Feature

[Diary Kru KotGa] Apakah Elemen Romansa Akan Merusak Sebuah Anime Action?

oleh: Culdesacc

Percintaan antar karakter merupakan hal yang biasa kita lihat dalam berbagai anime, dan dalam berbagai genre yang berbeda-beda. Namun lagi-lagi, internet sedang dihebohkan anime Darling in the Franxx yang memasukkan elemen percintaan dalam asupan yang cukup berlebihan bagi sebuah anime action.

Seakan adegan romansa dalam anime action (dalam kasus Darifura, Mecha) adalah sesuatu yang terlarang, para netizen yang kecewa dengan Franxx langsung membanjiri timeline dengan post-post penuh kekecewaan akan anime tersebut. Sebenarnya, apakah elemen percintaan tidak bisa dimasukkan dalam anime action?

Baca ini juga :

» Awas Maksiat! 7 Game Mobile Yang Gak Boleh Kalian Mainin Sebelum Buka Puasa Edisi 2022!
» Nyesel Kalau Gak Nonton! Ini Dia 7 Rekomendasi Anime Baru Yang Akan Rilis di 2022
» Sembari Menunggu Arcane Season 2, Ini Dia Deretan Anime Yang Harus Kamu Tonton Kalau Kamu Suka Arcan
» Mau Jadi Tanjidor? Ini Dia Deretan Game Adaptasi Anime Yang Gak Akan Ngecewain!
» Udah Pernah Maenin Belom? Ini Dia 7 Rekomendasi Game JRPG Yang Keren Dan Asik Di Steam!

Sebuah plot device yang digunakan oleh Darling in the Franxx untuk memasukkan adegan-adegan romansa antar remaja didalamnya adalah sistem yang mengharuskan dua pilot yang saling berpasangan untuk mengendarai robot. Dengan sistem ini, ketika salah satu dari pilot tersebut mengalami depresi atau gangguan mental, maka hal tersebut akan berpengaruh besar pada kinerja robot, seperti yang diperlihatkan pada beberapa episode awal ketika Hiro tak bisa mengendarai robot bersama Ichigo.

Walau sistem tersebut terlihat menarik di atas kertas, namun eksekusi yang dijalankan oleh para staff yang mengatasi Darling in the Franxx sejauh ini patut dipertanyakan. Pasalnya, hampir 80% dari episode-episode Darifura (hingga episode terkini) justru membahas tentang adegan percintaan antar karakter jika dibandingkan dengan perkembangan ceritanya. Bahkan hingga episode 17, penonton belum diberitahu apa yang melatar belakangi pertarungan antara manusia dan para Klaxosaur. Masalah dalam Darling in the Franxx adalah penceritaan yang terlalu berfokus pada percintaan antar karakter tanpa menghiraukan latar belakang dari masalah yang seharusnya mereka hadapi.

Sebenarnya, banyak anime yang memasukkan elemen romansa dalam sebuah anime action, seperti kisah Simon dan Nia dalam anime Gurren Lagann, Naruto dan Hinata dalam anime Naruto, kisah cinta antara Mikazuki, Atra dan Kudelia dalam Gundam Iron Blooded Orphans, Kenshin dan Kaoru di Rurouni Kenshin, dan banyak lagi contoh yang bisa kru KotGa sebutkan. Tapi, apakah elemen tersebut justru merusak penceritaan anime tersebut? Jawabannya adalah tidak, karena elemen romansa dalam anime tersebut hanya sebatas bumbu penyedap dalam cerita.

Dalam sebuah interview, komikus Naruto yakni Masashi Kishimoto pernah mengungkapkan pendapatnya mengenai elemen romansa antara Naruto dan Hinata dalam manganya. Ia sebelumnya berpikir untuk memasukkan elemen cinta segitiga antara Naruto-Hinata-Sakura dalam manga tersebut. Namun ia mengurungkan niatnya karena sejatinya, Naruto merupakan manga Action dan elemen romansa hanya akan menghambat perkembangan cerita.

Jadi, apakah memasukkan elemen romansa dalam sebuah anime action merupakan hal yang akan merusak anime tersebut? Kru KotGa berpendapat bahwa sebenarnya sah-sah saja memasukkan elemen romansa dan percintaan sebagai bumbu dalam sebuah anime bergenre action. Tapi ketika elemen romansa tersebut justru lebih ditekankan daripada cerita yang dijanjikan oleh anime tersebut, sudah sepantasnya kita mempertimbangkan kembali apakah kita menonton demi menikmati ceritanya atau demi percintaan antar karakter.

(KotakGame)
Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru