, benar-benar sulit dan membingungkan memang). Jadi setelah menyelesaikan episode 24, Kru KotGa sarankan agar kamu langsung menonton adaptasi film animenya yang berjudul The End of Evangelion. Film ini adalah penutup sempurna dari ending episode 25-26 yang sangat aneh dan menggantung.

(KotakGame)

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru