Feature

[Diary Kru KotGa] Apa Bedanya Main Game Untuk Hiburan Dengan Main Game Untuk Profesi?

oleh: Salinolino
Jika Kotakers ada waktu luang, biasanya kalian melakukan apa? Mungkin dari para Kotakers banyak yang akan menjawab bermain video game. Dan pada kenyataannya, saat ini ada jutaan orang diluar sana sedang bermain game, entah itu bermain di PC, PS4, Xbox ataupun smartphone.

Kebanyakan dari mereka, dan tentunya juga kita, memiliki motivasi utama untuk bermain game sebagai hiburan di waktu senggang. Namun, tahukah Kotakers ternyata banyak dari pemain game yang bukan hanya bermain untuk kesenangan, melainkan mereka yang profesional, mereka yang hidup dan mendapatkan pemasukan dari kemampuan dan pencapaian mereka dalam bermain game.

Tentunya pemasukan yang Kru KotGa sebutkan di sini bukan hanya uang kecil yang habis untuk jajan makanan kecil, tetapi membicarakan masukan tentang jumlah uang yang sangat banyak. Seperti Jess No Limit, semenjak ia menjadi atlet eSPort hidupnya kini telah berubah. Meskipun ia masuk ke golongan keluarga "ada", tetapi dengan menjadi atlet eSport kehidupannya pun melonjak drastis. Dan saat ini ia telah memiliki dua mobil sport yang tentunya harga dari mobil tersebut tidaklah murah.

Sebelum kita memasuki topi pembahasan, kita akan membahas sedikit apa itu eSport. eSport biasa di sebut sebagai olahraga elektronik atau bidang olahraga yang menggunakan video game sebagai bidang kompetitif. eSport sendiri tidak ada bedanya dengan olahraga lainnya karena sama-sama mengharuskan para atletnya mengatur strategi untuk mengalahkan lawan. Akan tetapi yang membedakannya dengan olahraga lainnya ialah olahraga elektronik atau eSport yang bekerja hanyalah otak bukan fisik.

Seperti yang kru KotGa sebutkan tadi, bahwa olahraga elektronik atau biasa kita kenal dengan sebutan eSport, memang berasal dari dunia gaming.

Baca ini juga :

» The Best Smartphone Gaming KotakGame Editor Choice Awards Winner
» Bikin Iri Hati! Inilah Pendapatan YouTuber Gaming Indonesia 2020! Sampai Miliaran?
» Bikin Ngakak! Ini Dia 7 Youtuber Gaming Indonesia Terkocak Versi KotakGame!
» Tak Tertipu Oknum Seller Nakal, 7 Tips Memilih Hp Android Lancar Bermain Game dan Nggak Kemahalan
» Mau Jadi Pro Player Budget Pas-Pasan? Ini Dia Rekomendasi HP Gaming Murah 2 Jutaan 2020
Menurut Kru KotGa, eSport biasanya dipakai untuk profesi, mereka bekerja di game. Dan gaming itu hanya dimainkan untuk mengisi waktu luang, tidak untuk tujuan profesional.

Seperti atlet-atlet pada umumnya, atlet eSport juga mengenakan seragam layaknya cabang olahraga lain, dan kebanyakan dari mereka bermain untuk tim. Atlet eSports juga dilatih secara profesional, termasuk soal kesehatan demi menunjang performa saat nanti bertanding di arena.

Atlet eSports latihan membuat konsenstrasi menjadi lebih tinggi dan respon yang ia miliki menjadi lebih cepat.

Saat ini masyarakat Indonesia masih banyak yang mencampur-adukan antara game untuk bersenang-senang dan game untuk profesi. Sehingga pemikiran mereka tentang game hanyalah tentang bahaya bermain game. Padahal sebenarnya hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Karena berbeda dengan gaming, menjadi atlet eSport bukan sekedar pengisi waktu luang belaka, ia perlu keseriusan dalam menekuni bidang yang ia kuasai tersebut. Menjadi atlet eSport pun harus memiliki keyakinan yang kuat dan tidak setengah-setengah.

Perlunya keseriusan dan fokus, agar atlet eSport tersebut menjadi pemain eSport profesional. Kendala utama dalam menekuni eSport ini adalah manajemen waktu. Tentunya untuk maju di dunia eSport tidak bisa asal-asalah. Apa lagi untuk para pelajar, harus bisa me-manage waktu untuk belajar dan waktu untuk latihan.

Selain itu konsistensi menekuni bidang ini perlu dijaga selama menjadi atlet eSport, terutama yaitu terus latihan dan mencoba hal baru dengan rekan satu tim. Karena dengan adanya latihan membuat para atlet eSport tersebut menjadi lebih fokus dan cekatan.

Bisa di contohkan seperti tim Aerowolf Roxy yang baru saja kemarin berhasil memenangkan kompetisi eSports Garuda Cup Mobile Legends. Untuk memenangkan kompetisi tersebut, tim Aerowolf Roxy tentunya harus berlatih terus menerus melatih kekompakan mereka satu sama lain. Misskomunikasi dengan pemain lain dari satu tim bisa berakibat fatal, apalagi hal tersebut bisa berujung kekalahan.

Akan tetapi jika memang dasarnya adalah hobby, tentu konsistensinya akan berjalan dengan baik. Sebaliknya, jika orang tersebut hanya ikut-ikutan ingin menjadi atlet eSport dan tidak mengikuti apa isi hati, maka sia-sia yang akan orang tersebut dapatkan.

Nah itu aja sih menurut kru KotGa perbedaannya main video game biasa sama atlet eSport. Jika kalian memiliki kritik dan saran, kalian boleh bagikan di kolom komentar ya Kotakers!

(KotakGame)

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru