Mini Feature

Menanggapi Isu Downgrade yang Sering Diributkan Banyak Gamer

oleh: VolkanKaya

Semua developer pasti menganggap gamer sebagai fans berharga yang bisa memberikan mereka dukungan penuh untuk berkarya, namun di sisi lain gamer juga merupakan kelompok konsumer yang tidak kenal dengan kata puas. Tidak peduli seberapa sempurna sebuah game dikembangkan, pasti ada kekurangan kecil yang akan memicu sebagian kelompok gamer untuk memberikan review negatif. Game disini bukan hanya sekedar produk yang bisa dinilai dengan mudah layaknya enak atau tidaknya sebuah masakan, karena kebanyakan gamer disini selalu memiliki ekspektasi tinggi terhadap game yang dibelinya.

Mulai dari konsep gameplay hingga keseluruhan fitur yang ditawarkan, tidak ada satupun aspek yang bisa lolos dari penilaian banyak gamer. Memenuhi ekspektasi fans memang merupakan tugas tersulit yang harus dihadapi oleh developer, jadi sebagai langkah antisipasi agar game tetap bisa sukses saat dipasarkan, maka proses pengembangan sebuah game juga harus diikuti dengan strategi pemasaran yang bagus. Sebagian besar developer terkadang memamerkan mekanisme gameplay dan fitur terbaiknya dalam trailer atau video gameplay, tapi daya tarik yang paling menonjol biasanya lebih ditekankan pada kualitas grafis.

Baca ini juga :

» Apakah Pembajakan Akan Membuat Developer Tidak Lagi Merilis Game di PC?
» Inilah Karakter-Karakter yang Berpotensi Meramaikan Jump Force!
» 5 Kerja Sampingan yang Bisa Gamer Lakukan Demi Mencari Uang Jajan
» Perkembangan Game Captain Tsubasa Dari Zaman ke Zaman
» Wajib Dicoba, Inilah Kumpulan Game Terbaik di 2018 Pilihan Kotakers!

Melihat sebuah game dengan kualitas grafis yang menawan dan realistis pasti bisa menarik perhatian banyak gamer dengan mudah, tapi mempertahankan kualitas yang ada hingga gamenya rampung adalah tugas yang terbukti sulit bagi sebagian besar developer. Disini Kru KotGa membahas soal downgrade, yang merupakan proses merubah grafis dalam game dengan kualitas yang lebih rendah dari sebelumnya. Ada banyak alasan kenapa pihak developer melakukan downgrade, dimana salah satu yang paling dominan adalah demi mempertahankan performa game agar tetap stabil.

Permasalahan ini sebenarnya bisa diatasi jika setiap gamer memiliki platform dengan performa mumpuni seperti PC gaming misalnya, namun untuk konsol target ini biasanya sulit untuk dipenuhi karena limitasi performa yang lebih terbatas. Antara grafis atau gameplay, terkadang pihak developer lebih memilih untuk mengorbankan grafis, namun sayangnya banyak gamer justru tidak puas akan keputusan tersebut. Jika Kru KotGa harus memilih, tentu saja kualitas gameplay dan jalan cerita seperti yang ada di sebuah game RPG selalu menjadi penilaian terpenting. Soal kualitas grafis sendiri sebenarnya bukan permasalahan serius, karena downgrade tidak benar-benar membuat kualitas grafisnya menjadi tidak menarik lagi.

Sekarang mari kita perhatikan kontroversi downgrade grafis baru yang belum lama ini muncul dari game eksklusif Marvel's Spider-Man. Game yang akan segera dirilis dalam hitungan hari tersebut perlahan mulai diragukan kualitasnya. Hal ini terjadi setelah pihak Insomniac memperlihatkan trailer gameplay terbaru, dimana ada adegan dengan kualitas grafis yang tidak sebaik cuplikan demo gameplay dari ajang E3 2017 pada waktu itu. Menanggapi isu ini, pihak Insomniac mengonfirmasi kalau mereka tidak mengurangi kualitas grafisnya sama sekali. Adegan yang ada di trailer sendiri diambil dari situasi lingkungan berbeda, seperti perubahan posisi matahari dan efek baju spider-man yang lebih basah karena adanya hujan.

Kontroversi ini bahkan sudah menjadi bahan meme yang jujur saja cukup menjengkelkan, karena jika melihat sesi demo gameplay in-game yang sudah diperlihatkan sejauh ini, Marvel's Spider-Man masih jelas-jelas terlihat menawan dari segi grafis. Momen yang cukup ironis sebenarnya, karena kebanyakan fans selalu berharap untuk melihat game adaptasi Spider-Man dengan kualitas terbaik, namun ekspektasi tersebut harus hancur karena permasalahan kualitas grafis yang bahkan masih belum jelas kebenarannya.

Jika pada akhirnya pihak Insomniac Games memang melakukan downgrade, setidaknya para gamer sudah mendapatkan game adaptasi Spider-Man dengan kualitas gameplay kelas atas seperti yang didambakan. Kasus seperti ini juga pernah terjadi dengan CD Projekt RED lewat seri The Withcer III. Mendapat respon negatif karena kualitas grafisnya mengalami downgrade, The Witcher III: Wild Hunt justru berhasil menjadi salah satu game action RPG terbaik yang pernah ada dan merebut banyak penghargaan GOTY (Game of the Year) di tahun 2015 lalu.

Dari sinilah kamu bisa mengamati kalau kualitas grafis bukanlah segalanya, karena pada akhirnya gameplay yang akan selalu menjadi faktor utama yang lebih dipentingkan developer untuk membuat game terbaik. Semoga dari sini para gamer juga bisa mengambil pelajaran yang sama dan mulai mengapresiasi kualitas sebuah game bukan hanya dari segi grafisnya saja.

(KotakGame)

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru