Feature

Raja Tanpa Mahkota, 7 Pemain Veteran Dota 2 yang Belum Mencicipi Juara The International

oleh: Cita Aditya

Halaman 2

4. Xu "BurNIng" Zhilei


Sumber: Liquipedia

BurNIng secara luas dianggap sebagai salah satu pemain Dota 2 terbaik yang pernah ada. Ditambah tahun yang dihabiskan dirinya untuk berkompetisi secara profesional selama masa Defense of the Ancients (dotA). Burning dijuluki B-God karena permainan Anti Magenya, sang raja satu ini tak pernah berkesempatan mencicipi memegang Aegis of Champions. Kini dirinya sudah berhenti menjadi pemain dan mencoba mengembangkan Tim Aster.

Baca ini juga :

» Siap Panen Prestasi! Ini Dia Prediksi Tim Esports Indonesia Terbaik di Tahun 2021!
» [Kotak Game Editors Choice Award 2020] Best Esports Mobile Game in 2020
» [Kotak Game Editors Choice Award 2020] Game of The Year 2020
» [Kotak Game Editors Choice Award 2020] The Best Indonesia Esports Player of The Year
» Banyak Prestasi dan Minim Kontroversi, Ini Dia Pemain Mobile Legends Terbaik 2020
5. Leong "ddc" Fat-meng


Sumber: Liquipedia

Memulai karir dari IG.Z ddc adalah salah satu pemain yang memulai karir bersama dengan Kuroky, Puppey, dan Universe. Sayangnya ketiga pemain yang Kru KotGa sebutkan sudah pernah mengangkat Aegis of The Champion. Tidak seperti ddc yang masih berjuang untuk mendapatkan Aegis of The Champion. Kini ddc tercatat sebagai pemain tim Royal. Namun, dirinya tidak pernah terlihat di turnamen kelas internasional setelah mimpinya di tahun 2017 terkubur ketika membela LFY.

6. Aliwi "w33" Omar


Sumber: Liquipedia

Mendapatkan sorotan di acara True Sight, w33 adalah pemain Team Liquid yang belum merasakan manisnya mengangkat Aegis of The Champion. Sebelumnya di 2017, seluruh tim Liquid mengangkat Aegis of The Champion bersama dengan MATUMBAMAN. Kini berseragam Nigma, w33 mencoba kembali merajut mimpinya yang tertunda. Siapa sangka dirinya sudah memulai karirnya sejak tahun 2011 namun pria bernama asli Aliwi Omar ini memilih untuk meneruskan studinya terlebih dahulu.

7. Rasmus "MISERY" Filipsen


Sumber: Liquipedia

Memulai karir di tahun 2008 sebelum Dota 2 muncul. Pria ini adalah salah satu pemain dengan pilihan hero pool yang cukup banyak. Semua posisi juga terhitung sudah di coba oleh Misery. Bersama Digital Chaos, Misery juga nyaris memenangkan The International. Namun nasib berkata lain. Digital Chaos harus kalah dari Wings Gaming di Babak Final. Kini dirinya kembali berseragam Cloud 9 untuk menggapai mimpinya.

Itu dia Kotakers, 7 pemain dengan julukan Raja Tanpa Mahkota versi Kru KotGa. Dari segi individual, mereka tidak kalah dari pemain lain. Namun, Dota 2 adalah permainan tim yang membutuhkan sinergi. Semoga saja para pemain ini sempat merasakan manisnya mengangkat Aegis of The Champion ya Kotakers!

Jika ingin mengirim artikel, kerjasama event dan memasang Iklan (adverstisement) bisa melalui email redaksi[at]kotakgame.com atau Hotline 021-98299724
rekomendasi terbaru