Mini Feature

Prince of Persia, Apakah Franchise Ikonik Ini Bisa Kembali Bangkit?

oleh: VolkanKaya

Prince of Persia, franchise game action platformer yang sudah memulai debutnya sejak tahun 1989 ini memang tidak pernah lepas dari ingatan gamer. Franchise yang terlahir dari tangan genius Jordan Mechner ini sudah membawa sebuah perubahan revolusioner dalam pengembangan game action. Setiap serinya selalu hadir dengan kualitas gameplay yang luar biasa dan didukung dengan jalan cerita menarik dari sosok sang pangeran Persia. Mengambil inspirasi dari beberapa kisah seperti One Thousand and One Nights dan film seperti Raiders of the Lost Ark, franchise ini juga berhasil menawarkan sebuah gameplay yang memiliki ciri khas terkuat.

Berkat kesuksesan seri pertamanya yang diterima dengan baik, Mechner dan pihak developer Broderbund akhirnya kembali merilis sekuelnya yang berjudul Prince of Persia 2: The Shadow and the Flame di tahun 1993 yang kemudian disusul Prince of Persia 3D. Sejak rilisnya ketiga seri pertamanya ini, franchise Prince of Persia sudah menjadi sangat populer dan assetnya juga mulai diambil alih oleh Ubisoft yang ingin mengembangkan seri game terbarunya dengan kualitas lebih superior. Tentu saja peran Jordan Mechner sebagai sang kreator tidak dilupakan disini dan dia masih terlibat dalam beberapa proyek game terbaru Prince of Persia sejak saat itu.

Baca ini juga :

» Tips Terbaik Bagi Kamu yang Ingin Mendapatkan SSS Rank di Devil May Cry 5
» Apakah Ada yang Toxic? Inilah Para Tipe Pemain Mobile Royale
» Para Bintang Terbaik! Inilah Ranking 5 Karakter Paling Overpowered di Jump Force!
» 5 Hero yang Wajib Dikuasai Gamer Pemula di Mobile Royale
» Ingin Survive di Mobile Royale? 5 Cara Ini Akan Sangat Membantumu

Ubisoft akhirnya merilis seri reboot pertamanya yang berjudul Prince of Persia: The Sand of Time. Mengusung kualitas grafis dan gameplay yang jauh lebih disempurnakan, sontak saja game ini berhasil mendulang kesuksesan besar. Termotivasi dengan kesuksesan tersebut, Ubisoft kemudian merilis beberapa seri terbarunya dari tahun ke tahun seperti Warrior Within, Two Thrones dan Forgotten Sands. Memanfaatkan semua asset yang sudah dibangun, Ubisoft akhirnya melahirkan franchise Assassin's Creed yang awalnya direncakan sebagai seri terbaru Prince of Persia.

Setelah menyadari potensi Assassin's Creed yang besar, sayangnya fokus Ubisoft mulai teralihkan dari Prince of Persia yang sudah memasuki masa vakum sejak tahun 2010 lalu (Proyek remake The Shadow and the Flame sebenarnya juga sempat dirilis di tahun 2013). Walaupun rasanya sudah mulai diabaikan, sebenarnya Prince of Persia masih memiliki harapan besar untuk kembali dibangkitkan. Kru KotGa sendiri tentunya sudah melihat beberapa informasi dan desas-desus yang menarik sejak beberapa tahun terakhir, dimana semuanya mengarah pada rumor mengenai proyek game terbaru.

Rumor pertama muncul di tahun 2012 lalu lewat bocoran visual key dari proyek bernama Osiris yang diyakini adalah seri terbaru Prince of Persia. Menanggapi rumor ini, Jordan Mechner sontak langsung membantahnya. Hanya berjarak satu tahun sejak menyebarnya rumor palsu tersebut, Yannis Mallat yang merupakan XEO Ubisoft Montreal mengonfirmasi kalau Prince of Persia sedang memasuki masa "jeda." Tidak ada kepastian apapun mengenai berapa lama masa jeda ini akan berlangsung, tapi Mallat mengatakan kalau pihak developer akan berbagi detail lebih lanjut saat mereka sudah siap dengan proyek terbaru.

Pengumuman ini juga disusul dengan informasi dari pihak Ubisoft yang tertarik untuk membuat beberapa seri game next gen untuk franchise klasik mereka, Prince of Persia kebetulan termasuk salah satunya. Tanpa adanya kejelasan apapun selama beberapa tahun setelahnya, memasuki awal 2018 rumor terbarunya kembali muncul setelah sang kreator Jordan Mechner merespon tweet Christine Teigen yang ingin mengetahui nasib franchise game kesayangannya tersebut. Mechner sendiri merespon dengan antusias kalau dia sangat mengerti dan sudah berusaha keras untuk mewujudkan proyek game terbaru Prince of Persia. Ubisoft Montreal juga menanggapi tweet dari Christine yang mengatakan kalau franchise tersebut masih dalam masa jeda.

Prince of Persia adalah asset yang sangat berharga bagi pihak Ubisoft, hal itu tentunya tidak bisa dipungkiri lagi. Mungkin saat ini Ubisoft terkesan sudah tidak peduli lagi dengan eksistensinya dan lebih memilih membuat game terbaru dari franchise eksklusif mereka yang lain. Tapi kenyataannya justru berkebalikan, karena Prince of Persia dapat menjadi franchise yang dapat mengembalikan nama besar Ubisoft di masa mendatang sekaligus memuaskan hasrat fans setianya. Mereka bisa saja meninggalkan franchise ini atau menyerahkan assetnya kepada developer lain, tapi melihat Ubisoft tetap kukuh mempertahankannya hingga sekarang saja sudah menjadi bukti yang cukup kalau Prince of Persia masih memiliki potensi besar untuk kembali bangkit.

(KotakGame)

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru