Feature

Kamu Harus Bersiap, Inilah 6 Tanda Kehancuran Sebuah Game Online

oleh: VolkanKaya

Artikel Kontributor oleh: Yohan Lie

Tidak ada sesuatu yang abadi di dunia ini, termasuk perjalanan sebuah game online. Memang betul, ada game-game yang masih bisa bertahan dan tak lekang oleh waktu, tetapi tidak sedikit juga game yang kandas seiring perkembangan zaman.

Pada artikel ini, Kru KotGa mengangkat materi tentang tanda-tanda sebuah game online yang akan tutup layanan. Ciri atau penyebab hancurnya sebuah game berdasarkan pengalaman Kru KotGa selama berkarir di industri game onlin. Meski tidak bisa menjadi patokan seutuhnya, setidaknya kamu bisa waspada sehingga tidak terlalu habis-habisan dalam berinvestasi waktu, uang dan tenaga. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa simak pemaparannya dibawah ini.


Gameplay yang monoton

Gameplay termasuk yang perlu diperhatikan sejak awal. Contohnya, apakah gameplay-nya membosankan dan lebih fokus kepada pemasukan perusahaan? Jika iya, sudah dipastikan game tersebut tidak berumur panjang. Apa yang kita inginkan dari sebuah game, sudah pasti bersenang-senang. Elemen bersenang-senang ini biasanya dituangkan dalam kompetisi untuk menjadi yang terbaik, contohnya dalam hal skill maupun penampilan karakter.

Tidak bisa dipungkiri bahwa developer game harus memikirkan cara dimana mereka mendapatkan penghasilan dari pengisian cash usernya. Meski begitu, benefit yang didapatkan dari pengisian cash apabila sangat-sangat tidak adil, dalam artian teralu menguntungkan mereka yang berduit besar, maka akan membuat pemain lain yang segan mengeluarkan uang untuk game perlahan-lahan mundur.

Semakin lama, yang tersisa hanyalah orang-orang yang saling adu kekuatan finansial. Menurut kamu, apakah game yang seperti ini akan bertahan lama?

Baca ini juga :

» Seram Abis! Inilah Game Horror Indonesia Terbaik yang Go Internasional!
» Auto Juara, Tips Memenangkan Race CTR: Nitro-Fueled di Hard Mode!
» Nyobain CTR: Nitro-Fueled, Remake Luar Biasa yang Bangkitkan Kenangan Lama!
» 10 Fakta Menarik Soal Final Fantasy VII Remake yang Wajib Kamu Ketahui
» Rekap E3 2019, Inilah Kumpulan Game Terbaik yang Wajib Kamu Nantikan

Inflasi

Point kedua ini lebih dikhususkan untuk game MMORPG. Inflasi yang dimaksud adalah dimana nilai mata uang yang ada di dalam game mengalami penurunan, karena sudah terlalu banyak mata uang yang tertimbun di dalam game tersebut. Misalnya jika kita membeli barang A di pelelangan yang dijual pemain lain sebelum mengalami inflasi harganya 100 Zeny. Setelah mengalami Inflasi, harga barang A bisa meningkat menjadi 100000 Zeny.

Masalahnya hal tersebut bukan dikarenakan nilai barang yang menjadi tinggi. Tetapi nilai mata uang yang jatuh sehingga 100000 Zeny menjadi setara dengan 100 Zeny (sebelum inflasi terjadi). Hal ini mengakibatkan pemain-pemain baru yang berusaha mendapatkan uang di dalam game dengan cara normal akan kesulitan saat mau membeli item dari pemain lain kaena harga yang melambung tinggi.

Inflasi ini terjadi karena berbagai hal, mulai dari sistem trade di dalam game yang tidak memperhitungkan masalah inflasi. Dimana mendapatkan mata uang game terlalu mudah, sementara harga item-item atau pajak NPC terlalu murah sehingga terjadi penumpukan mata uang. Hingga masalah tak terduga seperti cheat atau bug yang akan dibahas pada point berikutnya.


Bug & Error

Bug dan Error pada sebuah Game Online adalah hal biasa dan tak perlu kamu takutkan. Permasalahannya adalah jika terjadi sebuah Bug atau Error yang cukup parah dan sifatnya berkepanjangan, terjadi selama berbulan-bulan tanpa ada tindakan perbaikan dari developer. Hal ini sudah tanda-tanda bahwa kapasitas developer sebagai pengembang game cukup perlu dipertanyakan.

Kamu juga harus memperhatikan seberapa sering munculnya sebuah bug atau terjadinya error dan seberapa fatal hal tersebut bagi game yang kamu mainkan. Selain itu bagaimana penanganan publisher dan developer setelah bug terjadi juga perlu diperhatikan apakah profesional atau tidak.

Banyak game yang menjadi kacau setelah terjadinya bug, celakanya bug tersebut membuat kekacauan seperti inflasi besar-besaran. Meski publisher sudah melakukan tindakan praktis seperti memangkas mata uang hasil bug atau membanned orang yang memanfaatkan bug, tetap saja kerusakan yang terjadi tidak bisa diperbaiki seratus persen.

Bayangkan jika terjadinya bug seperti itu tidak hanya sekali tetapi berkali-kali. Bukankah akan membuat jumlah pemain berkurang? Termasuk membuat kamu sendiri ragu untuk menghabiskan uang cash pada game tersebut?

Fitur Index :

  1. Halaman 2
Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru